Harga Perak Hari Ini Stabil di Rp47.550, Prediksi Seminggu ke Depan Bisa Naik 5-7%?

PASUNDAN EKSPRES.ID – Per Senin, 13 April 2026, harga perak (silver) mengalami pergerakan mixed antara pasar global dan domestik.
Harga spot perak dunia (XAG/USD) terpantau turun sekitar 2% pada sesi awal perdagangan Asia, berada di kisaran US$74,24 – US$74,50 per ons troy.
Sementara itu, harga perak batangan Antam di pasar domestik Indonesia cenderung stabil hingga sedikit turun dibandingkan beberapa hari sebelumnya, dengan estimasi Rp47.000 – Rp48.250 per gram tergantung ukuran batangan dan lokasi.
Menurut data real-time dari Kitco dan Investing.com per 13 April 2026 pagi, silver spot dibuka di level sekitar US$74,37 dan sempat menyentuh rendah harian di kisaran US$73,71 sebelum rebound ringan.
Dalam rupiah (dengan kurs USD/IDR sekitar Rp15.500), harga perak global setara dengan Rp1.150.000 – Rp1.155.000 per ons (1 ons = 31,1035 gram).
Fluktuasi ini dipengaruhi oleh penguatan dolar AS pasca data ekonomi AS yang hawkish, serta profit-taking setelah kenaikan tajam di minggu-minggu sebelumnya.
Harga Perak Antam Hari Ini (13 April 2026)
Berdasarkan pantauan dari situs resmi Logam Mulia Antam dan laporan media seperti Liputan6 serta Good News From Indonesia, harga perak murni Antam per gram pada awal pekan ini berada di kisaran Rp47.000 – Rp48.250 per gram (tergantung varian dan PPN 11%).
Harga batangan Antam (terkini):
- Per gram: Rp47.550 – Rp48.250 (setelah penyesuaian harian).
- 250 gram: Rp11.950.000 – Rp12.287.500 (belum termasuk PPN).
- 500 gram: Rp23.100.000 – Rp23.400.000 (belum termasuk PPN).
Harga ini relatif stabil dibandingkan 11 April 2026 yang sempat menyentuh Rp48.250 per gram, namun mengalami koreksi kecil menyusul pergerakan global.
Perak Antam tetap menjadi pilihan investasi ritel yang populer di Indonesia karena mudah dijual kembali dan memiliki sertifikat resmi.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Perak Saat Ini
Harga perak tahun 2026 sangat dipengaruhi oleh dua sisi utama permintaan industri (solar panel, elektronik, EV, dan medis) serta fungsi sebagai safe-haven mirip emas.
Defisit pasokan global yang terus berlanjut sejak 2025 menjadi pendorong utama kenaikan jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, penguatan dolar AS, suku bunga The Fed, dan sentimen risiko global menyebabkan volatilitas tinggi.
Analis dari FXLeaders dan CoinCodex mencatat bahwa silver masih berada dalam tren bullish secara teknikal selama bertahan di atas level support krusial US$72 – US$75,50.
Prediksi Harga Perak Seminggu ke Depan (13–19 April 2026)
Berbagai analis memberikan proyeksi beragam untuk minggu ini:
- Skenario Bullish (Optimis): Jika silver berhasil break di atas US$75,50 – US$76, harga bisa melanjutkan momentum naik menuju target US$78,85 hingga US$83,70 dalam seminggu.
Faktor pendukung termasuk data inflasi AS yang lebih rendah atau peningkatan permintaan industri.
Beberapa forecast seperti dari CoinCodex memproyeksikan harga bisa menyentuh US$76,85 – US$79,16 pada pertengahan minggu.
- Skenario Bearish / Koreksi: Jika gagal bertahan di atas US$75,50, ada risiko pullback menuju support US$72,10 – US$67,55.
Beberapa analis teknikal memperingatkan kemungkinan koreksi lebih dalam jika dolar AS terus menguat.
- Konsensus Umum: Volatilitas tinggi dengan range perdagangan utama di US$72 – US$79 sepanjang minggu.
Rata-rata proyeksi mingguan cenderung sideways hingga mildly bullish, dengan potensi naik 3–6% jika sentimen positif mendominasi.
Untuk pasar domestik Indonesia, harga perak Antam kemungkinan akan mengikuti pergerakan global dengan lag kecil.
Jika spot naik ke US$78–US$80, harga per gram Antam berpotensi mendekati Rp49.000 – Rp50.000 (tergantung kurs dan premi Antam).
Prospek Jangka Menengah 2026
Secara keseluruhan, mayoritas analis seperti J.P. Morgan memproyeksikan rata-rata harga perak sepanjang 2026 di kisaran US$81 per ons, dengan potensi kuartal akhir mencapai US$85.
Faktor utama pendukung adalah defisit pasokan struktural dan ledakan permintaan dari sektor energi hijau (solar photovoltaic).
Beberapa analis ritel bahkan memprediksi potensi tembus US$100 per ons jika kondisi makro mendukung.
Hingga siang 13 April 2026, belum ada pengumuman kebijakan besar yang memengaruhi pasar logam mulia.
Disarankan mengikuti data ekonomi AS (inflasi, retail sales) dan perkembangan geopolitik yang bisa memicu pergerakan mendadak.
