Jarang Diketahui, Ini 7 Tempat Bersejarah di Subang yang Punya Cerita Panjang

PASUNDANEKSPRES.ID - Tempat bersejarah di Subang tidak hanya berupa bangunan tua atau museum yang menyimpan peninggalan masa lalu.
Kabbupaten yang berada di jalur utara Jawa Barat ini punya cerita panjang, mulai dari jejak kebudayaan prasejarah, masa kerajaan, perjuangan kemerdekaan, hingga berbagai peristiwa yang membentuk perjalanan Subang.
Menariknya, beberapa lokasi tersebut masih bisa dikunjungi sampai sekarang.
Daftar Tempat Bersejarah di Subang
Berikut ini daftar tempat bersejarah di Subang yang masih bisa dikunjungi:
1. Situs Nyai Subang Larang
Tempat bersejarah di Subang pertama yang menarik untuk dibahas adalah Situs Nyai Subang Larang yang berada di Teluk Agung, Desa Nanggerang, Kecamatan Binong.
Mengutip dari Wikipedia, Situs ini merupakan peninggalan arkeologi dari masa prasejarah di Pulau Jawa. Nama Subang Larang pada situs tersebut kerap dikaitkan masyarakat sekitar dengan sosok Nyai Subang Larang, salah satu istri Raden Pamanah Rasa yang kemudian dikenal sebagai Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran.
Namun, terdapat perbedaan periode antara temuan arkeologis situs dan tokoh Nyai Subang Larang yang hidup sekitar abad ke-15.
Penyebutan nama situs lebih berkaitan dengan keyakinan masyarakat setempat mengenai keberadaan makam tokoh tersebut di sekitar lokasi penggalian artefak.
2. Museum Rumah Sejarah Kalijati
Museum Rumah Sejarah Kalijati menjadi salah satu lokasi penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Bangunan ini berada di kawasan Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang.
Tempat ini berkaitan erat dengan Perjanjian Kalijati pada 1942 yang menandai berakhirnya kekuasaan Hindia Belanda dan masuknya pendudukan Jepang di Indonesia.
Bangunan museum masih dipertahankan sebagai bagian dari kawasan bersejarah. Pengunjung dapat melihat berbagai informasi mengenai peristiwa tersebut sekaligus mengenal kondisi tempat yang menjadi saksi salah satu titik penting dalam sejarah Indonesia.
Museum Rumah Sejarah Kalijati sendiri resmi dibuka untuk umum pada 21 Juli 1986.
3. Pemandian Air Panas Ciater
Dihimpun dari dokumen Sejarah Desa Ciater dan Sari Ater, pada awalnya, sumber air panas Ciater digunakan sebagai tempat mandi oleh masyarakat dari Desa Ciater, Palasari, dan Nagrak.
Potensinya kemudian mulai mendapat perhatian setelah seorang berkebangsaan Belanda yang dikenal sebagai Tuan Bessel melakukan penelitian mengenai kandungan dan khasiat air panas tersebut.
Kabar mengenai manfaat air panas Ciater kemudian menyebar hingga menarik kedatangan masyarakat dari berbagai daerah. Air panas tersebut bahkan dimanfaatkan sebagai bagian dari pengobatan tradisional.
4. Tugu Benteng Pancasila
Tugu Benteng Pancasila merupakan salah satu monumen yang memiliki latar belakang sejarah politik dan sosial di Kabupaten Subang.
Monumen ini dibangun dan diresmikan oleh Bupati Subang Atju Samsuddin pada 1978.
Pembangunannya berkaitan erat dengan kondisi masyarakat Subang pada masa itu, terutama dalam menghadapi pengaruh komunisme dan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.
Keberadaan tugu tersebut menjadi pengingat terhadap situasi yang pernah terjadi di Subang sekaligus menjadi bagian dari catatan sejarah daerah.
5. Museum Kabupaten Subang
Museum Kabupaten Subang menjadi tempat yang cocok bagi siapa saja yang ingin melihat berbagai peninggalan sejarah dan budaya dalam satu lokasi.
Museum ini berfungsi sebagai wadah untuk menjaga benda-benda bersejarah sekaligus memperkenalkan kebudayaan dan seni yang pernah berkembang di Subang.
Sejumlah koleksi yang terdapat di dalamnya antara lain Poci Staneware Belanda, tanduk banteng, mesin hitung masa Inggris, Keris Mataram, Patung Beethoven, serta patung wanita.
Koleksi tersebut memberikan gambaran bahwa sejarah Subang tidak hanya berkaitan dengan satu periode tertentu. Berbagai benda yang tersimpan di museum memperlihatkan adanya perjalanan budaya dan perubahan zaman yang panjang.
6. Taman Makam Pahlawan Cidongkol
Taman Makam Pahlawan Cidongkol berada di Pasirkareumbi, Kecamatan Subang. Tempat ini merupakan kompleks pemakaman sekaligus lokasi ziarah yang diperuntukkan bagi para pahlawan dan pejuang kemerdekaan.
Suasana di TMP Cidongkol cenderung tenang sehingga sering digunakan untuk kegiatan penghormatan dan mengenang jasa para pejuang.
Tempat ini juga menjadi salah satu lokasi penting ketika Kabupaten Subang menggelar rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan.
7. Situs Megalitikum Gurudug
Jejak sejarah Subang bahkan dapat ditelusuri hingga masa prasejarah melalui Situs Megalitikum Gurudug.
Situs ini berada di Desa Sitsari, Kecamatan Dawuan, dekat Sungai Ciasem. Kawasan tersebut menyimpan peninggalan berupa struktur batu besar yang menjadi ciri kebudayaan Megalitikum.
Keberadaan batu-batu besar tersebut memperlihatkan jejak kehidupan masyarakat pada masa lampau yang memiliki tradisi dan kepercayaan tersendiri, termasuk penghormatan terhadap leluhur.
Situs Megalitikum Gurudug menjadi salah satu bukti bahwa wilayah Subang sudah memiliki aktivitas kebudayaan sejak masa yang sangat jauh sebelum terbentuknya pemerintahan modern.
Masing-masing tempat bersejarah di Subang ini punya cerita berbeda yang membuat perjalanan mengenal Subang tidak harus selalu melalui destinasi wisata populer.
(pm)
