Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar yang Harus Kamu Tahu

PASUNDANEKSPRES.ID - Begini ciri-ciri malam Lailatul Qadar. Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin memperbanyak ibadah.
Hal ini karena pada periode tersebut terdapat malam istimewa yang dikenal sebagai Lailatul Qadar, yaitu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Meski waktu pastinya tidak diketahui, Rasulullah SAW memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)
Selain anjuran untuk mencarinya, beberapa hadits juga menyebutkan tanda atau ciri-ciri malam Lailatul Qadar yang bisa dikenali oleh umat Islam.
Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar
Berikut ini adalah beberapa ciri terkait malam Lailatul Qadar.
Terjadi pada Malam Ganjil di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Salah satu petunjuk paling jelas adalah bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Malam tersebut bisa jatuh pada tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.
Ketidakpastian waktu ini sebenarnya memiliki hikmah tersendiri, yaitu agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam saja. Dengan begitu, mereka terdorong untuk meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir.
Suasana Malam Terasa Tenang dan Sejuk
Ciri lain dari malam Lailatul Qadar adalah suasana yang terasa sangat tenang dan menenangkan. Udara pada malam tersebut tidak terasa terlalu panas maupun terlalu dingin.
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa langit tampak cerah dan suasana malam terasa damai. Kondisi ini membuat orang yang beribadah merasakan ketenteraman dan kenyamanan yang berbeda dari malam-malam lainnya.
Angin Berhembus Lembut
Pada malam Lailatul Qadar, angin biasanya bertiup dengan lembut dan tidak disertai cuaca ekstrem. Malam tersebut terasa damai tanpa adanya badai atau hujan deras.
Beberapa riwayat dari sahabat Nabi juga menyebutkan bahwa malam ini memiliki suasana yang stabil dan menenangkan sehingga sangat mendukung umat Islam untuk memperbanyak ibadah.
Matahari Terbit Tidak Menyilaukan
Salah satu tanda yang paling dikenal dari malam Lailatul Qadar adalah kondisi matahari pada pagi harinya.
Dalam sejumlah hadits dijelaskan bahwa matahari terbit dengan sinar yang lebih lembut dan tidak terlalu menyilaukan. Cahaya matahari terlihat redup atau kemerah-merahan dibandingkan hari biasa.
Tanda ini sering dianggap sebagai salah satu petunjuk bahwa malam sebelumnya kemungkinan adalah Lailatul Qadar.
Bentuk Bulan Terlihat Seperti Separuh Nampan
Beberapa riwayat juga menyebutkan bahwa pada malam tersebut bulan dapat terlihat seperti separuh nampan di langit.
Gambaran ini menjadi salah satu tanda yang pernah disampaikan dalam diskusi Rasulullah SAW dengan para sahabatnya.
Meski tidak selalu mudah diamati, tanda ini sering disebut dalam berbagai penjelasan tentang Lailatul Qadar.
Munculnya Kenikmatan Ibadah yang Berbeda
Selain tanda-tanda alam, banyak ulama menjelaskan bahwa ciri Lailatul Qadar juga dapat dirasakan secara spiritual.
Seseorang yang beribadah pada malam tersebut biasanya merasakan ketenangan hati yang luar biasa, kekhusyukan dalam berdoa, serta kemudahan dalam melakukan berbagai amalan.
Perasaan ini sering digambarkan sebagai kedamaian yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Itulah mengenai ciri-ciri malam Lailatul Qadar yang harus kamu tahu.
Meskipun ada beberapa tanda yang disebutkan dalam hadits, para ulama mengingatkan bahwa umat Islam sebaiknya tidak hanya fokus pada tanda-tanda tersebut.
Hal yang lebih penting adalah memperbanyak ibadah selama sepuluh malam terakhir Ramadan, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
(ipa)
