Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bea Cukai Soekarno Hatta Bebaskan Bantuan Alat Belajar Milik SLB Usai Viral Barang Ditagih Ratusan Juta

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|10:31 WIB
Bagikan:
Bea Cukai Soekarno Hatta Bebaskan Bantuan Alat Belajar Milik SLB Usai Viral Barang Ditagih Ratusan Juta
Bea Cukai Soekarno Hatta pastikan membebaskan bantuan alat belajar milik SLB-A Pembina Tingkat Nasional. (Foto: Instagram @smindrawati)

PASUNDAN EKSPRES - Bea Cukai Soekarno Hatta pastikan membebaskan bantuan alat belajar milik SLB usai viral barang tersebut ditagih ratusan juta hingga tertahan dua tahun.

Sebelumnya, media sosial X diramaikan dengan cuitan salah satu akun @ijalzaid yang menceritakan bahwa dirinya menerima bantuan alat pembelajaran siswa tunanetra dari suatu perusahaan Korea Selatan, namun ditahan oleh Bea Cukai Soekarno Hatta.

Diketahui, bantuan alat pembelajaran tersebut berupa taptilo sebanyak 20 buah yang dikirimkan dari OHFA Tech asal Korea Selatan untuk SLB-A Pembina Tingkat Nasional.

Barang tersebut telah tiba di Indonesia sejak 18 Desember 2022, namun malah tertahan oleh Bea Cukai Soekarno Hatta dan diminta untuk melengkapi sejumlah syarat agar barang tersebut dapat diambil.

Rizal, sang pemilik akun @ijalzaid sekaligus penerima hibah tersebut diminta untuk membayar tagihan bea masuk dan biaya penyimpanan gudang yang dihitung per hari yang nilainya mencapai ratusan juta.

Adapun, pihak sekolah telah mengirimkan dokumen yang dibutuhkan namun karena barang merupakan prototipe yang masih dalam tahap perkembangan serta barang merupakan hibah sehingga tidak ada harga untuk barang tersebut.

Rizal menuturkan pihak sekolah mendapat email tentang penetapan nilai barang sebesar Rp 361.039.239 dan mengirim sejumlah dokumen di antaranya konfirmasi setuju bayar PIBK (Pemberitahuan Barang Impor Khusus) sebesar Rp 116 juta, lampiran surat kuasa, NPWP sekolah, dan lampiran bukti bayar pembelian.

Pihak sekolah pun keberatan dengan biaya yang ditetapkan Bea Cukai dan memilih membiarkan bantuan alat belajar tersebut tertahan di gudang Bea Cukai Soekarno Hatta hingga 2 tahun lamanya.

Netizen pun langsung menggeruduk akun media sosial Bea Cukai dan mengeluhkan barangnya banyak tertahan di Bea Cukai dan harus membayar tagihan yang tidak wajar.

Kasus tertahannya bantuan alat belajar milik SLB itu sampai terdengar oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani yang segera menuntaskan kasus tersebut.

Sri Mulyani pun menggelar pertemuan dengan jajaran pimpinan Bea Cukai di Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Soekarno Hatta dan mendengarkan laporan mengenai beragam isu yang muncul terkait layanan publik dan penanganan oleh Bea Cukai.

"Saya telah meminta kepada Bea Cukai untuk segera menyelesaikan masalah ini, termasuk kebutuhan di dalam kelengkapan dokumentasi dan juga perlakuan bea masuk yang bisa dikecualikan untuk barang hibah, apalagi untuk keperluan sekolah luar biasa," ucap Sri Mulyani dalam akun Instagramnya, @smindrawati, Minggu (28/4).

Sri Mulyani memastikan Bea Cukai Soekarno Hatta dapat menyelesaikan kasus tersebut pada hari Senin (29/4) dan meminta jajaran Bea Cukai untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mengedukasi peraturan-peraturan yang merupakan aturan dari lembaga terkait.

Sementara itu, Staf Khusus Kementerian Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan kasus tertahannya bantuan alat belajar milik SLB itu melalui akun media sosial pribadinya.

"Senin besok dirilis dan sdh koordinasi dg SLB," tulis Yustinus dalam akun X pribadinya, @prastow, Minggu (28/4).

Barang berupa taptilo itu rencananya akan diserahkan Bea Cukai Soekarno Hatta ke pihak SLB-A Pembina Tingkat Nasional pada Senin, 29 April 2024. (inm)

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional21 menit lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta41 menit lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang1 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang1 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga2 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional2 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle2 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang2 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle2 jam lalu