Keluarga Harap Jenazah Korban Ledakan di Wanayasa Purwakarta Segera Diserahkan

PURWAKARTA – Duka masih menyelimuti keluarga Ahmad Zaelani (39), korban tewas dalam ledakan di Wanayasa Purwakarta yaitu di sebuah toko material. Keluarga berharap jenazah korban segera diserahkan agar dapat dimakamkan, sementara proses autopsi dan penyelidikan kepolisian masih berlangsung.
Korban diketahui meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung anak ketiga. Kabar duka itu disampaikan kerabat korban, Dede Suryana, saat mendatangi lokasi ledakan.
"Korban, Ahmad Zaelani, meninggalkan istri yang sedang hamil muda anak ketiga. Keluarga berharap jenazah Ahmad Zaelani dapat segera diserahkan agar bisa dimakamkan secara layak. Hingga kini, jasad korban masih berada di rumah sakit untuk kepentingan autopsi dan proses penyelidikan kepolisian," ujarnya.
Di tengah penantian keluarga, polisi masih menyelidiki penyebab pasti ledakan yang menghancurkan toko material di Jalan Raya Purwakarta-Wanayasa, Kampung Babakan Pamengpeuk, Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Minggu (12/7/2026).
Kasatreskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan, hingga kini pihaknya belum menemukan indikasi adanya bahan peledak di lokasi kejadian. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan analisis Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jawa Barat.
"Kami telah mengirimkan sejumlah sampel barang bukti ke Pusat Laboratorium Forensik atau Puslabfor Mabes Polri untuk mengungkap penyebab pasti ledakan," kata Made, Selasa (14/7/2026).
Sampel yang dikirim meliputi residu yang menempel pada tubuh korban, sampel tanah dari titik ledakan, serta hasil autopsi jenazah korban. Selain itu, penyidik juga telah memeriksa tiga orang saksi untuk menyusun kronologi peristiwa.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan lubang yang diduga menjadi titik pusat ledakan berdiameter sekitar 40 hingga 50 sentimeter dengan kedalaman sekitar 40 sentimeter. Kekuatan ledakan diduga membuat tubuh korban terpental sekitar dua meter dari titik ledakan.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari serpihan pakaian korban, bagian telepon genggam, hingga material lain yang diduga berkaitan dengan ledakan. Seluruh barang bukti akan diperiksa di Laboratorium Forensik bersama Tim Jibom Polda Jawa Barat.
Sementara itu, warga sekitar masih diliputi rasa cemas karena penyebab ledakan belum terungkap. Ledakan berkekuatan besar tersebut tidak hanya merenggut nyawa Ahmad Zaelani, tetapi juga menghancurkan bangunan toko serta merusak sejumlah bangunan di sekitarnya. (add/ysp)
