Warga Cipariuk-Cihasem Tinggalkan Pengungsian, Kembali ke Rumah Dua Pekan Pasca Longsor

PASUNDANEKSPRES.ID - Warga Kampung Cipariuk-Cihaseum Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya bisa kembali ke rumah masing-masing, Senin (16/2/2026). Setelah dua pekan lebih pasca longsor, warga dievakuasi di tempat di pungungsian.
Mengacu pada durasi masa tanggap darurat di pengungsian berdasarkan Pedoman Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana maksimal selama 14 hari.
Sekertaris Desa Sukajaya, Lucky Santosa mengatakan, selain mengacu pada aturan tanggap darurat, ada pertimbangan lainnya agar warga kembali ke rumah masing-masing. Salah satunya warga harus menjalani ibadah puasa karena sudah memasuki bulan Ramadhan. "Kalau masyarakat masih tetap bertahan di tenda pengungsian kasihan, lebih baik kembali ke rumah agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman," katanya.
Lucky juga menegaskan tidak akan lepas tangan setelah warga kembali ke rumahnya masing-masing. Bahkan pihaknya saat ini terus melakukan monitor dan berkoordinasi dengan Ketua RT setempat apabila curah hujan tinggi dan membahayakan.
Selain itu, saat ini warga juga tetap dihimbau untuk waspada dan tetap berjaga. "Kami juga tetapakan mendirikan tenda-tenda kecil untuk kesiapsiagaan bencana," tegasnya.
Bahkan sebelum meninggalkan tenda pengungsian, warga pun dibekali berbagai kebutuhan bahan pokok selama menjalankan ibadah puasa. "Kami akan terus memberikan berbagai bahan pokok yang dititipkan dari para donatur ke Pemdes Sukajaya dan disalurkan ke masyarakat yang terdampak," jelasnya.
Terkait dengan rekomendasi relokasi warga terdampak longsor dari badan Geologi, Lucky menyatakan sejauh ini belum ada kepastian karena ketidakmampuan desa untuk menyediakan lahan. Sedangkan untuk membangun rumah sudah ada kesiapan dari Pemprov Jawa Barat. "Kalau untuk relokasi dan menyediakan lahan pemerintahan desa belum mampu, tapi sebagai langkah antisipasi akan dilakukan upaya meminimalisir di titik-titik berpotensi longsor dengan membuat saluran air dan membuat trap di tebing yang curam," urainya.(ijr/sep)
