Kepala Disdikbud Beberkan Solusi Atasi Tiga Persoalan Pendidikan Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Persoalan pendidikan sebagai layanan dasar negara masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Subang.
Hal tersebut mengemuka dalam podcast Bincang-bincang Pasundan yang dipandu Pemred Pasundan Ekspres, Yusup Suparman, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Heri Sopandi.
Dalam kesempatan itu, Heri Sopandi mengungkapkan tiga persoalan utama pendidikan di Subang yang saat ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pertama, kondisi lingkungan pembelajaran yang belum layak. Heri menyebutkan sekitar 2.300 ruang kelas SD dan SMP mengalami kerusakan.
“Lingkungan pembelajaran sangat menentukan kualitas pendidikan. Kalau ruang belajarnya tidak layak, tentu ini berpengaruh pada proses belajar mengajar,” ujar Heri Sopandi.
Sebagai langkah awal, Disdikbud Subang berupaya menyinergikan anggaran daerah, Dana BOS, hingga mengajukan program revitalisasi ke pemerintah pusat.
“Dari APBD kita siapkan sekitar Rp35 miliar, tapi kebutuhan rehabilitasi ruang kelas hampir mencapai Rp1 triliun,” katanya.
Kedua, persoalan akses pendidikan yang merata dan berkeadilan, khususnya dalam hal kualitas guru.
“Kami berharap mutu dan kualitas guru bisa merata di seluruh wilayah Kabupaten Subang, tidak hanya di wilayah tertentu saja,” ucap Heri.
Namun ia mengakui, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala dalam mendorong pemerataan tersebut.
Ketiga, menyangkut capaian profil lulusan siswa.
“Setiap anak harus melewati delapan capaian inti dalam setiap mata pelajaran. Kalau itu terpenuhi, berarti kita sudah tuntas dalam mendidik anak,” jelas Heri Sopandi.
Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kelulusan, tetapi juga dari kualitas kompetensi dan karakter siswa.
Melalui dialog ini, Heri Sopandi berharap persoalan pendidikan di Subang bisa ditangani secara bertahap dengan dukungan semua pihak, demi arah pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.(hru/ysp)
