Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Situs Nyai Subang Larang: Jejak Awal Islam di Tanah Pajajaran

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|16:00 WIB
Bagikan:
Sejarah Situs Nyai Subang Larang: Jejak Awal Islam di Tanah Pajajaran
Ecomuseum: Situs Nyi Subang Larang | kumparan.com

PASUNDANEKSPRES.ID - Sejarah situs nyai subang larang merupakan salah satu peninggalan bersejarah penting di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Terletak di Desa Nanggerang, Kecamatan Binong, situs ini menjadi saksi perjalanan spiritual dan kultural masyarakat Sunda sejak masa Kerajaan Pajajaran.

Selain dikenal sebagai petilasan tokoh legendaris, situs ini juga menjadi pusat ziarah dan refleksi sejarah penyebaran Islam di Tatar Sunda.

Tokoh di Balik Situs: Nyai Subang Larang

Nyai Subang Larang dikenal pula dengan nama Kubang Kencana Ningrum adalah tokoh perempuan yang dihormati dalam sejarah Jawa Barat. Ia merupakan putri dari Ki Gedeng Tapa, seorang syahbandar di pelabuhan Muara Jati (Cirebon) pada awal abad ke-15.

Sejak muda, Nyai Subang Larang dikenal cerdas dan religius. Ia menimba ilmu agama Islam di Pesantren Quro, Karawang, di bawah bimbingan Syekh Hasanuddin atau Syekh Quro, seorang ulama asal Campa. Dari sinilah ia memperoleh dasar keilmuan agama yang kuat sekaligus menjadi santri perempuan pertama yang dikenal dalam sejarah penyebaran Islam di tanah Sunda.

Kecerdasan dan kepribadiannya menarik perhatian Raden Pamanah Rasa, putra Raja Pajajaran yang kemudian naik tahta bergelar Prabu Siliwangi.

Dari pernikahan mereka lahirlah tiga tokoh besar yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa Barat:

Raden Walangsungsang (Pangeran Cakrabuana) – pendiri Kesultanan Cirebon.

Nyai Lara Santang – ibu dari Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo.

Raden Kian Santang – tokoh penyebar Islam di wilayah Garut dan Tasikmalaya.

Dengan demikian, melalui keturunan Nyai Subang Larang, Islam menyebar luas di wilayah barat Pulau Jawa, menjadikannya figur sentral dalam transisi budaya dari Hindu-Budha menuju Islam.

Penemuan dan Sejarah Situs

Situs Nyai Subang Larang ditemukan pada tahun 1979 oleh seorang tokoh masyarakat setempat bernama Abah Roheman. Penemuan tersebut berawal dari adanya gundukan tanah dan sumur tua yang dianggap memiliki nilai historis dan spiritual tinggi oleh warga sekitar.

Setelah dilakukan penelusuran, lokasi tersebut diyakini sebagai petilasan atau tempat singgah Nyai Subang Larang pada masa hidupnya. Seiring waktu, kawasan ini berkembang menjadi tempat ziarah dan penelitian sejarah. Pada awal 1980-an, pemerintah daerah mulai memberikan perhatian terhadap pelestarian situs ini dan menetapkannya sebagai salah satu aset cagar budaya Kabupaten Subang.

Bentuk dan Kondisi Fisik Situs

Situs ini berada di kawasan hutan jati Astana Panjang, sekitar 2 kilometer dari pusat Kecamatan Binong. Lingkungan sekitar situs masih alami dan tenang, menambah suasana sakral bagi para peziarah.

Di dalam area situs terdapat beberapa unsur penting:

Sumur tua dengan kedalaman sekitar 10 meter, yang dipercaya sebagai tempat wudhu atau sumber air Nyai Subang Larang.

Gundukan tanah berbentuk bundar dengan diameter sekitar 20 meter, yang diduga sebagai bekas struktur pemukiman atau tempat ibadah kuno.

