Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Anak Tumbuh Bersama Gadget: Di Mana Peran Ibu Hari Ini?

H
HubaEditor: Huba
|17:08 WIB
Bagikan:
Anak Tumbuh Bersama Gadget: Di Mana Peran Ibu Hari Ini?
Ilustrasi anak-anak yang sibuk dengan gadget. Image by Freepik

Oleh: Nayla Zaskia Fierlyanda Putri
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro

Pada awal tahun 2026 kita sering berharap untuk memulai tahun baru dengan semangat pada perubahan. Ada fenomena yang menjadi semakin kuat di tengah keluarga Indonesia yaitu peran gadget yang semakin menjadi dominan terkait proses pengasuhan anak. Banyak ibu yang saat ini menjadikan gadget sebagai asisten atau bahkan pengganti komunikasi langsung dengan anak. Pada satu sisi teknologi dapat memberikan kemudahan tetapi dalam sisi lain ada pertanyaan besar yang tidak bisa diabaikan. Pertanyaannya yaitu Apakah ini merupakan bentuk adaptasi komunikasi yang baik? atau justru merupakan lemahnya kompetensi komunikasi dalam keluarga?

Dalam kehidupan sehari-hari gadget dianggap sebagai solusi praktis. Contohnya yaitu anak rewel akan diberikan hp anak bosan diarahkan ke YouTube. Anak yang tidak mau diam dapat diberikan game. Padahal ibu yang ideal akan hadir secara emosional, verbal, dan fisik yang sering terjebak pada kesibukan, tekanan ekonomi tuntutan pekerjaan, dan kelelahan mental. Pada akhirnya gadget akan menjadi jalan pintas dalam mendidik anak.

Masalahnya dalam hal komunikasi bukan sekedar anak diam dan Ibu tidak terganggu. Komunikasi yang sehat yaitu menuntut adanya interaksi, empati, sentuhan emosional, dan kehadiran yang nyata. Saat gadget mengambil alih maka yang hilang bukan sekedar waktu tetapi terkait kedekatan, kehangatan, dan nilai pendidikan yang seharusnya disampaikan orang tua secara langsung.
Berbagai temuan dari penelitian yang ada menunjukkan anak-anak usia dini saat ini terbiasa dalam mengakses internet bahkan sebelum mereka benar-benar dapat memahami realitas sosial. Banyak anak yang lebih mengenal karakter kartun, influencer cilik ataupun konten viral dibandingkan mengenal nilai sopan santun, batasan emosi, dan etika sosial yang seharusnya dibentuk dari komunikasi keluarga. Banyak sedikit kasus anak menjadi mudah marah, sulit fokus, dan kehilangan kemampuan untuk bersosialisasi dikarenakan terlalu bergantung pada layar.

Maka di sinilah kita yang dapat melihat persoalan komunikasi yang sebenarnya saat ibu menyerahkan fungsi pengasuhan sepenuhnya pada gadget ini bukan sekedar soal teknologi tetapi merupakan soal kompetensi komunikasi. Pengasuhan yang seharusnya dapat mengutamakan dialog berubah menjadi hubungan anak dengan layar bukan anak dengan ibu. Anak dapat mendapatkan hiburan tetapi dapat kehilangan pendidikan emosional. Anak dapat mendapatkan tontonan tetapi dapat kehilangan tuntunan.

Pada awal tahun 2026 seharusnya dapat menjadi momen refleksi. Kita tidak dapat terus-menerus menormalisasi adanya fenomena ini dengan alasan zaman memang sudah digital. Teknologi penting tetapi bukan berarti artinya boleh menggantikan peran ibu dalam membangun hubungan emosional dengan anak. Gadget seharusnya menjadi alat bantu bukan menjadi orang tua kedua bagi anak.

Maka dari itu yang harus ditekankan pada anak adalah keseimbangan. Ibu punya kompetensi komunikasi yang mampu mengatur penggunaan gadget secara bijak yaitu dengan mendampingi anak saat mengakses konten membatasi durasi menjelaskan apa yang ditonton, dan tetap menghadirkan komunikasi hangat yang ada di dunia nyata. Sebaliknya saat gadget hanya dapat dijadikannya alat untuk menghilangkan repot maka yang terjadi ialah pengasuhan tanpa sentuhan manusia.

Pada akhirnya saat ini Kita Tidak sedang menolak teknologi. Kita hanya ingin mengingatkan masa depan anak tidak dibentuk oleh layar tetapi dari figur orang tua yang hadir berbicara, mendengarkan, dan memahami. Jika pada awal tahun 2026 ingin menjadi tahun yang lebih baik maka Mari mulai perubahan yang ada dari rumah dengan mengurangi ketergantungan, meningkatkan komunikasi, mengembalikan peran ibu sebagai pendidik utama bukan sekedar pengawas gadget.(*)

Berita Terbaru

Erick Thohir Respons Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Desak Polisi Usut Tuntas

Erick Thohir Respons Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Desak Polisi Usut Tuntas

Nasional54 menit lalu
Isu BPJS Kesehatan Akan Dihapus Dibantah Pengelola, Layanan JKN Tetap Berjalan

Isu BPJS Kesehatan Akan Dihapus Dibantah Pengelola, Layanan JKN Tetap Berjalan

Nasional1 jam lalu
Diduga Cemburu, Pria di Madiun Habisi Istri Siri dan Anak 4 Tahun

Diduga Cemburu, Pria di Madiun Habisi Istri Siri dan Anak 4 Tahun

Nasional1 jam lalu
Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Nasional3 jam lalu
Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Nasional3 jam lalu
Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Olahraga4 jam lalu
209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

Nasional4 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Subang4 jam lalu
Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Nasional4 jam lalu