Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

PMII Soroti Ribuan Ruang Kelas Rusak, Kritik Pemkab Sering Gelar Kegiatan Seremoni

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|08:00 WIB
Bagikan:
PMII Soroti Ribuan Ruang Kelas Rusak, Kritik Pemkab Sering Gelar Kegiatan Seremoni
RUSAK: Salah satu ruang kelas di salah satu sekolah di Bandung Barat rusak berat, sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyoroti kondisi pendidikan di wilayah Bandung Barat yang dinilai masih jauh dari semangat kebangkitan nasional dan pembangunan pendidikan.

Melalui opini yang ditulis aktivis PMII KBB, Deden Abdul Hamid Alhamdani, organisasi mahasiswa tersebut mengkritik maraknya seremoni peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dianggap tidak sebanding dengan kondisi riil pendidikan di lapangan.

Menurut Deden, masih banyak persoalan mendasar pendidikan di Bandung Barat yang belum terselesaikan, mulai dari kerusakan ruang kelas hingga kekosongan kepala sekolah definitif di ratusan sekolah. "Bagaimana kita bisa berbicara mutu pendidikan jika kondisi fisik sekolah saja tidak aman. Data menunjukkan lebih dari 75 persen ruang kelas di Bandung Barat berada dalam kondisi rusak," ujar Deden dalam keterangannya.

Ia menyebut, saat ini terdapat sekitar 1.079 ruang kelas rusak berat, 1.266 rusak sedang, dan 1.530 rusak ringan di Bandung Barat. Kondisi tersebut dinilai mengancam keselamatan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.

PMII KBB Soroti Tata Kelola Pendidikan yang Belum Optimal

Selain persoalan infrastruktur, PMII KBB juga menyoroti tata kelola pendidikan yang dinilai belum optimal. Tercatat sebanyak 272 SD dan SMP di Bandung Barat masih belum memiliki kepala sekolah definitif. "Sekolahnya hampir roboh, sementara kepala sekolah definitif juga belum ada. Ini menjadi gambaran bahwa sistem pendidikan kita masih belum tertata dengan baik," katanya.

PMII KBB menilai persoalan pendidikan tersebut berkaitan erat dengan kondisi kemiskinan masyarakat yang masih terjadi di sejumlah wilayah Bandung Barat, khususnya daerah pelosok seperti Gununghalu dan Rongga.

Menurutnya, pendidikan seharusnya menjadi sarana utama untuk memutus rantai kemiskinan. Namun kondisi sekolah yang rusak justru dinilai mempersempit peluang anak-anak di daerah untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Dalam opininya, PMII KBB juga meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi lebih memprioritaskan langkah konkret untuk memperbaiki kondisi pendidikan.

Mereka mendesak agar pemerintah segera menyusun langkah darurat atau Emergency Action Plan untuk mempercepat perbaikan ribuan ruang kelas rusak serta mempercepat pelantikan kepala sekolah definitif di sekolah-sekolah yang masih kosong. "Bagi kami, kebangkitan sejati bukan diukur dari ramainya seremoni, tetapi ketika anak-anak di pelosok bisa belajar dengan aman tanpa takut tertimpa atap sekolah yang rusak," pungkasnya.(ijr/sep)

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline11 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat12 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta12 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang13 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle13 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang13 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta13 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta13 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang14 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang14 jam lalu