Bebatuan besar yang tersusun alami, sebagian diyakini sebagai batu tapak dan batu petilasan.

Selain itu, masyarakat setempat masih menjaga tradisi ziarah dan haul tahunan untuk mengenang perjuangan serta keteladanan Nyai Subang Larang.

Nilai Sejarah dan Religius

Situs Nyai Subang Larang tidak hanya penting dari sisi historis, tetapi juga memiliki makna religius mendalam. Ia menjadi simbol peran perempuan dalam penyebaran Islam serta bukti akulturasi budaya Sunda dengan ajaran Islam yang damai dan toleran.

Dalam perspektif sejarah, situs ini menunjukkan adanya kesinambungan peradaban antara masa pra-Islam dan masa Islam. Temuan arkeologis seperti pecahan keramik, batuan tua, serta struktur tanah memperlihatkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat aktivitas manusia jauh sebelum masa Pajajaran.

Pelestarian dan Tantangan

Meskipun telah diakui sebagai situs bersejarah, kondisi fisik Situs Nyai Subang Larang masih memerlukan perhatian. Infrastruktur menuju lokasi, fasilitas wisata religi, serta papan informasi sejarah masih minim. Pemerintah daerah bersama masyarakat kini tengah berupaya melakukan revitalisasi kawasan situs agar dapat dijadikan sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi.

Beberapa komunitas budaya di Subang dan Cirebon juga mengadakan kegiatan rutin seperti napak tilas, seminar sejarah, dan festival budaya bertema “Jejak Nyai Subang Larang” sebagai bentuk pelestarian warisan lokal.

Berita Terbaru

600 Truk Disiapkan, Peluncuran Program Gentengisasi di Majalengka Libatkan 34 UMKM

600 Truk Disiapkan, Peluncuran Program Gentengisasi di Majalengka Libatkan 34 UMKM

Nasional21 menit lalu
Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 333 Ribu, 75 Ribu di Antaranya Balita

Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 333 Ribu, 75 Ribu di Antaranya Balita

Nasional48 menit lalu
Mahasiswa Gelar Demo 28 Oktober 2026, Ini Daftar 5 Tuntutan Demo Hari Ini!

Mahasiswa Gelar Demo 28 Oktober 2026, Ini Daftar 5 Tuntutan Demo Hari Ini!

Nasional55 menit lalu
Diskon Tiket Libur Nataru 2026/2027 Segera Berlaku, Cek Jadwal dan Ketentuannya

Diskon Tiket Libur Nataru 2026/2027 Segera Berlaku, Cek Jadwal dan Ketentuannya

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
5 Kebiasaan Kecil untuk Hidup Lebih Baik yang Wajib Kamu Coba

5 Kebiasaan Kecil untuk Hidup Lebih Baik yang Wajib Kamu Coba

Lifestyle1 jam lalu
Program Koperasi Desa Merah Putih Digugat ke MK, Dianggap Bebani Dana Desa

Program Koperasi Desa Merah Putih Digugat ke MK, Dianggap Bebani Dana Desa

Nasional1 jam lalu
BEM UI Gelar Aksi #IndonesiaSadar, 5 Tuntutan Demo 28 Oktober Singgung Kebijakan Prabowo

BEM UI Gelar Aksi #IndonesiaSadar, 5 Tuntutan Demo 28 Oktober Singgung Kebijakan Prabowo

Nasional2 jam lalu
IHSG Anjlok, Dampaknya Bisa Merembet ke Sektor Riil

IHSG Anjlok, Dampaknya Bisa Merembet ke Sektor Riil

Opini2 jam lalu
Polisi Tetapkan Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M Jadi Tersangka

Polisi Tetapkan Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M Jadi Tersangka

Nasional3 jam lalu
Puncak Grup E Jadi Taruhan, Begini Prediksi Persib vs Melbourne Victory Malam Ini

Puncak Grup E Jadi Taruhan, Begini Prediksi Persib vs Melbourne Victory Malam Ini

Olahraga3 jam lalu