Jembatan Gantung Garuda Hadir di Kampung Kepuh, Harapan Baru Warga Desa Sukahurip Menyebrangi Sungai Cilamatan

PASUNDANEKSPRES.ID - Harapan baru kini tumbuh di tengah masyarakat Kampung Kepuh RW 03, Desa Sukahurip, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Setelah bertahun-tahun menghadapi kesulitan menyeberangi Sungai Cilamatan, warga akhirnya mendapatkan solusi melalui pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang dilakukan TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0605/Subang.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) yang bertujuan membantu masyarakat di daerah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur, khususnya akses penghubung antarwilayah yang vital bagi aktivitas warga.
Selama ini, Sungai Cilamatan menjadi tantangan besar bagi masyarakat Kampung Kepuh. Sungai tersebut memisahkan wilayah permukiman warga dengan lahan pertanian serta akses menuju pusat pemerintahan Desa Sukahurip.
Sekretaris Desa Sukahurip, Ma’mun, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan menjadi persoalan serius bagi masyarakat, terutama ketika musim penghujan tiba.
“Ketika debit air sungai meningkat, warga sangat kesulitan untuk menyeberang. Bahkan sering kali aktivitas masyarakat terhambat karena kondisi sungai yang cukup deras,” ucapnya kepada wartawan Pasundan Ekspres Kamis (5/3/2026).
Ma'mun menuturkan sebelum adanya pembangunan jembatan permanen, warga harus turun langsung ke aliran sungai untuk menyeberang.
“Kalau ingin ke kantor desa atau ke sawah di seberang sungai, warga harus menyebrangi sungai secara langsung. Kondisinya sangat berbahaya,” ungkapnya.
Risiko tersebut bukan hanya sekadar ancaman. Ia menyebutkan, sudah ada enam warga yang menjadi korban hanyut dan meninggal dunia saat mencoba menyeberangi sungai tersebut.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, warga sebenarnya sudah beberapa kali berupaya membuat sarana penyeberangan secara swadaya. Mulai dari membuat getek atau rakit sederhana hingga membangun jembatan gantung dari bambu.
Namun, semua upaya itu tidak bertahan lama. Saat hujan deras turun dan air sungai meluap, jembatan bambu yang dibangun warga kerap hanyut terbawa arus.
“Kami sudah beberapa kali membuat jembatan bambu, tapi setiap hujan besar jembatan itu hanyut lagi. Kami sampai bosan harus membuatnya berulang-ulang,” kata Ma'mun.
Kondisi tersebut sempat membuat warga merasa putus asa. Namun harapan akhirnya muncul ketika Babinsa Desa Sukahurip dari Koramil 0512/Cijambe, Serka Yahya, menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di Balai RW 03 Kampung Kepuh.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan aspirasi mengenai kebutuhan jembatan gantung yang lebih kuat dan permanen. Aspirasi tersebut ternyata mendapat respons cepat dari pihak TNI.
“Saya tidak menyangka aspirasi kami langsung ditanggapi oleh Babinsa. Tidak lama kemudian kami mendapat kabar bahwa akan ada pembangunan jembatan gantung garuda dari TNI Angkatan Darat,” tutur salah satu warga.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini dipastikan akan membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat. Dengan adanya jembatan tersebut, akses warga menuju kantor desa maupun ke lahan pertanian akan menjadi lebih mudah dan aman.
Selain itu, jembatan juga akan memperlancar mobilitas hasil pertanian warga. Selama ini, para petani harus bersusah payah membawa hasil panen melewati sungai yang cukup berbahaya.
“Kalau panen, kami harus bolak-balik menyebrangi sungai. Dengan adanya jembatan ini tentu akan sangat membantu,” ujar Aep salah seorang warga.
Komandan Kodim 0605/Subang Letkol CZI Asep Saepudin mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih mengalami keterbatasan akses infrastruktur.
Menurutnya, TNI tidak hanya memiliki tugas menjaga pertahanan negara, tetapi juga hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat.
“Program pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat. Kami ingin membantu mempermudah akses warga, sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat saat beraktivitas,” ujar Letkol CZI Asep Saepudin.
Dia menjelaskan, pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi warga seperti pertanian.
“Dengan adanya jembatan ini, kami berharap mobilitas warga menjadi lebih lancar, hasil pertanian lebih mudah diangkut, dan yang paling penting masyarakat bisa menyeberang dengan aman tanpa khawatir terhadap arus sungai,” katanya.
Dandim juga menegaskan keberadaan Babinsa di wilayah desa merupakan bagian penting dalam menjembatani aspirasi masyarakat.
“Babinsa memiliki peran untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di wilayah binaannya. Dari komunikasi itu kemudian kami berupaya mencari solusi terbaik, salah satunya melalui program seperti pembangunan jembatan ini,” tambahnya.
Sementara itu, warga Kampung Kepuh menyampaikan rasa terima kasih kepada TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0605/Subang, yang telah memberikan perhatian besar terhadap kebutuhan masyarakat.
“Jembatan gantung garuda ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Selain mempermudah akses menuju kantor desa, juga membantu kelancaran transportasi hasil pertanian dan yang paling penting warga bisa menyeberang dengan aman,” ujar Edi.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Babinsa Serka Yahya, Danramil Cijambe, serta Dandim Subang yang telah membantu mewujudkan harapan masyarakat Kampung Kepuh.
Kini warga Kampung Kepuh menantikan selesainya pembangunan jembatan tersebut. Bagi mereka, jembatan ini bukan sekadar penghubung dua wilayah, tetapi juga simbol harapan baru bagi kehidupan masyarakat Desa Sukahurip.(hdi/ysp)
