Bobotoh Tuntut Keadilan, Polisi Diminta Segera Tangkap Sopir Truk Kecelakaan Maut

PASUNDANEKSPRES.ID - Meninggalnya dua Bobotoh asal Subang, Aep dan Putri, dalam kecelakaan lalu lintas di Subang memantik duka mendalam sekaligus tuntutan keras dari komunitas pendukung Persib Bandung.
Viking Subang mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas insiden tersebut dan segera menangkap sopir dump truk yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut itu.
Ketua Viking Subang, Akim, menyatakan peristiwa tersebut bukan sekadar kecelakaan biasa. Bagi komunitas Bobotoh, kejadian itu meninggalkan luka mendalam sekaligus pertanyaan besar mengenai penegakan hukum dan keselamatan di jalan raya.
Ia menegaskan, keluarga korban dan komunitas menuntut keadilan agar pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Insiden tersebut juga memicu sorotan terhadap pengawasan kendaraan bertonase besar. Akim menilai lemahnya pengawasan terhadap kualifikasi pengemudi truk berpotensi menimbulkan tragedi berulang.
Ia meminta perusahaan transportasi dan instansi terkait lebih ketat dalam memberikan izin dan memastikan kompetensi sopir kendaraan besar. Di sisi lain, ia mengimbau Bobotoh dan masyarakat umum untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
Sementara itu, kepolisian mengakui hingga kini sopir dump truk yang terlibat kecelakaan belum berhasil diamankan. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Subang, AKP Asep Saepudin, menyatakan penyelidikan masih berlangsung.
“Untuk terduga pelaku sopir dump truk sampai saat ini belum kami amankan. Kasusnya masih dalam penyelidikan,” ujar AKP Asep Saepudin, Rabu (14/1/2026).
Penyidik masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, serta mendalami rangkaian kejadian di tempat kejadian perkara.
Berdasarkan keterangan kepolisian, dump truk bernomor polisi B-9923-TYY melaju dari arah selatan menuju utara dan menabrak sejumlah sepeda motor yang tengah berhenti di persimpangan lampu merah.
Tiga sepeda motor—Honda Vario, Honda Scoopy, dan Vespa—menjadi korban tabrakan tersebut. Setelah kejadian, sopir truk diduga melarikan diri.
Polisi telah mengamankan dump truk bermuatan batu sirtu sebagai barang bukti. Kendaraan besar itu diamankan di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang, sementara sepeda motor korban dibawa ke Polres Subang.
AKP Asep menegaskan, meski sopir belum ditangkap, identitas terduga pelaku telah dikantongi penyidik. Kepolisian membuka kemungkinan melakukan upaya paksa apabila yang bersangkutan tidak menyerahkan diri.(fsh/cdp)
