Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Angka Kelahiran di Jepang Terus Menurun, Apa Penyebabnya?

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|18:30 WIB
Bagikan:
Angka Kelahiran di Jepang Terus Menurun, Apa Penyebabnya?
Angka kelahiran di Jepang yang Semakin Menurun. (Sumber Foto: BBC)

PASUNDAN EKSPRES - Angka kelahiran di Jepang sedang menurun dan masih berada dalam krisis demografi yang berkepanjangan.

Menurut data yang dirilis Kemenkes setempat, pada hari Selasa, 27 Februari 2024, jumlah bayi yang lahir pada tahun tersebut turun sebesar 5,1% dari tahun sebelumnya, mencapai angka 758.631. 

Penurunan Jumlah Penduduk di Jepang

Sementara itu, jumlah penduduk, termasuk penduduk asing, mengalami penurunan sebanyak 831.872 jiwa, dengan jumlah kematian yang melampaui jumlah kelahiran.

Menurut Kyodo, penurunan ini terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan oleh Institut Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Nasional Jepang

Proyeksi Angka Kelahiran di Jepang

Mereka memproyeksikan bahwa angka kelahiran akan turun di bawah 760.000 pada tahun 2035. 

BACA JUGA:Badai Salju di California Menutup Jalan Raya dan Mengancam Longsor Salju. Masyarakat Diminta Diam di Rumah

BACA JUGA:Korsel akan Memberikan Tindakan Hukum Terhadap Para Dokter yang Beraksi Mogok Kerja

Pada periode yang sama, jumlah kematian juga mencapai rekor tertinggi sebanyak 1.590.503 jiwa. 

Penurunan populasi ini semakin diperparah dengan menurunnya jumlah pernikahan ke level terendah sejak akhir Perang Dunia II, hanya mencapai 489.281 pernikahan. 

Ironisnya, angka perceraian justru meningkat menjadi 187.798 atau naik sebesar 4.695 dari tahun sebelumnya.

Apa Penyebabnya?

Penurunan angka kelahiran di Jepang tidak terlepas dari keengganan masyarakatnya untuk menikah, dengan berbagai alasan seperti tingginya biaya hidup. 

BACA JUGA:Thailand Melarang Ganja untuk "Senang-senang" Mulai Tahun Depan, Siap-siap Denda Kalau Melanggar!

BACA JUGA:Australia Bertekad Jaga Hubungan Baik dengan Indonesia di era Prabowo

Pemerintahan Perdana Menteri Fumio Kishida menyatakan bahwa periode menjelang tahun 2030 dianggap sebagai kesempatan terakhir untuk mengubah tren tersebut.

Menurut Kanako Amano, seorang peneliti senior di NLI Research Institute, pemerintah perlu melakukan reformasi ketenagakerjaan, seperti peningkatan upah di daerah pedesaan dan mengurangi kesenjangan gender. 

Saat ini, pemerintah Jepang berencana untuk mengajukan undang-undang terkait, termasuk rancangan undang-undang tentang peningkatan tunjangan anak, sebagai upaya untuk melawan angka kelahiran Jepang yang terus menurun. (pm)

Berita Terbaru

Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jawa Barat31 menit lalu
Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Subang38 menit lalu
Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Olahraga39 menit lalu
Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

Nasional1 jam lalu
Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Subang1 jam lalu
10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

Subang1 jam lalu
Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Subang1 jam lalu
Tanam Jagung 1 Hektare di Subang, Kapolres Subang: Jangan Berhenti Seremonial

Tanam Jagung 1 Hektare di Subang, Kapolres Subang: Jangan Berhenti Seremonial

Subang1 jam lalu
DPRD Purwakarta Dukung DPMPTSP Tempuh Jalur Hukum Soal Dugaan Pemalsuan SLHS SPPG

DPRD Purwakarta Dukung DPMPTSP Tempuh Jalur Hukum Soal Dugaan Pemalsuan SLHS SPPG

Purwakarta1 jam lalu