Ribuan Buruh Subang Akan Ikut Aksi May Day 2026 di Jakarta

PASUNDANEKSPRES.ID - Sebanyak 1.150 buruh dari Kabupaten Subang yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) akan turut serta dalam aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang dipusatkan di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Sekretaris PC SPAI FSPMI Kabupaten Subang, Bahar Cibi, mengatakan bahwa aksi tahun ini mengalami perubahan lokasi. Semula direncanakan berlangsung di depan Gedung DPR RI, namun kini dipusatkan di kawasan Silang Monas, Jakarta.
“FSPMI yang tergabung dalam KSPI di bawah komando Bung Said Iqbal sudah diterima oleh Presiden RI. Rencana aksi yang sebelumnya di depan DPR RI berubah menjadi di Silang Monas, dan 11 isu tuntutan sudah disampaikan kepada Presiden di Istana,” ucapnya saat di hubungi wartawan Pasundan Ekspres Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, kehadiran Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam agenda peringatan May Day 2026 juga dipastikan akan menjadi momentum penting bagi para buruh untuk menyuarakan aspirasi secara langsung.
Ribuan Buruh Subang Berangkat ke Jakarta
Bahar menjelaskan, ribuan buruh dari Subang yang berangkat ke Jakarta berasal dari berbagai Pimpinan Unit Kerja (PUK) di sejumlah perusahaan.
Di antaranya PUK SPAI FSPMI PT TMNN Manufacturing Global, PUK SPAI FSPMI BMP, PUK Matsuoka, PUK Crevis, PUK Pungkook, PUK Daenong, Evoti, serta SPEE BMP.
“Total massa aksi dari Subang sekitar 1.150 orang, dengan kendaraan sebanyak 19 bus dan satu unit mobil,” jelasnya.
Keikutsertaan buruh Subang ini merupakan bagian dari aksi nasional yang diikuti oleh ribuan pekerja dari berbagai daerah di Indonesia.
Bawa 11 Isu Tuntutan
Dalam aksi May Day 2026, para buruh akan membawa sejumlah isu strategis yang menjadi tuntutan nasional. Setidaknya terdapat 11 poin utama yang akan disuarakan.
Di antaranya mendesak pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, penghapusan sistem outsourcing, serta penolakan terhadap upah murah.
Selain itu, buruh juga menyoroti ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kondisi global, termasuk dampak perang dan impor produk industri seperti mobil.
Isu lainnya meliputi reformasi pajak, seperti penghapusan pajak terhadap THR, bonus tahunan, JHT, dan pensiun. Para buruh juga mendesak penyelamatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri nikel.
Tak hanya itu, tuntutan lain mencakup moratorium pendirian pabrik baru di industri semen, pengesahan RUU Perampasan Aset, serta pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu.
Para buruh juga meminta pemerintah meratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, menurunkan potongan tarif ojek online menjadi 10 persen, serta merevisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
Bahar menegaskan bahwa aksi May Day tahun ini akan dilaksanakan secara tertib, damai, dan tetap mengedepankan prinsip konstitusional.
“Aksi ini kami pastikan berjalan tertib, damai, dan konstitusional. Kami ingin menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik dan bermartabat,” tegasnya.
Ia berharap melalui momentum Hari Buruh 2026, pemerintah dapat lebih memperhatikan kesejahteraan pekerja serta memberikan solusi konkret terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.(hdi/ysp)
