Kapolda Jabar Tinjau Rest Area Tol Cipali di Subang, Pastikan Pengamanan Mudik Lebaran 2026 Optimal

PASUNDANEKSPRES.ID - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026 dengan meninjau langsung sejumlah rest area di ruas Tol Cipali yang berada di wilayah Kabupaten Subang pada Senin (16/3/2026).
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta personel yang bertugas dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang melintas di jalur tol tersebut.
Dalam kegiatan itu, Kapolda Jabar didampingi Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono bersama jajaran Pejabat Utama Polda Jabar, Wakapolres Subang, para pejabat utama dan perwira Polres Subang, serta personel yang terlibat dalam pengamanan mudik.
Peninjauan dimulai di Pos Pelayanan Rest Area KM 86 A Tol Cipali. Di lokasi tersebut, Kapolda mengecek langsung kesiapan fasilitas pelayanan yang disediakan bagi pemudik, mulai dari sarana pos pelayanan hingga kesiapan personel yang berjaga.
Selain melakukan pengecekan, Kapolda juga memberikan bingkisan kepada anggota yang sedang bertugas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Pos Pelayanan Rest Area KM 102 A Tol Cipali sekitar pukul 10.52 WIB.
Di lokasi ini, Kapolda kembali memastikan kesiapan fasilitas pendukung bagi pemudik, termasuk pengaturan akses keluar masuk kendaraan serta ketersediaan area parkir di kawasan rest area.
Tidak hanya kepada petugas, Kapolda Jabar juga menyapa para pemudik yang tengah beristirahat dan memberikan bingkisan serta makanan ringan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.
Kapolda Jabar, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan menegaskan, pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh kesiapan pengamanan berjalan maksimal, baik dari sisi fasilitas pelayanan maupun koordinasi antarpetugas di lapangan.
“Melalui pengecekan ini kami memastikan seluruh personel, sarana dan prasarana di rest area maupun jalur tol siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
------
Polres Siapkan Strategi Pengamanan Arus Mudik
Sebelumnya, Polres Subang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Aula Patriatama, Rabu (11/3/2026), guna menyiapkan strategi pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah serta mengantisipasi lonjakan kendaraan yang melintasi wilayah Kabupaten Subang.
Kapolres Subang Dony Eko Wicaksono mengatakan rakor tersebut bertujuan memperkuat sinergitas antarinstansi dalam menghadapi mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
“Rapat koordinasi ini penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergitas antarinstansi, sehingga pengamanan Idul Fitri di wilayah Subang dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Ia menjelaskan, posisi Kabupaten Subang sangat strategis karena berada di jalur utama Pantura serta menjadi jalur alternatif menuju kawasan wisata Bandung dan wilayah selatan Jawa Barat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volume kendaraan selama arus mudik dan balik.
Berdasarkan prediksi nasional, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16–17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 23–24 Maret 2026. Namun masyarakat diperkirakan sudah mulai melakukan perjalanan sejak 13 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pemerintah akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan besar atau sumbu tiga ke atas di jalur tol maupun arteri mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa sistem one way akan diterapkan di ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga Tol Semarang–Solo saat arus mudik, dan diberlakukan sebaliknya ketika arus balik.
Kapolres juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar mewaspadai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode Lebaran.
Di antaranya tindak pidana C3 (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor), pungutan liar di kawasan wisata, penipuan, hingga peredaran narkotika.
Selain itu, potensi bencana alam juga menjadi perhatian, terutama di jalur selatan yang rawan longsor serta kawasan Pantura seperti Ciasem dan Pamanukan yang berpotensi dilanda banjir.
Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi tersebut.
“Kami berharap sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terus terjalin sehingga masyarakat yang merayakan Idul Fitri maupun yang melintas di Subang dapat merasakan keamanan dan kenyamanan,” tuturnya.(cdp/ysp)
