Bupati Reynaldy: Program Nyaah ka Indung Sasar 1.500 Lansia di Subang

SUBANG - Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita menyampaikan, program sosial Nyaah Ka Indung dinilai konsisten membantu para lansia di Kabupaten Subang tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Hal tersebut disampaikan Reynaldy saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Ulang Tahun ke-78 Kabupaten Subang beberapa waktu lalu.
Ia menyampaikan, program yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat itu hingga kini masih berjalan dengan baik di Subang.
“Salah satu program yang Pak Gubernur canangkan, di Kabupaten Subang sampai hari ini masih berjalan yaitu Nyaah Ka Indung,” ujar Reynaldy.
Menurutnya, setiap bulan sekitar 1.500 ibu-ibu lansia mendapatkan bantuan dari para Aparatur Sipil Negara (ASN). Program ini sepenuhnya bersumber dari donasi sukarela ASN tanpa membebani keuangan daerah.
“Alhamdulillah setiap bulannya ada sekitar 1.500 lansia kita urus oleh seluruh ASN tanpa dana APBD dan hampir terkumpul sekitar Rp260 juta tiap bulannya,” ungkapnya.
Ia menilai, kepedulian ASN di Subang patut diapresiasi. Di tengah kebutuhan pribadi, para ASN masih menyisihkan sebagian penghasilannya secara ikhlas untuk membantu para ibu lansia di lingkungan masing-masing.
“Alhamdulillah ASN Kabupaten Subang di sela-sela kebutuhannya masih menyisihkan pendapatannya dengan keikhlasan untuk memberikan kepada ibu-ibu lansia,” kata Reynaldy.
Reynaldy juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh ASN yang dinilainya memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, khususnya para lansia.
Ia menyebut, kehadiran program ini membuat para lansia memiliki “anak asuh” yang memperhatikan kebutuhan mereka di masa tua.
“Saya juga berterima kasih kepada seluruh ASN yang begitu peka dan ingin memberikan yang terbaik untuk ibu-ibu lansia di Kabupaten Subang sehingga setidaknya di masa-masa tuanya mereka mempunyai anak asuh,” tuturnya.
Bahkan, secara pribadi Reynaldy turut ambil bagian dalam program tersebut dengan memiliki 12 ibu asuh yang rutin ia bantu setiap bulan sejak awal menjabat sebagai bupati.
“Saya sendiri hari ini punya 12 ibu asuh yang tiap bulannya saya berikan santunan. Itu berjalan dari awal kami menjabat sampai hari ini,” jelasnya.
Bantuan Program Nyaah ka Indung Berupa Sembako dan Uang Tunai
Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Subang, Eka Rosdiman menyampaikan, program ini bersumber dari kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Subang yang secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilannya.
"Ini merupakan bentuk kepedulian ASN kepada para ibu, khususnya yang membutuhkan,” terangnya saat diwawancara Pasundan Ekspres beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, mekanisme pengumpulan dana dilakukan secara kolektif melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing dinas maupun kecamatan. Dana tersebut kemudian disetorkan melalui perbankan ke rekening Baznas.
Selanjutnya, dana yang telah terkumpul dikelola oleh Baznas dan dikembalikan kembali ke UPZ dalam bentuk paket bantuan.
Bantuan tersebut terdiri dari sembako seperti beras, mie instan, minyak goreng, serta tambahan uang tunai sebesar Rp100 ribu untuk setiap penerima.
“Untuk di lingkungan Setda, bantuan disalurkan di wilayah 8 kelurahan. Sementara di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), masing-masing unit menyalurkan secara mandiri sesuai data penerima,” jelasnya.
Eka juga mengungkapkan bahwa kontribusi ASN dalam program ini cukup signifikan. Setiap pejabat eselon II dan III menyumbang sebesar Rp200 ribu per bulan, yang kemudian diakumulasikan untuk mendukung keberlangsungan program.
Program Nyaah ka Indung sendiri, kata Eka, telah berjalan selama satu tahun dan dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membantu kebutuhan dasar para ibu lansia di Kabupaten Subang.
“Harapannya program ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang terlibat, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” pungkas Eka.(cdp/ysp)
