Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Di Balik Rasanya yang Khas, Oncom Dawuan Subang Ternyata Dibuat Seperti Ini

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|15:00 WIB
Bagikan:
Di Balik Rasanya yang Khas, Oncom Dawuan Subang Ternyata Dibuat Seperti Ini
Gambar: Oncom Dawuan Subang yang sedang doproduksi. (Sumber: Google Images)

PASUNDANEKSPRES.ID - Oncom Dawuan Subang menjadi salah satu makanan khas yang namanya sudah melekat di kalangan masyarakat Kabupaten Subang. Hampir setiap hari, bahan makanan ini mudah ditemukan di pasar tradisional, warung sayur, hingga lapak pedagang keliling.

Aroma khasnya yang kuat sering kali langsung mengingatkan pada berbagai masakan Sunda rumahan. Mulai dari sambal oncom, nasi tutug oncom, oseng leunca, isian gorengan, hingga lauk sederhana yang disantap bersama nasi hangat.

Banyak orang mengenal oncom sebagai makanan sehari-hari. Namun tidak sedikit yang belum mengetahui bahwa salah satu sentra pembuatannya berada di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.

Popularitas Oncom Dawuan Subang Sudah Lama Dikenal

Oncom Dawuan Subang bukan sekadar produk rumahan biasa. Melansir data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kecamatan Dawuan memiliki sejumlah desa yang dikenal sebagai sentra produksi oncom.

Salah satu yang paling terkenal adalah Desa Dawuan Kaler. Dari lima RW yang ada, tiga wilayah di antaranya yakni RW 1, RW 2, dan RW 5 dikenal sebagai Kampung Babakan Oncom.

Julukan tersebut muncul karena banyak warga yang menggantungkan penghasilan dari produksi dan penjualan oncom. Aktivitas membuat oncom bahkan telah berlangsung turun-temurun selama puluhan tahun.

Hasil produksinya tidak hanya dipasarkan di sekitar Dawuan. Oncom Dawuan ini  juga menyebar ke berbagai pasar tradisional di wilayah Subang dan sekitarnya.

Cara Membuat Oncom Dawuan

Popularitas Oncom Dawuan tidak lepas dari proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional.

Begini cara buatnya mengutip kanal YouTube Teguh Gumilar Channel:

  • Kacang tanah dijemur selama kurang lebih dua jam hingga benar-benar kering.
  • Kacang tanah yang sudah kering digiling secara kasar menggunakan mesin penggiling.
  • Hasil gilingan kacang kemudian direndam selama sekitar satu hari penuh.
  • Setelah direndam, kacang dicuci dan disaring hingga kulit arinya terpisah.
  • Kacang yang sudah bersih dikukus selama kurang lebih tiga jam sampai matang dan teksturnya lunak.
  • Bahan yang telah matang didinginkan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap berikutnya.
  • Kacang kemudian dicampur dengan ampas tahu dan diberi ragi sebagai bahan fermentasi.
  • Campuran tersebut dimasukkan ke dalam cetakan kayu hingga berbentuk balok oncom.
  • Bagian atas cetakan biasanya ditutup menggunakan koran atau penutup serupa.
  • Adonan difermentasi selama sekitar tiga hingga empat hari.
  • Selama proses fermentasi, kapang atau jamur akan tumbuh dan menghasilkan spora.
  • Oncom dinyatakan matang dan siap dipasarkan ketika spora mulai muncul di permukaannya.

Nah, kemunculan spora menjadi penanda bahwa oncom sudah matang dan siap dipasarkan. Inilah salah satu perbedaan utama antara oncom dan tempe.

Pada tempe, produk sudah bisa dijual saat jamur masih berada pada fase hifa. Sementara pada oncom, proses fermentasi dibiarkan berlanjut hingga spora benar-benar muncul dan memberikan cita rasa khas yang lebih kuat.

Harga Oncom Dawuan yang Masih Ramah di Kantong

Selain terkenal karena rasanya, Oncom Dawuan Subang juga digemari karena harganya yang relatif terjangkau.

Di sejumlah pasar tradisional, satu potong oncom biasanya dijual sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000 tergantung ukuran dan kualitasnya.

Harga yang murah membuat oncom menjadi bahan makanan favorit banyak keluarga. Satu potong oncom bahkan bisa diolah menjadi beberapa jenis menu sekaligus.

Tak heran jika permintaannya tetap stabil hingga sekarang. 

(pm

Berita Terbaru

Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Olahraga28 menit lalu
Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jawa Barat58 menit lalu
Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Subang1 jam lalu
Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Olahraga1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Nasional1 jam lalu
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

Nasional1 jam lalu
Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Subang1 jam lalu
10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

Subang1 jam lalu
Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Subang1 jam lalu
Tanam Jagung 1 Hektare di Subang, Kapolres Subang: Jangan Berhenti Seremonial

Tanam Jagung 1 Hektare di Subang, Kapolres Subang: Jangan Berhenti Seremonial

Subang1 jam lalu