Opa Mustopa Guru dari Subang yang Berprestasi, Aktif Jadi Penggerak Lingkungan Sekolah Asri

PASUNDANEKSPRES.ID - Mari berkenalan lagi dengan salah satu sosok yang berdampak dan inspiratif. Ia adalah Opa Mustopa, seorang insan pendidikan yang memiliki dedikasi penuh dalam menciptakan lingkungan asri di berbagai sekolah yang ia pimpin.
Semua ini berawal dari tugas dan kepercayaan pertamanya untuk memimpin sekolah yakni di SMPN 1 Ciater.
“Terbersit dalam pikiran, sekolah ini pasti rindang hijau karena dipegunungan tapi ternyata hanya ada ruang kantor dan kelas-kels yang tak tertata,” ucapnya kepada Pasundan Ekspres, Jumat (21/11/2025).
Dari kenyataan itu mulailah terketuk hatinya untuk menatanya. Dimulai dengan membuat ruang-ruang hijau atau kotak-kotak taman yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman, hingga akhirnya sekolah ini menjadi lebih tertata dan hijau.
“Kemudian pada akhirnya sekolah ini masuk sebagai sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten dan Adiwiyata tingkat provinsi, tatkala saya sudah diberi kepercayaan memegang sekolah baru,” ucapnya.
Selanjutnya, ia dipindahkan ke SMPN 2 Kalijati. Saat itu, menurutnya sekolah itu besar tapi nampak tak terurus, sehingga ia pun tertantang untuk menatanya.
“Saya membuat program Ngabela (Ngabebenah Sakola), dan Spendaka (SMPN 2 Kalijati) BERHIJRAH (Bersih, Hijau, Rapih dan Indah). Saya mulai berbenah dari hal kecil yang bisa saya lakukan dengan dana bos yang ada, selanjutnya mulai mencari bantuan dari CSR,” ucapnya.
Tidak lama kemudian, sekolah itu pun mendapatkan perbaikan ruang kantor dengan gambar terima jadi, kemudian dirinya rubah dengan seizin Dinas PUPR.
“Alhamdulillah menghasilkan tata Graha ruang kantor yang cukup membanggakan, yang kemudian selalu saya branding melalui FB dan WA group para kepala sekolah untuk dapat mengetuk hati para kepala sekolah untuk berkontribusi nyata untuk sekolah, memberikan motivasi dan insprirasi untuk yang lain,” ucapnya.
Empat tahun lebih memimpin SMPN 2 Kalijati, akhirnya ia dialihtugaskan ke SMPN 2 Pamanukan hingga sekarang.
Karena kegemarannya menata sekolah, ia pun kembali melakukan penataan di sekolah tersebut sebagaimana yang telah dilakukan di sekolah-sekolah sebelumnya tempat ia memimpin.
“Saya ingin memberikan yang terbaik di sekolah yang saya pimpin, walau dengan kondisi sekolah saat itu yang lebih Subhanallah dari sekolah sebelumnya, tapi saya ingin menunjukan ini bidang saya, ini passion saya,” ucapnya.
Dirinya mulai dengan memotong rumput yang sudah meninggi, sedikit demi sedikit ia tata dengan program unggulan yang dirinya usung yakni GeMeS (Gerakan Menata Sekolah) yang setiap bulannya melakukan penataan dari dana bos yang ada.
“Kami sekolah kecil dengan dana bos yang kami terima pun lebih kecil tentunya dari sekolah-sekolah besar, tapi berpulang pada sejauh mana orientasi dan proyeksi yang dimiliki,” ucapnya.
Ia pun tak lupa membranding sekolahnya melalui berbagai platform media sosial, dengan harapan dapat memberi motivasi dan inspirasi untuk sebuah perubahan.
Seiring waktu, datang lah kebijakan dan program dari dinas yang mengarah pada perhatian terhadap kebersihan lingkungan, seperti Selasih (Sekolah ku selalu bersih) dan menggembor-genborkan program Sekolah Adiwiyata.
“Kami membuat program terobosan dengan membentuk K5 yang tugasnya untuk peduli pada lingkungan dan kebersihan, serta bersinergi dengan pembiasaan murid untuk selalu menciptakan lingkungan dalam dan luar kelas yang bersih,” ucapnya.
Disamping itu ia bersama guru lainnya juga mengadakan lomba kebersihan, yang setiap harinya dinilai dan setiap hari senin diumumkan kelas terbersih dan terkotor untuk menstimulus target lingkungan sekolah yang bersih.
“Kami juga memberikan reward kepada pelaku-pelaku peduli pada kebersihan dan lingkungan,” ucapnya.
Hal ini seiring dengan tujuan mereka yang juga untuk mengikuti seleksi Sekolah Adiwiyata Nasional 2025.
“Sebelumnya di tahun 2023 kami meraih penghargaan Raksa Prasada, sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi. Semua syarat dan piranti pendukung yang harus ada setiap bulan kami lengkapi, renovasi, rehab setiap bulannya kami laksanakan sesuai dengan program GeMeS yang sudah kami buat,” ucapnya.
Pada akhirnya, ia bersama sekolahnya menerima penghargaan sebagai sekolah yang selalu bersih. Pada tahun 2025 ini mereka pun mengikuti seleksi Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, karena kami sadar proses tidak membohongi hasil. Sekarang kami tinggal berdoa menunggu penguman moga kami jadi juaranya, Aamiin,” ucapnya.
Meskipun dengan banyaknya perubahan yang dilakukan di setiap sekolah yang ia pimpin, Opa tidak menganggap ini sebagai sebuah prestasi.
“Bagi saya ini bukan prestasi, tapi hanya kesenangan saya saja dalam menata sekolah dan kebetulan memang itu tugas dan kewajiban saya,” ucaonya.
Ia lebih senang jika pekerjaan dapat menginspirasi banyak sekolah untuk dapat melakukan hal yang serupa, sehingga dapat mewujudkan mimpinya melihat semua sekolah di Subang memiliki lingkungan yang asri.
“Kalau diapresiasi ya silahkan, kalaupun ada yang termotivasi, terinspirasi ya akur karena itu juga bagian dari tujuan dan keinginan saya, agar semua sekolah di Subang tertata sehingga merenah, genah tur betah,” ucapnya.(adv/fsh/ysp)
