Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Apindo UMKM Merdeka, Kolaborasi Apindo dengan Kampus Kembangkan Pelaku UMKM

A
Adam SumartoEditor: Asep
|09:39 WIB
Bagikan:
Apindo UMKM Merdeka, Kolaborasi Apindo dengan Kampus Kembangkan Pelaku UMKM
PENDAMPINGAN INTENSIF: Apindo bekerja sama dengan STIEB Perdana Mandiri Purwakarta melakukan pendampingan intensif terhadap para pelaku UMKM di Kabupaten Purwakarta melalui program Apindo UMKM Merdeka. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA-Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memiliki program pendampingan intensif terhadap para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yakni "Apindo UMKM Merdeka". Di Purwakarta, sebanyak 12 pelaku UMKM mengikuti program yang diinisiasi DPP Apindo Jawa Barat ini. Kegiatan berlangsung sejak Maret hingga Juni 2026 lalu, bertempat di Kampus STIEB Perdana Mandiri Purwakarta. 

Selama empat bulan, ke-15 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha ini, mendapat pendampingan dari 51 mahasiswa program studi Akuntansi dan Manajemen Bisnis berkolaborasi bersama dosen mentor. Mereka turun langsung membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, mulai dari pemasaran digital, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan produk. 

Adapun UMKM yang mengikuti program tersebut di antaranya Kefir Roso, Mie Ayam Yamin Mama Bila, Pabrik Dimsum Qonita, ANM Snack, Abona, Dapur Pak Sahru, Kedai Ngupi Ngupi, Telursehat.id, Toko Camilan Rara, YD Treatment, Kuweh Anyi, dan Alifa Bakery and Cake.

Pendampingan difokuskan pada peningkatan daya saing usaha melalui digitalisasi pemasaran, pembenahan administrasi keuangan, pengembangan produk, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung operasional usaha. Sebagai bentuk evaluasi, setiap bulan seluruh peserta mengikuti kegiatan Monthly Report di Kampus STIEB Perdana Mandiri Purwakarta.

Forum tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa, dosen mentor, dan tim koordinasi untuk memaparkan perkembangan masing-masing UMKM, mengevaluasi kendala di lapangan, sekaligus menyusun strategi pendampingan berikutnya.
Koordinator Wilayah Purwakarta Program Apindo UMKM Merdeka, Asep Suhana mengatakan pelaporan rutin menjadi salah satu kunci keberhasilan program karena seluruh perkembangan usaha dapat dipantau secara terukur. "Melalui kegiatan Monthly Report, kami bisa memonitor perkembangan setiap UMKM binaan secara lebih sistematis," kata Asep saat dikonfirmasi, Selasa (7/6/2026).

Dijelaskannya, mahasiswa belajar menyusun laporan sekaligus memberikan solusi berbasis data, sementara pelaku UMKM memperoleh masukan untuk mengembangkan usahanya. "Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi manajemen usaha maupun pemanfaatan teknologi digital," ujar Asep menambahkan.

Menurut Asep, program Apindo UMKM Merdeka merupakan upaya Apindo Jawa Barat membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat secara berkelanjutan.

Senada, Ketua STIEB Perdana Mandiri, Dr. Gina Novianti menilai program tersebut menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi karena mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang dipelajari di bangku kuliah secara langsung di lapangan. "Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang sangat berharga karena mereka menghadapi persoalan riil pelaku usaha. Kehadiran dosen sebagai mentor juga memastikan proses pendampingan berjalan profesional sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh UMKM binaan," ucap Gina.

Salah seorang peserta, Dhiva Luthfiana Salsabila (20), mahasiswa Program Studi Akuntansi yang mendampingi UMKM Roti Abon Abona, mengaku program tersebut memberikan pengalaman yang tidak diperoleh di ruang kelas. Bersama tiga mahasiswa lainnya, Dhiva membantu mengembangkan produk Roti Abon Abona melalui pembuatan konten digital, edukasi dasar perpajakan, serta pengenalan aplikasi pembukuan digital bagi pelaku usaha yang sebelumnya masih mencatat transaksi secara manual.

Menurutnya, meski peningkatan penjualan belum terlalu signifikan, strategi pemasaran digital mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. "Salah satu konten yang kami buat berhasil ditonton sekitar 25 ribu kali. Selain promosi, kami juga membantu UMKM memahami dasar-dasar perpajakan dan memperkenalkan aplikasi pembukuan agar pencatatan keuangan menjadi lebih rapi," kata Dhiva.(add/sep)

Berita Terbaru

Mengenal Desa Sawangan Kabupaten Subang, Kini jadi Kawasan Industri Baru di Jawa Barat

Mengenal Desa Sawangan Kabupaten Subang, Kini jadi Kawasan Industri Baru di Jawa Barat

Subang34 menit lalu
Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Nasional10 jam lalu
Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Nasional11 jam lalu
Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

Subang12 jam lalu
Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Subang12 jam lalu
13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

Lifestyle12 jam lalu
Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Subang12 jam lalu
Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Subang12 jam lalu
Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Nasional12 jam lalu