Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Apdesi Purwakarta Terkendala Lahan KDMP, 80 Persen Desa Kesulitan

M
MaldiansyahEditor: Dede SM
|19:00 WIB
Bagikan:
Apdesi Purwakarta Terkendala Lahan KDMP, 80 Persen Desa Kesulitan
APDESI Kabupaten Purwakarta menghadapi kendala utama berupa keterbatasan lahan dalam merealisasikan program Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP). (Maldiansyah/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Purwakarta menghadapi kendala utama berupa keterbatasan lahan dalam merealisasikan program Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP), sehingga baru sekitar 20 persen desa yang dapat memulai pembangunan pada 2026.

Ketua APDESI Provinsi Jawa Barat Denden Pranayuda mengatakan, hasil rapat koordinasi menunjukkan mayoritas desa mengalami persoalan serupa terkait ketersediaan lahan.

“Dari 192 desa di Purwakarta, sekitar 80 persen kepala desa melaporkan kesulitan mencari tanah yang memenuhi syarat,” ujarnya melalui sambungan seluler oleh Pasundan Ekspres.

Menurutnya, lahan yang tersedia umumnya tidak memenuhi kriteria teknis, baik dari sisi akses, kesuburan, maupun ketersediaan sumber air. Bahkan, sebagian tanah desa dinilai belum layak untuk mendukung program tersebut.

KDMP sendiri membutuhkan lahan minimal 3 hingga 5 hektare per desa yang akan difungsikan sebagai pusat budidaya tanaman pangan, peternakan terpadu, serta unit pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.

Beragam kendala dihadapi di lapangan, mulai dari lokasi lahan yang terpencil tanpa akses jalan memadai, kondisi tanah yang kurang subur, hingga persoalan harga dan status kepemilikan.

“Ada pemilik tanah yang bersedia menjual atau menyewakan, tetapi harganya melonjak tinggi. Sementara anggaran pemerintah terbatas, dan sebagian lahan statusnya belum jelas,” kata Denden.

Apdesi Usulkan Solusi

APDESI telah mengusulkan sejumlah solusi, di antaranya pemberian insentif dari pemerintah pusat dan daerah, kemudahan perizinan, hingga skema kerja sama bagi hasil antara desa dan pemilik lahan.

“Kami tidak ingin program ini hanya menjadi wacana. Kami terus berkomunikasi dengan semua pihak agar ada solusi konkret,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Kecamatan Babakan Cikao, Beni Ramdani, menyebut hingga kini belum ada desa di wilayahnya yang membangun KDMP akibat kendala lahan.

“Semua desa mengaku kesulitan mencari tanah. Padahal, KDMP menjadi harapan warga untuk mandiri pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika persoalan lahan dapat teratasi, masyarakat diyakini akan antusias mendukung program tersebut.

“Kalau lahannya tersedia, kami optimistis program ini bisa berjalan dan membantu ketahanan pangan desa,” pungkasnya.(mas/ded)

Berita Terbaru

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Lifestyle2 menit lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Olahraga54 menit lalu
Bukan Cuma Balapan, Ini Dia Jadwal Musisi dan Konser di MotoGP Mandalika 2026

Bukan Cuma Balapan, Ini Dia Jadwal Musisi dan Konser di MotoGP Mandalika 2026

Lifestyle55 menit lalu
Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Subang2 jam lalu
Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional2 jam lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional3 jam lalu
Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang3 jam lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional3 jam lalu
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional4 jam lalu