Rp175 Miliar untuk Perbaiki 55 Km Jalan, Bupati Reynaldy Optimistis Subang Leucir 2027

SUBANG - Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perbaikan seluruh ruas jalan kabupaten. Ia optimistis target “Subang Leucir 2027” dapat terealisasi meski pemerintah daerah masih dihadapkan pada banyak pekerjaan rumah dan keterbatasan anggaran.
Sepanjang 2025, pemerintah daerah menangani perbaikan jalan kabupaten sepanjang 98,75 kilometer dengan anggaran mencapai Rp237 miliar. Sementara pada 2026, Pemkab Subang mengalokasikan sekitar Rp175 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 55 kilometer.
Reynaldy mengakui terdapat penurunan anggaran dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tidak terlepas dari adanya pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sekitar Rp350 miliar.
“Ini menjadi bagian dari komitmen menuju Subang Emas 2027 agar konektivitas antarwilayah semakin baik dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang,” ujarnya.
Hal itu disampaikan Kang Rey saat menghadiri acara syukuran masyarakat atas rampungnya perbaikan ruas jalan Bobos-Rancadaka di tengah ruas jalan Desa Bobos, Kecamatan Legonkulon, Senin (24/8/2026) lalu.
Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Legonkulon dengan Kecamatan Pusakanagara tersebut sebelumnya menjadi salah satu akses yang dikeluhkan masyarakat. Kondisinya disebut telah mengalami kerusakan selama puluhan tahun dan belum tersentuh pembangunan secara optimal.
Salah seorang warga, Castani, mengungkapkan rasa syukurnya setelah jalan yang selama ini menjadi keluhan akhirnya diperbaiki.
Atas rampungnya pembangunan tersebut, masyarakat Desa Bobos secara spontan menggelar syukuran dan mengundang langsung Bupati Subang untuk hadir bersama warga.
Kepala Desa Bobos, Anwar Nurjali, mengaku bersyukur seluruh ruas jalan kabupaten yang berada di wilayah desanya kini telah selesai diperbaiki.
“Nuhun Pak, tadina teh jalan teh butut. Ayeuna di dusun paling terpencil di Desa Bobos (syukuran), tanda jalan ieu sudah selesai,” ujarnya.
Syukuran berlangsung sederhana namun penuh keakraban. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan papahare atau makan bersama. Masyarakat menyajikan sejumlah makanan khas perdesaan, seperti nasi kuning, bakakak, dan sambal.
Sementara itu, Bupati Subang, Reynaldy Pitra Andita mengatakan, kehadirannya dalam acara tersebut tidak direncanakan sebelumnya. Saat mengetahui masyarakat menggelar syukuran atas rampungnya perbaikan jalan, ia memutuskan untuk datang langsung.
“Jadi tadi saya lagi di kantor, masyarakat pengen syukuran, ini dadakan, ini tanpa rencana. Alhamdulillah, masyarakat senang,” kata Kang Rey.
Dia menyebut, ruas jalan Bobos-Rancadaka memang telah lama menjadi perhatian pemerintah daerah. Jalan sepanjang sekitar empat kilometer tersebut akhirnya dapat direalisasikan melalui anggaran sekitar Rp11 miliar.
“Bobos-Rancadaka empat kilometer, dari tahun lalu dengan anggaran Rp11 miliar terealisasi,” ujarnya.
Namun, Bupati yang biasa disapa Kang Rey ini menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada perbaikan jalan. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan intervensi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan, kondisi lahan pertanian di sekitar jalan Bobos-Rancadaka menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Pemerintah Kabupaten Subang berencana membangun bendungan karet agar lahan persawahan masyarakat dapat memperoleh suplai air yang lebih baik dan meningkatkan intensitas panen.
“PR selanjutnya kiri kanan sawahnya. Insyaallah, tahun depan sudah bisa panen dua sampai tiga kali. PUPR sudah mengkalkulasi untuk membuat bendungan karet. Insyaallah, tahun depan, di awal tahun diintervensi,” jelas Kang Rey.
Ia menambahkan, rampungnya ruas Bobos-Rancadaka menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat penyelesaian jalan kabupaten yang rusak di berbagai wilayah Subang.
“Ini bukan hanya di Desa Bobos, tapi tahun ini sudah banyak yang sudah selesai,” tambahnya.
Kang Rey menegaskan target besar pemerintah daerah untuk mewujudkan Subang Leucir 2027, yakni kondisi jalan kabupaten yang lebih baik dan layak dilalui masyarakat.
Ia meminta masyarakat bersabar karena pemerintah masih harus menangani banyak ruas jalan rusak dengan kemampuan anggaran yang terbatas.
“Mohon maaf kepada masyarakat, untuk sabar, karena PR-nya banyak. Tapi insyaallah, 2027 ruas jalan kabupaten di Subang beres,” tegasnya.
Di sisi lain, Kang Rey menjelaskan bahwa pemerintah daerah belum dapat memprioritaskan seluruh usulan pembangunan jalan di luar kewenangan kabupaten. Untuk sementara, fokus diarahkan pada penyelesaian ruas jalan kabupaten yang kondisinya masih rusak.
“PR jalan kabupaten masih banyak, jadi jalan usaha tani atau jalan desa bertahap, karena kita fokus dulu perbaiki ruas jalan kabupaten,” pungkasnya. (cdp/ysp)
