Warga Patimban Kecewa, Banjir Rendam Ratusan Rumah Namun Wakil Rakyat Tak Kunjung Hadir

PASUNDANEKSPRES.ID - Kekecewaan mendalam menyelimuti warga Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang. Di tengah kepungan banjir yang merendam ratusan rumah, kehadiran para wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V DPRD Kabupaten Subang justru tak kunjung terlihat.
Sejumlah wilayah terdampak parah akibat banjir, khususnya Dusun Galian, Siwalan, dan Genteng. Namun hingga Rabu (28/1/2026), warga mengaku belum melihat satu pun anggota legislatif turun langsung ke lokasi bencana untuk meninjau kondisi konstituennya. Ironisnya, ketidakhadiran tersebut termasuk dari anggota dewan yang berdomisili di Kecamatan Pusakanagara.
Salah seorang warga Dusun Galian, Kosim, meluapkan kekesalannya terhadap sikap para politisi yang dinilai hanya hadir saat membutuhkan suara rakyat. Menurutnya, kondisi ini sangat kontras dengan sikap para calon legislatif saat masa kampanye lalu.
“Dulu sebelum terpilih, semuanya rajin berkeliling, menebar janji, dan menarik simpati kami. Tapi sekarang, ketika masyarakat yang memilih mereka sedang tertimpa musibah banjir, mereka seolah menutup mata dan mengabaikan kami,” ujar Kosim dengan nada getir.
Kosim menambahkan, penderitaan warga semakin lengkap lantaran selain absennya anggota DPRD, respons Pemerintah Daerah (Pemda) Subang juga dinilai lamban dalam menangani bencana di lapangan. Hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya pejabat daerah yang datang langsung untuk melihat kondisi banjir dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
“Sampai hari ini, belum ada satu pun anggota dewan dari Dapil V yang menampakkan batang hidungnya di Patimban, khususnya Dusun Galian. Jangankan wakil rakyat, dari pemerintah daerah pun belum ada yang datang melihat langsung penderitaan kami,” tambahnya.
Warga sangat menyayangkan sikap dingin para wakil rakyat yang seharusnya menjadi penyambung aspirasi masyarakat. Mereka berharap para anggota DPRD memiliki kepekaan nurani untuk hadir di tengah situasi sulit, bukan sekadar muncul saat kampanye dan menyampaikan janji manis.
“Jangan hanya datang saat butuh suara. Datanglah saat rakyat sedang susah seperti sekarang. Kami ingin mereka melihat langsung dampak banjir yang kami alami,” tutup Kosim
