Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

BMKG Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Cuaca Ekstrem Jelang Musim Pancaroba

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|20:42 WIB
Bagikan:
BMKG Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Cuaca Ekstrem Jelang Musim Pancaroba
BMKG mengimbau pada masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstem jelang musim pancaroba. (Foto: Pixabay/RonBerg)

PASUNDAN EKSPRES - BMKG mengimbau pada masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem jelang musim pancaroba.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem selama periode pancaroba atau peralihan musim.

BMKG memperkirakan musim pancaroba berlangsung pada bulan Maret-April 2024.

"Selama periode pancaroba, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, dan fenomena hujan es," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/02/2024). 

Berdasarkan analisa dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG, menunjukkan bahwa saat ini puncak musim hujan telah terlewati di berbagai wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan Indonesia.

Hal ini mengindikasikan bahwa wilayah tersebut akan memasuki musim pancaroba atau peralihan musim di bulan Maret hingga April.

Dwikorita menjelaskan, salah satu ciri masa peralihan musim adalah pola hujan yang biasa terjadi pada sore hingga menjelang malam hari dengan diawali oleh adanya udara hangat dan terik pada pagi hingga siang hari. 

Hal ini terjadi karena radiasi matahari yang diterima pada pagi hingga siang hari cukup besar dan memicu proses konveksi (pengangkatan massa udara) dari permukaan bumi ke atmosfer sehingga memicu terbentuknya awan.

Lebih lanjut, karakteristik hujan selama periode pancaroba cenderung tidak merata, dengan intensitas yang bervariasi dari sedang hingga lebat dalam waktu singkat.

Apabila kondisi atmosfer menjadi tidak stabil, potensi terbentuknya awan konvektif, seperti awan Cumulonimbus (CB), akan meningkat.

"Awan CB inilah yang erat kaitannya dengan potensi kilat/petir, angin kencang, puting beliung, bahkan hujan es. Bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas," jelasnya.

BMKG juga mengingatkan soal potensi bencana alam saat musim pancaroba yang turut diwaspadai oleh masyarakat.

Hal ini dikarenakan saat peralihan musim, tingkat intensitas hujan diperkirakan meningkat terutama di daerah dataran tinggi.

"Curah hujan yang lebat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal didaerah perbukitan yang rawan longsor, kami juga mengimbau untuk waspada dan berhati-hati," tuturnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, berdasarkan monitoring yang dilakukan BMKG, beberapa fenomena atmosfer yang terpantau masih cukup signifikan dan dapat memicu peningkatan curah hujan yang disertai kilat/angin kencang di wilayah Indonesia.

Adapun, fenomena tersebut mencakup aktivitas Monsun Asia yang masih dominan, aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO) di kuadran 3 (Samudra Hindia bagian timur) yang diprediksi akan mencapai wilayah Pesisir Barat Indonesia dalam beberapa pekan mendatang.

Kemudian, adanya aktivitas gelombang atmosfer di sekitar Indonesia bagian selatan, tengah, dan timur. (inm)

Berita Terbaru

Resmi Dilantik Kemdiktisaintek, Wiwik Endah Rahayu Siap Nahkodai POLSUB Menuju Kampus Berdampak

Resmi Dilantik Kemdiktisaintek, Wiwik Endah Rahayu Siap Nahkodai POLSUB Menuju Kampus Berdampak

Nasional5 menit lalu
Sejumlah Dosen UI Beri Nilai Tambahan bagi Mahasiswa yang Ikut Demo

Sejumlah Dosen UI Beri Nilai Tambahan bagi Mahasiswa yang Ikut Demo

Nasional7 menit lalu
Bareskrim Polri Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

Bareskrim Polri Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

Headline19 menit lalu
Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

Nasional19 menit lalu
ADVERTISEMENT
Kang Rey Dorong Ekonomi Kreatif, Kang Akur Perkuat Pembinaan Pemuda

Kang Rey Dorong Ekonomi Kreatif, Kang Akur Perkuat Pembinaan Pemuda

Headline39 menit lalu
Roy Suryo Minta Jaksa Hadirkan Silfester Matutina di Sidang Kasus Ijazah Jokowi

Roy Suryo Minta Jaksa Hadirkan Silfester Matutina di Sidang Kasus Ijazah Jokowi

Nasional41 menit lalu
Persib Bandung Hajar Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Kokoh di Puncak Grup E ACL 2

Persib Bandung Hajar Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Kokoh di Puncak Grup E ACL 2

Olahraga1 jam lalu
Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini11 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat13 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta13 jam lalu