Anak 7 Tahun Lahir Tanpa Tempurung Kepala Dapat Bantuan dari Baznas Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang, senyum kecil Ulfa masih mampu menghangatkan hati kedua orang tuanya. Di balik senyum itu, tersimpan perjuangan panjang yang sudah dijalani sejak ia lahir. Ulfa, yang kini berusia 7 tahun, terlahir dengan kelainan bawaan berupa tidak terbentuknya tempurung kepala. Kondisi langka tersebut membuat masa kecilnya berbeda dengan anak-anak seusianya.
Sejak bayi, ia harus bolak-balik menjalani perawatan medis dan hingga kini sudah empat kali menjalani operasi. Namun perjuangan itu belum berakhir, hingga saat ini Ulfa masih harus rutin menjalani pengobatan di Rumah Sakit Welas Asih, Bandung.
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, perjalanan menuju rumah sakit menjadi tantangan tersendiri. Kondisi kepala Ulfa yang belum terbentuk sempurna membuatnya sangat rentan terhadap benturan.
Bahkan perjalanan menggunakan sepeda motor yang biasa dilakukan masyarakat menjadi pilihan yang berisiko bagi keselamatannya.
Melihat kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang kembali hadir melalui Program Subang Cageur.
Pada Jumat (31/7/2026), bantuan kesehatan disalurkan langsung kepada keluarga Ulfa oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Subang, H. T. Munandar Hilmi, S.Pd., didampingi Kepala Bagian Bidang II dan Kepala Staf BAZNAS Kabupaten Subang.
Munandar mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang sedang menghadapi ujian kesehatan.
"Ulfa sejak lahir menghadapi ujian yang sangat berat. Alhamdulillah sekarang usianya sudah tujuh tahun, tetapi perjuangannya masih panjang karena masih harus menjalani pengobatan secara rutin. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarganya," ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
BAZNAS Subang Menyiapkan Ambulans Gratis
Tak hanya memberikan bantuan biaya pengobatan, BAZNAS Kabupaten Subang juga menyiapkan layanan ambulans gratis untuk mengantar dan menjemput Ulfa setiap kali menjalani pengobatan di Bandung.
Menurut Munandar, layanan tersebut diberikan agar proses pengobatan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman. Mengingat kondisi Ulfa yang tidak memungkinkan melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan roda dua.
"Kami siap menyediakan mobil ambulans gratis agar Ulfa bisa berobat dengan lebih aman. Mudah-mudahan ikhtiar kecil ini dapat membantu proses kesembuhannya," katanya.
Program Subang Cageur merupakan salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Subang kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang kesehatan.
Bagi keluarga Ulfa, bantuan itu bukan sekadar bantuan materi. Kehadiran BAZNAS menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri menghadapi ujian yang sudah dijalani selama tujuh tahun terakhir.
"Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga, memperlancar proses pengobatan Ulfa, serta menjadi ikhtiar bersama dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Zakat adalah amanah umat yang harus kembali menjadi harapan bagi mereka yang sedang berjuang," pungkas Munandar.(hdi/sep)
