7 Penyebab Telat Haid yang Harus Kamu Tahu, Bukan Cuma karena Hamil

PASUNDAN EKSPRES - Telat haid adalah salah satu kondisi yang sering kali membuat perempuan cemas, terutama jika biasanya memiliki siklus menstruasi yang teratur.
Saat menstruasi tidak kunjung datang sesuai jadwal, pikiran langsung tertuju pada kehamilan. Padahal, penyebab telat haid bisa sangat beragam, mulai dari stres, gangguan hormon, hingga kondisi medis tertentu. Lalu, sebenarnya apa penyebab telat haid?
Menstruasi adalah proses alami di mana lapisan dinding rahim meluruh karena tidak terjadi pembuahan.
Siklus haid biasanya berlangsung antara 21 hingga 35 hari, dihitung dari hari pertama haid terakhir hingga hari pertama haid berikutnya. Jika siklus melebihi rentang waktu tersebut, kondisi ini disebut sebagai telat haid.
Pada umumnya, wanita mengalami siklus 28 hari. Namun, jika haid tidak kunjung datang hingga lebih dari 35 hari, atau bahkan mencapai 90 hari, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui penyebab yang mendasarinya.
Mengetahui penyebab telat haid akan sangat membantu dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.
Penyebab Telat Haid yang Harus Kamu Tahu
Berikut ini adalah beberapa penyebab haid yang datang terlambat, selain kehamilan.
1. Stres Berlebihan
Dilansir dari Halodoc, stres berat bisa mengganggu sistem hormonal dalam tubuh.
Ketika kamu mengalami stres, tubuh mengaktifkan hormon kortisol yang dapat menghambat produksi hormon gonadotropin-releasing hormone (GnRH), yaitu hormon yang bertugas mengatur ovulasi. Akibatnya, proses ovulasi bisa terganggu dan siklus haid jadi terlambat.
2. Perubahan Berat Badan yang Drastis
Penurunan berat badan secara ekstrem, seperti karena diet ketat, bisa menyebabkan tubuh kekurangan lemak yang dibutuhkan untuk produksi hormon estrogen.
Begitu juga dengan kenaikan berat badan yang signifikan, dapat menyebabkan kelebihan estrogen dan mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Keduanya bisa menyebabkan siklus haid tidak teratur.
3. Kebiasaan Merokok
Merokok bisa memengaruhi hormon estrogen dalam tubuh. Menurut Alodokter, zat-zat kimia dalam rokok seperti nikotin dan tar, dapat mengganggu fungsi hormon yang bertugas mengatur siklus haid, sehingga menyebabkan keterlambatan menstruasi.
4. PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)
PCOS merupakan gangguan hormon yang menyebabkan tubuh memproduksi hormon androgen secara berlebihan.
Kondisi ini bisa membuat ovarium gagal melepas sel telur secara teratur, menyebabkan haid menjadi tidak teratur atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Gejala lain PCOS antara lain jerawat, kulit berminyak, rambut rontok, dan kenaikan berat badan yang cepat.
5. Gangguan Tiroid
Kelenjar tiroid mengatur metabolisme dan memengaruhi banyak sistem dalam tubuh, termasuk siklus menstruasi. Gangguan pada tiroid, seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme, bisa menyebabkan haid menjadi terlambat atau tidak teratur.
Gejala gangguan tiroid termasuk kelelahan, penurunan berat badan drastis, rambut rontok, dan sensitivitas terhadap suhu.
6. Menopause Dini
Menopause dini adalah kondisi ketika fungsi ovarium berhenti sebelum usia 40 tahun. Tanda-tanda awalnya adalah haid yang menjadi tidak teratur atau terlambat.
Gejala lain bisa berupa keringat malam, insomnia, dan perubahan suasana hati. Jika kamu berusia di bawah 40 tahun dan mengalami gejala-gejala ini, segera konsultasikan ke dokter.
7. Melakukan Aktivitas Fisik yang Intens
Sementara, menurut Hello Sehat, melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang terlalu berat dapat mengganggu keteraturan siklus menstruasi dan menyebabkan keterlambatan haid.
Hal ini terjadi karena aktivitas tersebut bisa memengaruhi keseimbangan hormon estrogen dan progesteron.
Ketidakseimbangan hormon inilah yang kemudian mengakibatkan menstruasi menjadi tidak teratur. Selain itu, penurunan lemak tubuh secara drastis akibat latihan fisik yang berlebihan juga bisa mengganggu proses ovulasi.
Kapan Harus Waspada?
Telat haid sesekali memang hal yang normal, namun jika mengalami kondisi berikut, kamu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter:
Telat haid lebih dari 3 bulan tanpa kehamilan
Jika hasil tes kehamilan negatif tetapi haid tidak kunjung datang selama 90 hari atau lebih, kemungkinan ada gangguan medis yang perlu ditangani.
Telat haid disertai gejala lain
Gejala seperti nyeri panggul berat, perdarahan abnormal, atau keputihan berlebihan bisa menjadi tanda adanya masalah serius.
Perubahan siklus yang drastis
Bila siklus yang sebelumnya teratur tiba-tiba menjadi sangat tidak teratur atau jarang, ini bisa jadi pertanda gangguan hormonal atau penyakit lain.
Itulah beberapa penyebab telat haid yang harus kamu waspadai. Telat haid dapat menimbulkan perasaan khawatir, terutama jika siklus sebelumnya teratur. Namun, jangan panik.
Kamu bisa memahami terlebih dahulu penyebabnya untuk membantu kamu dalam menentukan langkah yang tepat untuk mengatasinya.
(ipa)
