Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

37 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Subang Rampung Dibangun

Z
Zaenal AbidinEditor: Yusup Suparman
|09:28 WIB
Bagikan:
37 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Subang Rampung Dibangun
PEMBANGUNAN: Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol (Czi) Asep Saepudin saat memantau pembangunan KDKMP, beberapa waktu lalu. Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Perkembangan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Subang terus menunjukkan progres positif. Hingga Mei 2026, sebanyak 37 KDKMP telah menyelesaikan pembangunan fisik gerai, sementara 110 KDKMP lainnya masih dalam tahap proses pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, Deden A, S.Pd., M.Si.

Menurutnya, pembangunan KDKMP di Kabupaten Subang saat ini sudah memasuki tahap persiapan menuju operasional.

“Perkembangan KDKMP di Kabupaten Subang sampai saat ini secara pembangunan dan kesiapan sudah mulai persiapan operasional. Untuk pembangunan fisik, sudah banyak gerai yang selesai 100 persen, berdasarkan data bulan Mei 2026 sebanyak 37 KDKMP sudah selesai,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, jumlah tersebut kemungkinan terus bertambah karena masih menunggu sinkronisasi data terbaru dengan pihak TNI dan Agrinas sebagai pelaksana pembangunan KDKMP di lapangan.

Selain pembangunan fisik, sejumlah KDKMP di Kabupaten Subang juga mulai menerima kendaraan operasional sebagai penunjang aktivitas koperasi. Kendaraan tersebut terdiri dari dua unit cator, satu unit mobil pick up, dan satu unit truk.

Dari total 253 KDKMP yang ada di Kabupaten Subang, sebanyak 57 KDKMP telah menerima kendaraan cator, 30 KDKMP menerima kendaraan pick up, dan 6 KDKMP sudah mendapatkan kendaraan truk. Sementara sebagian lainnya masih menunggu proses pendistribusian.

Deden menyampaikan, dari sisi kesiapan sumber daya manusia, para pengurus KDKMP telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan terkait pengelolaan koperasi. Saat ini pengurus dinilai sudah siap menjalankan kegiatan operasional sambil menunggu dukungan permodalan dari pemerintah pusat.

“Yang sudah diturunkan pusat saat ini baru pembangunan fisik, pelatihan, serta kelengkapan administrasi koperasi. Untuk modal masih menunggu kebijakan dan dukungan berikutnya,” katanya.

Koperasi Desa Sudah Mulai Jalankan Kegiatan Usaha Mandiri

Meski demikian, sejumlah KDKMP sudah mulai menjalankan kegiatan usaha secara mandiri. Sekitar 28 koperasi telah beroperasi dengan memanfaatkan modal dari simpanan pokok, simpanan wajib anggota, serta kerja sama dengan pihak lain.

Dari sisi kelembagaan, Deden memastikan seluruh 253 KDKMP di Kabupaten Subang telah memiliki legalitas. Koperasi tersebut sudah berbadan hukum, memiliki akta pendirian, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga rekening koperasi.

Namun, dalam proses pengembangannya masih terdapat sejumlah kendala yang perlu diselesaikan. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam pengembangan usaha, kerja sama bisnis, dan tata kelola perkoperasian.

“Kendala yang dihadapi lebih kepada SDM yang masih membutuhkan pembekalan lanjutan agar mampu mengembangkan usaha dan menjalankan koperasi secara profesional,” jelasnya.

Selain itu, persoalan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian, terutama masih adanya beberapa desa yang belum memiliki lahan untuk pembangunan KDKMP. DKUPP terus melakukan koordinasi agar seluruh kebutuhan pendukung dapat terpenuhi.

Ke depan, setelah seluruh pembangunan fisik selesai, DKUPP Subang akan fokus melakukan pendampingan dan pembinaan agar KDKMP dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa.

“Kami akan terus membimbing, memberikan arahan pengembangan usaha, serta mendorong kerja sama dengan berbagai pihak sesuai tata kelola koperasi agar ekonomi desa semakin tumbuh,” ucapnya.

Menurutnya, keberadaan KDKMP nantinya tidak hanya menjadi lembaga koperasi, tetapi juga berperan sebagai wadah bagi UMKM dan agregator ekonomi desa. KDKMP diharapkan mampu menjadi penghubung pemasaran, memperkuat rantai pasok, serta membuka peluang usaha masyarakat.

"Bagi sektor pertanian, KDKMP juga akan berperan sebagai penyerap hasil panen petani secara langsung, menyediakan sarana produksi dengan harga lebih terjangkau seperti pupuk dan obat-obatan, hingga menyediakan fasilitas pascapanen seperti gudang penyimpanan dan cold storage," pungkasnya.

Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol (Czi) Asep Saepudin menjelaskan, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengelolaan hasil pertanian masyarakat desa, tetapi juga menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau hingga penyedia akses permodalan murah bagi masyarakat.

“Koperasi Merah Putih ini juga akan membantu menampung dan mengelola hasil panen masyarakat desa, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah agar daya beli masyarakat tetap terjaga, hingga menyediakan kredit modal dengan biaya terjangkau,” jelasnya.

Selain itu, koperasi juga diharapkan mampu menjadi penghubung antara produksi masyarakat dengan kebutuhan pasar, termasuk mendukung program strategis lain seperti penyediaan bahan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dandim menegaskan, pihaknya tidak hanya mengawal pembangunan fisik, tetapi juga akan terus mendampingi hingga koperasi benar-benar berjalan optimal.

“Kami akan terus mendampingi sampai koperasi ini berjalan. Pengawasan tetap dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap, dengan hadirnya Koperasi Merah Putih di setiap desa, perputaran ekonomi di tingkat lokal semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat terangkat secara signifikan.

“Harapannya tentu ekonomi desa bisa tumbuh. Dari hulu ke hilir jelas, mulai dari produksi, penyimpanan hingga distribusi bisa dikelola oleh masyarakat sendiri,” pungkasnya.(znl/ysp)

Berita Terbaru

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini4 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat6 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta6 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta6 jam lalu
Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang8 jam lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline8 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline8 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline9 jam lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle10 jam lalu