Tragedi Miras Oplosan “Gembling” di Subang, Delapan Orang Tewas, Dua Kritis

SUBANG, PASUNDANEKSPRES.ID - Kabupaten Subang kembali diguncang tragedi miras oplosan. Sedikitnya delapan orang dilaporkan meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman keras jenis “Gembling” yang diduga dicampur serbuk minuman energi.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Minggu malam (8/2/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban membeli miras oplosan tersebut di sebuah toko yang berada di sekitar area Atelir, Subang Kota, sebelum akhirnya dikonsumsi secara bersama-sama.
Tak berselang lama setelah diminum, para korban mulai menunjukkan gejala keracunan berat, seperti mual, muntah, tubuh lemas, hingga kehilangan kesadaran. Mereka sempat dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Subang untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun nahas, delapan nyawa tak berhasil diselamatkan.
Enam korban dinyatakan meninggal dunia di RSUD Subang (Ciereng), yakni A.R. (42), T.S.A. (37), A.Z. (43), Y.W. (49), A.D.A. (perempuan), dan I.B. (40). Sementara dua korban lainnya, F. (21) dan A.H.M. (54), meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS PTPN Subang.
Selain korban meninggal, dua orang lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif di IGD RSUD Subang dan dilaporkan dalam kondisi kritis.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polres Subang bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpoldam) Subang tengah melakukan penyelidikan mendalam. Aparat fokus menelusuri asal-usul miras oplosan yang dikonsumsi para korban, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peredaran miras ilegal tersebut.
Kasatpoldam Subang, Filbert Gunadi, menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras ilegal di wilayah Kabupaten Subang.
“Sebagai penegak Perda, kami akan melakukan operasi pengawasan di lokasi-lokasi yang berpotensi menjual miras ilegal. Peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan. Jauhi konsumsi miras oplosan yang jelas membahayakan nyawa,” tegas Filbert.
Hingga saat ini, kasus tragis tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib. Tragedi ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat tentang bahaya miras oplosan yang kerap memakan korban jiwa.
