Kaleidoskop Mitigasi Bencana Bandung Barat 2025: Dari Pencegahan Banjir hingga Edukasi Warga

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi salah satu wilayah di Jawa Barat yang menghadapi risiko tinggi bencana alam sepanjang tahun 2025. Berbagai peristiwa seperti banjir, longsor, dan pergerakan tanah kerap terjadi, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan melakukan sejumlah langkah mitigasi bencana guna meminimalkan dampak dan meningkatkan kesiapsiagaan warga.
Operasi Bersih Drainase di Pasar Panorama Lembang
Salah satu upaya mitigasi dilakukan Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Lembang melalui operasi bersih (Opsih) di kawasan Pasar Panorama Lembang pada Jumat (3/10/2025).
Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan dan pengangkutan sampah yang menyumbat saluran drainase, penyebab utama banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Beberapa hari sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah Lembang dan menyebabkan banjir di sejumlah titik. Kawasan Pasar Panorama menjadi lokasi terdampak paling parah, dengan ketinggian air mencapai lebih dari 30 sentimeter.
Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Subang menuju Kota Bandung sempat lumpuh. Banyak pengendara terpaksa menunggu air surut, bahkan beberapa kendaraan mogok karena nekat menerobos genangan.
Kegiatan Opsih melibatkan sekitar 800 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Forkopimcam Lembang, Brimob Batalyon B Pelopor, Sesko AU dan AD, kepala desa se-Kecamatan Lembang, aparatur desa, sekolah, komunitas, hingga masyarakat umum.
Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok untuk menyisir dan membersihkan saluran drainase di sekitar Pasar Panorama.
Sekretaris Camat Lembang, M. Ali Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah pencegahan agar banjir tidak semakin parah.
Ia mengakui kondisi drainase yang tidak memadai serta penumpukan sampah menjadi faktor utama penyebab banjir. Ke depan, Pemcam Lembang berencana melakukan operasi lanjutan dengan melibatkan para pedagang pasar agar saluran air tetap terjaga.
BPBD Pastikan Stok Logistik Aman Hadapi Cuaca Ekstrem
Di tengah meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat memastikan ketersediaan logistik dalam kondisi aman.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan di wilayah Bandung Raya diperkirakan meningkat sepanjang November 2025.
Pada Selasa (4/11/2025), Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, menyatakan pihaknya rutin melakukan pengecekan stok logistik untuk memastikan kesiapan menghadapi kondisi darurat.
Logistik yang tersedia meliputi paket pangan seperti sembako, paket sandang berupa pakaian dan selimut, paket kesehatan, kebutuhan dasar seperti tenda dan terpal, hingga alat berat untuk mendukung penanganan bencana.
Menurut Asep, distribusi bantuan dilakukan berdasarkan hasil asesmen di lapangan, menyesuaikan dengan jenis dan tingkat bencana.
Ia menambahkan, wilayah Bandung Barat tergolong rawan longsor karena memiliki topografi perbukitan dan kepadatan penduduk yang tinggi, sementara potensi banjir bandang berada pada kategori sedang.
Warga Desa Langensari Dilatih Tanggap Bencana
Upaya mitigasi juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Pemerintah Desa Langensari, Kecamatan Lembang, menggelar pelatihan dan penyuluhan tanggap bencana pada Rabu (19/11/2025).
Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, ketua RT dan RW, serta lembaga Desa Tangguh Bencana (Destana).
Kepala Desa Langensari, H. Agus Karim Suherman, menyebut pelatihan ini penting mengingat wilayahnya rawan gempa akibat Sesar Lembang serta potensi longsor.
Materi pelatihan meliputi langkah evakuasi, penanganan darurat, dan strategi komunikasi saat bencana terjadi.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan BPBD KBB, Dedi Supriyadi, mengapresiasi langkah Desa Langensari dan menilai kegiatan serupa perlu diperluas ke desa-desa lain.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan BPBD merupakan kunci memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana.
Pemdes Cikole Bangun Resapan Air untuk Cegah Banjir dan Longsor
Sementara itu, Pemerintah Desa Cikole, Kecamatan Lembang, mengambil langkah mitigasi struktural dengan merencanakan pembangunan resapan air atau embung. Langkah ini diambil setelah wilayah Cikole terdampak banjir dan longsor akibat hujan deras beberapa waktu lalu.
Pada Selasa (11/11/2025), Kepala Desa Cikole, Tajudin, mengatakan penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengelola wisata dan masyarakat.
Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah kewajiban bagi kawasan wisata di wilayah hulu untuk memiliki resapan air guna menahan aliran air sebelum masuk ke permukiman warga.
Selain itu, Pemdes Cikole juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur penahan tebing di lokasi terdampak serta terus mengajak masyarakat menjaga lingkungan sebagai langkah pencegahan jangka panjang.
(ipa)
