Akibat Hujan Deras Terjadi Longsor di Tanjungsiang

PASUNDANEKSPRES.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Subang pada Minggu (29/3/2026) sore menyebabkan bencana tanah longsor di Kampung Cibuluh, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang. Peristiwa tersebut mengakibatkan sebagian bangunan rumah longsor dan menimpa dua rumah lainnya.
Berdasarkan laporan dari tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Subang, kejadian terjadi sekitar pukul 18.15 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 14.00 WIB hingga malam hari.
Salah satu anggota Tagana Subang, Budi, menjelaskan curah hujan yang tinggi menjadi penyebab utama terjadinya longsor. Kondisi tanah yang labil tidak mampu menahan debit air, sehingga menyebabkan pergerakan tanah yang berdampak pada bangunan warga.
“Akibat hujan deras selama beberapa jam, sebagian rumah mengalami longsor dan material tanahnya menimpa dua rumah di bawahnya,” ujarnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyebabkan kerusakan pada bagian rumah warga. Dilaporkan, satu kamar tertimbun material longsor, sementara sebagian dapur ikut terbawa longsoran tanah. Selain itu, delapan ekor ayam milik warga dilaporkan mati tertimbun tanah.
Tim gabungan yang terdiri dari Tagana, BPBD, TNI, Polri, serta aparat desa dan masyarakat setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Petugas melakukan koordinasi, kaji cepat, serta analisis kondisi di lapangan guna menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Langkah awal yang dilakukan adalah memastikan kondisi aman, melakukan pendataan, serta berkoordinasi dengan aparat setempat sesuai prosedur kebencanaan,” jelas Budi.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan sudah kondusif. Namun, proses pembersihan material longsor baru akan dilakukan secara menyeluruh pada hari berikutnya dengan melibatkan unsur terkait dan masyarakat setempat.
"Dari hasil analisa sementara, bangunan rumah yang terdampak, khususnya pada bagian kamar, memerlukan perbaikan karena mengalami kerusakan cukup signifikan, " Tuturnya.
Selain itu, Tambah Budi, kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi perlengkapan dasar seperti kasur, selimut, dan bahan kebutuhan pokok. Bantuan tersebut diharapkan segera dapat disalurkan untuk meringankan beban warga.(hdi)
