Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bantuan Pemerintah Dijual, Kejari Subang Tetapkan Mantan Ketua Gapoktan Binong Tersangka Korupsi Senilai Rp620 Juta

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|08:15 WIB
Bagikan:
Bantuan Pemerintah Dijual, Kejari Subang Tetapkan Mantan Ketua Gapoktan Binong Tersangka Korupsi Senilai Rp620 Juta
DUGAAN KORUPSI: Tersangka U.K.A (61) kasus korupsi bantuan pertanian saat digiring penyidik ke mobil dan dibawa ke Lapas Subang untuk dilakukan penahanan, Senin (8/12/2025). Cindy Desita/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang resmi menetapkan mantan ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) berinisial U.K.A (61) sebagai tersangka. Dia tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi bantuan pemerintah kepada Gapoktan Sejahtera, Desa Mulyasari, Kecamatan Binong.

Penetapan tersangka diumumkan pada Senin (8/12/2025) dalam konferensi pers di Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang.

Kepala Kejaksaan Negeri Subang, Dr. Noordien Kusumanegara menyampaikan, penetapan ini merupakan bagian dari komitmen kejaksaan dalam memberantas korupsi, khususnya yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.

“Kejaksaan Negeri Subang telah menetapkan seorang tersangka selaku mantan Ketua Gapoktan berinisial U.K.A (61) dalam dugaan tindak pidana korupsi bantuan pemerintah untuk Gapoktan Sejahtera, Desa Mulyasari, Kecamatan Binong, tahun anggaran 2015,” terangnya.

Ia menjelaskan, hasil perhitungan penyidik menunjukkan kerugian negara mencapai Rp620 juta. Untuk kepentingan penyidikan, tersangka langsung ditahan.“Yang bersangkutan kami lakukan penahanan untuk 20 hari ke depan di Lapas Subang,” jelasnya.

Noordien menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan instruksi Jaksa Agung Muda Pidsus, yang memprioritaskan penanganan perkara korupsi di sektor-sektor vital, termasuk bidang pangan dan pembiayaan kelompok tani.

“Penetapan tersangka ini sesuai instruksi Jaksa Agung Muda Pidsus tentang prioritas penanganan perkara korupsi yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak, terutama sektor swasembada pangan melalui dana bantuan tani,” tegasnya.

Kasi Pidsus Kejari Subang turut memaparkan modus yang dilakukan tersangka. Menurutnya, sejumlah bantuan alat pertanian yang seharusnya digunakan Gapoktan justru dijual oleh tersangka.

“Modus tersangka yaitu ada beberapa bantuan alat pertanian yang dijual, tidak dipergunakan oleh kelompok tani sebagaimana yang telah diamanahkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Selain itu, penyidik menemukan adanya pemalsuan akta hibah, yang memungkinkan tersangka memperoleh berbagai jenis bantuan, mulai dari alat mesin pertanian (alsintan), traktor, hingga bantuan rehabilitasi dan CSR.

“Ada juga dia lakukan pemalsuan akta hibah sehingga yang bersangkutan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa produksi alat pertanian, alsintan, traktor, serta beberapa bantuan rehab dan CSR,” ujarnya.

Bayu juga menjelaskan tantangan penyidikan yang sempat terhambat akibat sulitnya menemukan dokumen-dokumen penting. Namun berkat kerja sama lintas tim dan dukungan pimpinan, seluruh dokumen yang diperlukan berhasil diperoleh.

“Kendalanya terkait dokumen-dokumen yang memang sulit ditemukan. Alhamdulillah, berkat kerja sama tim dan pimpinan, kami bisa mendapatkan dokumen-dokumen dari berbagai pihak di pemerintah,” jelasnya.

Dengan terkumpulnya dokumen yang diperlukan, penyidik menyatakan bahwa unsur tindak pidana korupsi telah terpenuhi.

“Jadi dokumen sudah terkumpul, alat bukti sudah kuat, sehingga kami dari tim penyidik yakin telah terjadi tindak pidana korupsi,” tegasnya.
Tersangka U.K.A dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, atau bahkan seumur hidup.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline8 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat9 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta9 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang9 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle10 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang10 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta10 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta10 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang10 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang10 jam lalu