Apindo UMKM Merdeka, Kolaborasi Apindo dengan Kampus Kembangkan Pelaku UMKM

PURWAKARTA-Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memiliki program pendampingan intensif terhadap para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yakni "Apindo UMKM Merdeka". Di Purwakarta, sebanyak 12 pelaku UMKM mengikuti program yang diinisiasi DPP Apindo Jawa Barat ini. Kegiatan berlangsung sejak Maret hingga Juni 2026 lalu, bertempat di Kampus STIEB Perdana Mandiri Purwakarta.
Selama empat bulan, ke-15 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha ini, mendapat pendampingan dari 51 mahasiswa program studi Akuntansi dan Manajemen Bisnis berkolaborasi bersama dosen mentor. Mereka turun langsung membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, mulai dari pemasaran digital, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan produk.
Adapun UMKM yang mengikuti program tersebut di antaranya Kefir Roso, Mie Ayam Yamin Mama Bila, Pabrik Dimsum Qonita, ANM Snack, Abona, Dapur Pak Sahru, Kedai Ngupi Ngupi, Telursehat.id, Toko Camilan Rara, YD Treatment, Kuweh Anyi, dan Alifa Bakery and Cake.
Pendampingan difokuskan pada peningkatan daya saing usaha melalui digitalisasi pemasaran, pembenahan administrasi keuangan, pengembangan produk, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung operasional usaha. Sebagai bentuk evaluasi, setiap bulan seluruh peserta mengikuti kegiatan Monthly Report di Kampus STIEB Perdana Mandiri Purwakarta.
Forum tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa, dosen mentor, dan tim koordinasi untuk memaparkan perkembangan masing-masing UMKM, mengevaluasi kendala di lapangan, sekaligus menyusun strategi pendampingan berikutnya.
Koordinator Wilayah Purwakarta Program Apindo UMKM Merdeka, Asep Suhana mengatakan pelaporan rutin menjadi salah satu kunci keberhasilan program karena seluruh perkembangan usaha dapat dipantau secara terukur. "Melalui kegiatan Monthly Report, kami bisa memonitor perkembangan setiap UMKM binaan secara lebih sistematis," kata Asep saat dikonfirmasi, Selasa (7/6/2026).
Dijelaskannya, mahasiswa belajar menyusun laporan sekaligus memberikan solusi berbasis data, sementara pelaku UMKM memperoleh masukan untuk mengembangkan usahanya. "Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi manajemen usaha maupun pemanfaatan teknologi digital," ujar Asep menambahkan.
Menurut Asep, program Apindo UMKM Merdeka merupakan upaya Apindo Jawa Barat membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat secara berkelanjutan.
Senada, Ketua STIEB Perdana Mandiri, Dr. Gina Novianti menilai program tersebut menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi karena mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang dipelajari di bangku kuliah secara langsung di lapangan. "Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang sangat berharga karena mereka menghadapi persoalan riil pelaku usaha. Kehadiran dosen sebagai mentor juga memastikan proses pendampingan berjalan profesional sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh UMKM binaan," ucap Gina.
Salah seorang peserta, Dhiva Luthfiana Salsabila (20), mahasiswa Program Studi Akuntansi yang mendampingi UMKM Roti Abon Abona, mengaku program tersebut memberikan pengalaman yang tidak diperoleh di ruang kelas. Bersama tiga mahasiswa lainnya, Dhiva membantu mengembangkan produk Roti Abon Abona melalui pembuatan konten digital, edukasi dasar perpajakan, serta pengenalan aplikasi pembukuan digital bagi pelaku usaha yang sebelumnya masih mencatat transaksi secara manual.
Menurutnya, meski peningkatan penjualan belum terlalu signifikan, strategi pemasaran digital mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. "Salah satu konten yang kami buat berhasil ditonton sekitar 25 ribu kali. Selain promosi, kami juga membantu UMKM memahami dasar-dasar perpajakan dan memperkenalkan aplikasi pembukuan agar pencatatan keuangan menjadi lebih rapi," kata Dhiva.(add/sep)
