Memasuki Ramadhan, Sejumlah Harga Bahan Pokok Alami Kenaikan di Pasar Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sejumlah harga bahan pokok di Kabupaten Subang mengalami fluktuasi.
Berdasarkan data Daftar Isian Harga Rata-Rata Bahan Pokok yang dirilis Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Subang per 17 Februari 2026, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan dan penurunan harga di pasar tradisional.
Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada komoditas cabai dan sayuran tertentu. Cabai merah keriting dan cabai merah besar masing-masing naik dari Rp40.000 menjadi Rp44.000 per kilogram atau mengalami kenaikan sekitar 10 persen.
Sementara itu, cabai rawit hijau melonjak dari Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram atau naik 20 persen.
Selain cabai, harga tomat juga mengalami kenaikan signifikan. Tomat merah super tercatat naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram atau meningkat hingga 25 persen. Kenaikan ini diperkirakan dipengaruhi faktor cuaca serta meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan.
Komoditas daging ayam broiler juga mengalami kenaikan. Harga ayam broiler naik dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram. Meski tidak terlalu signifikan, kenaikan ini turut memengaruhi belanja rumah tangga, mengingat ayam merupakan salah satu bahan pokok utama selama Ramadan.
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Bawang putih super turun dari Rp35.000 menjadi Rp32.000 per kilogram atau turun sekitar 9 persen. Wortel juga mengalami penurunan dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kilogram atau turun 17 persen.
Komoditas kol pun tercatat mengalami penurunan harga dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Selain itu, ikan kembung turun dari Rp45.000 menjadi Rp40.000 per kilogram atau turun sekitar 11 persen. Penurunan ini sedikit membantu menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Sementara itu, harga beras, gula pasir, minyak goreng, telur, dan daging sapi terpantau relatif stabil tanpa perubahan signifikan. Beras premium tetap di harga Rp14.900 per kilogram, sedangkan gula pasir dalam negeri bertahan di angka Rp17.500 per kilogram.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Subang, Moch Irwan Ahadiat, SE, M.Si., mengungkapkan bahwa fluktuasi harga menjelang Ramadan merupakan hal yang wajar terjadi setiap tahunnya.
“Menjelang Ramadan memang terjadi peningkatan permintaan pada beberapa komoditas seperti cabai, ayam, dan sayuran. Ditambah faktor cuaca dan distribusi, sehingga memicu kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional,” ungkapnya.
"DKUPP akan terus melakukan pemantauan harga secara rutin dan berkoordinasi dengan distributor serta pelaku usaha untuk menjaga stabilitas pasokan," pungkasnya.(znl/ysp)
