Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kades Kasomalang Kulon Bantah Adanya Aktivitas Kembali Tambang, Fokus Reklamasi oleh Pengusaha

H
Hadi MartadinataEditor: Egi
|05:40 WIB
Bagikan:
Kades Kasomalang Kulon Bantah Adanya Aktivitas Kembali Tambang, Fokus Reklamasi oleh Pengusaha
Kades Kasomalang Kulon H. Amir

SUBANG-Kepala Desa (Kades) Kasomalang Kulon H. Amir mengklarifikasi terkait adanya aktivitas kembali penambangan di Desa Kasomalang Kulon.

Kegiatan tersebut bukanlah penambangan baru, melainkan proses reklamasi lahan bekas tambang yang sebelumnya ngegantung.

Dalam keterangannya kepada Pasundan Ekspres Senin (4/8/2025) malam, H. Amir menjelaskan aktivitas tersebut dilakukan atas dasar surat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang memerintahkan agar tebing curam di wilayah tersebut segera dibenahi untuk mencegah potensi longsor, terutama saat musim hujan.

"Karena ini menyangkut keselamatan warga dan lahan orang lain, maka tebing curam itu harus dirapikan. Sekarang tidak boleh ada kegiatan menambang, tapi reklamasi harus diselesaikan," tegas H. Amir.

Ia menambahkan, dulunya proses reklamasi sempat terhenti karena tambang ditutup. Kini, pemerintah desa justru mendorong agar perusahaan tambang yang sebelumnya beroperasi segera menyelesaikan kewajibannya.

"Reklamasi itu wajib diselesaikan dulu sebelum bisa mengajukan izin lagi. Kalau belum beres reklamasi, tidak bisa mengajukan izin," ujarnya.

H. Amir juga menyebut dirinya telah dipanggil oleh Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat untuk membahas hal ini. Ia menekankan bahwa aturan pertambangan saat ini jauh lebih ketat dan tidak bisa lagi dibiarkan seperti dulu.

Sebagai contoh, PT RSM yang beroperasi di Desa Bunihayu, di mana lahan bekas tambang direklamasi dan bahkan ditanami semangka sebagai bentuk pemulihan lingkungan.

"Tebing-tebing yang dulu dibiarkan menggantung, sekarang harus segera diratakan. Kepala desa tidak akan mengorbankan keselamatan warga dan tanah orang lain," ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta pihak terkait segera meratakan bagian-bagian lahan yang masih cekung atau curam. "Nu legok-legok kudu segera diratakeun," tutupnya.(ijl/hdi/sep)

Berita Terbaru

Indonesia Peringkat Pertama Negara dengan Ketidakpercayaan Publik terhadap Polisi Tertinggi pada 2026

Indonesia Peringkat Pertama Negara dengan Ketidakpercayaan Publik terhadap Polisi Tertinggi pada 2026

Nasional7 menit lalu
Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Diperluas, Kelompok Desil 7-8 Bakal Ditanggung Pemerintah

Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Diperluas, Kelompok Desil 7-8 Bakal Ditanggung Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sejumlah Desa di Kecamatan Bojong, Pohon Tumbang Putus Jaringan Listrik

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sejumlah Desa di Kecamatan Bojong, Pohon Tumbang Putus Jaringan Listrik

Purwakarta1 jam lalu
Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Riset dan Inovasi2 jam lalu
Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Riset dan Inovasi2 jam lalu
Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Nasional2 jam lalu
Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Olahraga3 jam lalu
Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Headline3 jam lalu
DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

Headline3 jam lalu