Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tragedi Miras Oplosan “Gembling” di Subang, Delapan Orang Tewas, Dua Kritis

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|09:47 WIB
Bagikan:
Tragedi Miras Oplosan “Gembling” di Subang, Delapan Orang Tewas, Dua Kritis
subang.info

SUBANG, PASUNDANEKSPRES.ID - Kabupaten Subang kembali diguncang tragedi miras oplosan. Sedikitnya delapan orang dilaporkan meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman keras jenis “Gembling” yang diduga dicampur serbuk minuman energi.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Minggu malam (8/2/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban membeli miras oplosan tersebut di sebuah toko yang berada di sekitar area Atelir, Subang Kota, sebelum akhirnya dikonsumsi secara bersama-sama.

Tak berselang lama setelah diminum, para korban mulai menunjukkan gejala keracunan berat, seperti mual, muntah, tubuh lemas, hingga kehilangan kesadaran. Mereka sempat dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Subang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun nahas, delapan nyawa tak berhasil diselamatkan.

Enam korban dinyatakan meninggal dunia di RSUD Subang (Ciereng), yakni A.R. (42), T.S.A. (37), A.Z. (43), Y.W. (49), A.D.A. (perempuan), dan I.B. (40). Sementara dua korban lainnya, F. (21) dan A.H.M. (54), meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS PTPN Subang.

Selain korban meninggal, dua orang lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif di IGD RSUD Subang dan dilaporkan dalam kondisi kritis.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polres Subang bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpoldam) Subang tengah melakukan penyelidikan mendalam. Aparat fokus menelusuri asal-usul miras oplosan yang dikonsumsi para korban, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peredaran miras ilegal tersebut.

Kasatpoldam Subang, Filbert Gunadi, menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras ilegal di wilayah Kabupaten Subang.

“Sebagai penegak Perda, kami akan melakukan operasi pengawasan di lokasi-lokasi yang berpotensi menjual miras ilegal. Peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan. Jauhi konsumsi miras oplosan yang jelas membahayakan nyawa,” tegas Filbert.

Hingga saat ini, kasus tragis tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib. Tragedi ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat tentang bahaya miras oplosan yang kerap memakan korban jiwa.

Berita Terbaru

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Lifestyle28 menit lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Olahraga1 jam lalu
Bukan Cuma Balapan, Ini Dia Jadwal Musisi dan Konser di MotoGP Mandalika 2026

Bukan Cuma Balapan, Ini Dia Jadwal Musisi dan Konser di MotoGP Mandalika 2026

Lifestyle1 jam lalu
Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Subang2 jam lalu
Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional3 jam lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional3 jam lalu
Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang3 jam lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional4 jam lalu
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional4 jam lalu