Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sikapi Meninggalnya Timothy, PMII Jawa Barat: Kampus Harus Jadi Ruang Aman, Bukan Ladang Luka

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|17:28 WIB
Bagikan:
Sikapi Meninggalnya Timothy, PMII Jawa Barat: Kampus Harus Jadi Ruang Aman, Bukan Ladang Luka
Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Barat Anisa Disastra menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Timothy Anugerah Saputra.

PASUNDANEKSPRES.ID - Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Koordinator Cabang Jawa Barat menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana, yang diduga menjadi korban perundungan oleh sesama mahasiswa.

Peristiwa ini, menurut KOPRI PKC PMII Jawa Barat, tidak hanya menyisakan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi cermin gelap sistem pendidikan tinggi yang masih abai terhadap isu kesehatan mental dan budaya kekerasan yang dinormalisasi di lingkungan akademik.

“Kampus seharusnya menjadi ruang tumbuh yang aman bagi mahasiswa untuk belajar dan berproses, bukan tempat di mana kekerasan dan perundungan disamarkan atas nama keakraban atau solidaritas organisasi,” ujar Anisa Disastra, Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Barat dalam keterangan tertulis yang diterima Pasundan Ekspres pada Minggu (19/10/2025) 

KOPRI PKC PMII Jawa Barat mengecam keras segala bentuk kekerasan dan perundungan, baik di lingkungan akademik maupun organisasi kemahasiswaan, serta menuntut pihak Universitas Udayana untuk menindak tegas para pelaku yang terbukti terlibat dalam tindakan perundungan dan komentar nir-empati di ruang digital.

“Kami mendesak kampus untuk memastikan proses penyelidikan yang transparan, berperspektif korban, dan tidak berhenti pada sanksi administratif semata. Tindak tegas pelaku, dan pastikan tidak ada pembiaran terhadap kekerasan yang mencederai martabat sivitas akademika,” tegasnya.

Selain menyoroti kasus di Udayana, KOPRI PKC PMII Jawa Barat juga menyerukan agar seluruh perguruan tinggi, khususnya di Jawa Barat, segera memperkuat sistem Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) dengan melibatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam ekosistem yang lebih sensitif terhadap kesehatan mental.

KOPRI menilai bahwa kekerasan dan perundungan seringkali berakar dari relasi kuasa dan kultur hierarkis dalam organisasi mahasiswa. Karena itu, perlu dibangun budaya baru yang menempatkan empati, kesetaraan, dan keselamatan psikologis sebagai fondasi berorganisasi.

“Kami mengajak seluruh kader PMII dan KOPRI untuk menolak segala bentuk kekerasan simbolik dan verbal, baik dalam kegiatan kaderisasi, komunikasi digital, maupun relasi senior-junior. Kekerasan bukan tradisi, dan tidak pernah bisa jadi bentuk cinta terhadap organisasi,” ujar Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Barat.

Peristiwa ini, bagi KOPRI PKC PMII Jawa Barat, harus menjadi titik balik kesadaran kolektif bahwa tidak ada pembenaran atas kekerasan yang menghilangkan rasa aman di ruang akademik.

Duka atas kepergian Timothy harus menjadi panggilan moral bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi untuk memastikan kampus benar-benar menjadi rumah bagi semua mahasiswa.

“Kami berduka, tetapi juga tidak ingin duka ini berlalu tanpa perubahan. Mari kita pastikan, tidak ada lagi mahasiswa yang merasa sendiri di tengah ribuan manusia yang seharusnya menjadi teman,” tutupnya.

KOPRI PKC PMII Jawa Barat juga mengimbau masyarakat dan media untuk tidak menyebarkan foto, video, atau detail teknis kematian korban, serta mengarahkan mahasiswa yang sedang mengalami tekanan psikologis untuk mengakses layanan bantuan profesional seperti konselor kampus terdekat.(rls/ysp)

Berita Terbaru

Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jawa Barat17 menit lalu
Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Subang24 menit lalu
Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Olahraga25 menit lalu
Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Nasional52 menit lalu
ADVERTISEMENT
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

Nasional55 menit lalu
Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Subang1 jam lalu
10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

Subang1 jam lalu
Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Subang1 jam lalu
Tanam Jagung 1 Hektare di Subang, Kapolres Subang: Jangan Berhenti Seremonial

Tanam Jagung 1 Hektare di Subang, Kapolres Subang: Jangan Berhenti Seremonial

Subang1 jam lalu
DPRD Purwakarta Dukung DPMPTSP Tempuh Jalur Hukum Soal Dugaan Pemalsuan SLHS SPPG

DPRD Purwakarta Dukung DPMPTSP Tempuh Jalur Hukum Soal Dugaan Pemalsuan SLHS SPPG

Purwakarta1 jam lalu