Dispernakan Bandung Barat Kembangkan Peternakan Sapi Perah di Gununghalu

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berupaya mengembangkan peternakan sapi perah sebagai salah satu strategi peningkatan produksi susu sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat. Pengembangan peternakan sapi perah kini mulai menyasar wilayah selatan Bandung Barat khususnya Gununghalu.
Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Apriyanti mengatakan, program pengembangan sapi perah tersebut telah dilakukan dari tahun 2024. "Tahun 2024 tim konsultan telah meneliti cocok tidak di sana. Tidak hanya soal kehidupan sapi, namun gimana kemauan masyarakat sana dan kemudian dampak sosialnya," kata Wiwin saat ditemui Rabu, (11/3/2026).
Menurutnya, kajian tersebut bukan hanya menitikberatkan terhadap aspek teknis peternakan namun juga mempertimbangkan kesiapan sosial masyarakat. Pihaknya berkeinginan masyarakat di wilayah Selatan Bandung Barat dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi pada sektor peternakan sapi perah. "Hasil kajian Gununghalu sangat potensial menjadi sentra baru peternakan sapi perah. Selain geografis dan iklim cocok, faktor infrastruktur juga menjadi penunjang yang penting," katanya.
Ia menambahkan, program pengembangan ini mengedepankan konsep peternakan ramah lingkungan. "Konsepnya minimal kotorannya diolah kita wajibkan, sehingga kohenya (kotoran hewan-red) bisa dimanfaatkan lagi oleh masyarakat," ucapnya.
Selama ini Bandung Barat telah terkenal sebagai salah satu sentra penghasil susu di Provinsi Jawa Barat. Peternakan di wilayah Kabupaten Bandung Barat menyumbang 10% kebutuhan susu nasional. Akan tetapi, produksinya kebanyakan berada di wilayah Bandung Utara seperti, Cisarua, Lembang dan Parongpong.
Berdasarkan data dari Dinas perikanan dan Peternakan KBB, populasi sapi perah saat ini mencapai 26.000 ekor. Seluruhnya terkonsentrasi di kawasan utara dengan produksi susu mencapai sekitar 145 ton per hari.(ijr/sep)
