Danramil Bantah Video Viral, Lokasi Koperasi Merah Putih Bukan di Tengah Hutan

BANDUNG BARAT – Lokasi Koperasi Merah Putih di tengah hutan menjadi perbincangan setelah sebuah video yang memperlihatkan bangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Desa Gunungmasigit Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), viral di media sosial. Video tersebut menyebut lokasi bangunan berada jauh dari permukiman warga.
Narasi tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari warganet yang mempertanyakan pemilihan lokasi pembangunan koperasi yang merupakan bagian dari program nasional. Namun, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan kondisi berbeda.
Danramil 0905/Cipatat, Kapten Inf. Sujana, menegaskan lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih telah ditetapkan berdasarkan persyaratan dan kriteria dari dinas terkait. Karena itu, ia membantah anggapan bangunan tersebut berada di kawasan hutan.
"Menanggapi yang viral di media, itu tidak benar adanya. Lokasi ini sudah disesuaikan dengan persyaratan dan kriteria yang telah ditentukan oleh dinas," ujarnya usai meninjau lokasi, Rabu (8/7/2026).
Menurut Sujana, bangunan koperasi berdiri di area parkir sebuah objek wisata yang memiliki akses jalan memadai dan dapat dilalui kendaraan. Lokasinya juga tidak jauh dari permukiman warga. Kesan berada di tengah hutan muncul karena posisi bangunan berada di dataran yang lebih tinggi dibanding kawasan di sekitarnya.
"Lokasi ini berada di tempat parkir objek wisata. Akses kendaraan mudah dan dekat dengan masyarakat. Memang secara kontur tanah posisinya berada di dataran yang lebih tinggi, sehingga terkesan berada di atas," jelasnya.
Ia mengatakan pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Gunungmasigit Citatah kini telah memasuki tahap akhir. Progres pengerjaan telah mencapai sekitar 89 persen dan tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan finishing.
"Progres pembangunan sudah mencapai 89 persen. Tinggal sedikit lagi proses penyelesaiannya," katanya.
Sujana menambahkan, pembangunan koperasi tersebut juga memberikan dampak bagi masyarakat sekitar karena melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja.
"Untuk perekrutan pekerja, kami memang menggunakan warga lokal sebagai tenaga tukang," ujarnya.
Ia berharap kehadiran Koperasi Merah Putih nantinya tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar mampu menggerakkan perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Harapan kami, program Koperasi Merah Putih ini benar-benar dapat menyejahterakan masyarakat di sekitar desa. Alhamdulillah, warga juga sangat antusias dengan hadirnya koperasi ini," pungkasnya.(ijr/ysp)
