Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Respons Dedi Mulyadi Setelah Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Mengejek Guru

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|21:15 WIB
Bagikan:
Respons Dedi Mulyadi Setelah Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Mengejek Guru
Video viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Mengejek Guru dan respons Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkait video viral tersebut. (Foto: tvonenews.com)

PASUNDANEKSPRES.ID - Dunia pendidikan di Jawa Barat tiba-tiba menjadi sorotan akibat beredarnya sebuah video viral siswa SMAN 1 Purwakarta singkat yang tidak layak dicontoh.

Dalam rekaman tersebut, seorang siswa berseragam SMAN 1 Purwakarta terlihat melakukan tindakan kurang sopan terhadap gurunya.

Aksi menunjukkan jari tengah dan menjulurkan lidah kepada seorang guru perempuan di depan kelas itu pun cepat menyebar dan menarik perhatian publik, bahkan sampai ke Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat.

Sosok yang kerap disapa KDM itu menyatakan penyesalannya atas menurunnya etika yang ditunjukkan oleh generasi muda dalam peristiwa tersebut dan respons setelah viral siswa SMAN 1 Purwakata.

Respons Dedi Mulyadi Setelah Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta

"Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut. Kronologisnya sudah saya dengarkan dari Kepala Dinas Pendidikan," ujar Dedi Mulyadi melalui sebuah video pada Sabtu (18/4/2026).

Akibat kejadian yang viral tersebut, pihak sekolah langsung mengambil tindakan tegas dengan memanggil orang tua siswa terkait.

Pertemuan itu pun meninggalkan kesedihan mendalam bagi sang orang tua yang tidak menyangka anaknya akan berperilaku sejauh itu.

"Anak tersebut, orang tuanya sudah dipanggil ke sekolah, orang tuanya menangis merasa menyesal atas perilaku anaknya," ungkap Dedi.

Sebagai langkah awal atas konsekuensi yang diberikan, pihak SMAN 1 Purwakarta menjatuhkan hukuman berupa skorsing selama beberapa hari.

"Sekolah sudah memberikan skorsing selama 19 hari dengan mendapatkan bimbingan di rumah," tambahnya.

Namun, Dedi Mulyadi memiliki pandangan tersendiri dalam menangani siswa bermasalah. Ia tidak sepenuhnya sependapat dengan pemberian skorsing atau pemulangan ke rumah, melainkan mengusulkan bentuk pembinaan melalui kerja sosial di lingkungan sekolah agar dapat membentuk mental serta meningkatkan rasa tanggung jawab siswa tersebut.

"Saya memberikan saran, anak itu tidak diskorsing selama 19 hari. Ini saran, mudah-mudahan bisa digunakan," usulnya.

Dedi Mulyadi lebih cenderung mendukung pemberian sanksi berupa kontribusi atau pengabdian secara langsung. "Tetapi mendapatkan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari, dan membersihkan toilet," sambungnya. Menurutnya, durasi hukuman ini bisa bersifat fleksibel, "Waktunya bisa satu bulan, bisa dua bulan, bisa tiga bulan, tergantung perkembangan anak itu."

Menurutnya, setiap sanksi harus memiliki nilai edukatif.

"Prinsipnya dasarnya adalah, setiap hukuman yang diberikan harus bermanfaat bagi pembentukan karakter. Bagaimana pun, itu anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan gurunya," tegas Dedi menutup pernyataannya.

Berita Terbaru

Tidak Memenuhi Standar Higiene, BGN Tutup Sementara 1.276 SPPG

Tidak Memenuhi Standar Higiene, BGN Tutup Sementara 1.276 SPPG

Nasional1 jam lalu
Daftar Perusahaan Asing di Kawasan Industri Subang, Terbaru Ada BYD dan VinFast

Daftar Perusahaan Asing di Kawasan Industri Subang, Terbaru Ada BYD dan VinFast

Subang2 jam lalu
10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional13 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta13 jam lalu
ADVERTISEMENT
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang13 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang14 jam lalu
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang14 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga14 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional15 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle15 jam lalu