Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Prediksi 143,9 Juta Orang Berpergian, Puncak Diprediksi Dua Gelombang

PASUNDAN EKSPRES.ID – Arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 mulai terlihat jelas di berbagai jalur transportasi nasional.
Berdasarkan data terkini dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri per 15/03/2026, pergerakan masyarakat selama periode angkutan Lebaran tahun ini diproyeksikan mencapai sekitar 143,9 juta orang atau setara 50,6 persen dari total penduduk Indonesia.
Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan prediksi survei tahun sebelumnya yang mencapai 146 juta orang, dengan penurunan sekitar 1,75 persen.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan hasil survei nasional menunjukkan mayoritas pemudik memilih kendaraan pribadi, sekitar 52 persen dari total perjalanan.
Sisanya menggunakan moda transportasi umum seperti kereta api, bus, kapal laut, dan pesawat terbang.
Dari wilayah Jabodetabek, khususnya Jakarta, diprediksi sekitar 3,67 juta kendaraan akan meninggalkan ibu kota menuju berbagai daerah, terutama Pulau Jawa dan Sumatera.
Data PT Jasa Marga mencatat, hingga hari pertama Operasi Ketupat 2026 pada Jumat 13 Maret 2026, sudah sekitar 285 ribu kendaraan keluar Jakarta, atau sekitar 14 persen dari total proyeksi.
Korlantas Polri melaporkan hingga Sabtu 14 Maret 2026 malam, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta mencapai 459.570 unit, dengan mayoritas menuju arah timur melalui Tol Trans Jawa.
Peningkatan ini menandakan banyak pemudik yang memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan parah.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut lonjakan signifikan mulai terlihat pada Minggu 15 Maret 2026 petang setelah buka puasa, dengan sekitar 25 persen kendaraan pemudik sudah keluar Jakarta hingga saat itu.
Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dalam dua gelombang utama.
Gelombang pertama bertepatan pada 14-15 Maret 2026, bertepatan dengan awal libur sekolah dan sebagian pekerja.
Gelombang kedua, yang lebih besar, jatuh pada 18-19 Maret 2026 atau H-3 hingga H-2 Idul Fitri.
Pada 18 Maret 2026 saja, Kemenhub memperkirakan sekitar 21,97 juta orang bergerak secara bersamaan melalui berbagai moda transportasi.
Tujuan utama pemudik adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pemerintah menerapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) di Tol Trans Jawa mulai 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB pada ruas Jakarta-Cikampek hingga Semarang-Solo.
Operasi Ketupat 2026 melibatkan 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait untuk memantau jalur mudik, rest area, dan pelabuhan.
Pemerintah juga menyiapkan mudik gratis, diskon tiket transportasi umum, serta imbauan keselamatan seperti cek kelaikan kendaraan dan hindari microsleep dengan istirahat setiap 2-3 jam.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek, Cipali, dan arteri Kalimalang hingga Cikampek masih relatif lancar meski mulai ramai.
Di Pelabuhan Merak, volume kendaraan juga meningkat menuju Bakauheni.
Masyarakat diimbau memantau informasi resmi dari Kemenhub, Korlantas Polri, dan Jasa Marga untuk menghindari titik kemacetan.
Dengan persiapan matang ini, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pemudik.
Bagi yang masih merencanakan perjalanan, sebaiknya berangkat lebih awal atau memanfaatkan transportasi umum untuk mengurangi risiko kemacetan di puncak arus.
Selamat mudik, semoga selamat sampai tujuan dan berkah Lebaran bersama keluarga.
