Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dedi Mulyadi: Saya Bukan Anti Tambang, Tapi Tak Mau Kaum Proletar Diperalat Kaum Borjuis

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|11:47 WIB
Bagikan:
Dedi Mulyadi: Saya Bukan Anti Tambang, Tapi Tak Mau Kaum Proletar Diperalat Kaum Borjuis
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan dirinya bukan anti pertambangan, tapi tak mau kaum Floretar diperalat kaum Borjuis.

PASUNDANEKSPRES.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan dirinya bukan anti pertambangan, tapi tak mau kaum proletar diperalat kaum borjuis.

Pernyataan itu disampaikan Dedi melalui unggahan video di kanal YouTube pribadinya pada Jumat (31/10/2025).

Dalam video berdurasi sekitar beberapa menit itu, Dedi tampak mengenakan ikat kepala putih dan pakaian serba putih, ciri khas yang melekat pada sosoknya sejak lama.

“Jadi gini Pak, yang kita cari hari ini adalah pembangunan yang berkeadilan. Di sektor tambang, kita bukan anti penambangan, karena bagaimanapun bahan tambang diperlukan untuk pembangunan. Tapi yang kita tolak adalah jika tambang itu hanya dinikmati oleh beberapa pihak, sementara kerusakannya dirasakan oleh semua orang,” ujar Dedi.

Dedi menilai praktik tambang yang tidak taat aturan seringkali menyebabkan kerugian sosial dan lingkungan, sementara keuntungan besar justru hanya dirasakan oleh para pemodal.

“Giliran untung hanya beberapa pihak, giliran rugi semua pihak. Orang nambang ilegal itu kan ngeruk bahan tambang tanpa beli, lewat jalan pemerintah yang dibangun dari pajak rakyat, pakai tenaga kerja tanpa BPJS, tanpa asuransi, tanpa perlindungan kerja,” kata Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengkritik pola moral para pelaku tambang ilegal yang menutupi aktivitasnya dengan kegiatan sosial semu.

“Setelah itu mereka tidak melakukan reklamasi, tidak bayar pajak, tapi pura-pura dermawan dengan bagi-bagi sembako, bangun rumah rakyat miskin. Itu kan cara membohongi masyarakat, seolah mereka pahlawan padahal menyusahkan orang lain,” ungkapnya.

Dalam refleksi sosialnya, Dedi Mulyadi mengaitkan situasi di sektor tambang dengan teori konflik sosial antara kaum borjuis dan proletar.

“Kalau zaman dulu kita belajar teori sosialisme, ada kaum borjuis dan ada kaum floretar. Kaum borjuis itu para pemilik modal, sementara proletar itu pekerja yang diperbudak. Nah sekarang di sektor tambang, yang maju kalau terjadi konflik bukan para pemodalnya, tapi para pekerjanya,” kata Dedi.

Menurutnya, para buruh tambang, sopir, operator alat berat, hingga warga lokal yang bekerja harian sering dijadikan tameng oleh pengusaha tambang.

“Yang majunya adalah karyawan, masyarakat
yang tiap hari dapat uang saku, yang tiap hari jadi kulipikul, yang tiap hari jadi sopir. Ya, yang jadi operator alat berat dan mereka sembunyi ya ributnya sama mereka sama kita kan diaduin. Jadi hari ini
adalah kaum proletar diperalat oleh kaum borjuis gitu loh Pak kan gitu ,” ujarnya.

Sikap Dedi Mulyadi itu sejalan dengan komitmennya selama ini untuk menegakkan prinsip pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan.

Dedi menilai, sektor pertambangan tidak bisa dihapuskan, tetapi harus dijalankan dengan tanggung jawab sosial, perlindungan tenaga kerja, serta reklamasi pasca-tambang.(hdi/ysp) 

Berita Terbaru

Kisah WNI Dipenjara di Malaysia Gegara Puntung Rokok, Berawal dari Denda RM1.000

Kisah WNI Dipenjara di Malaysia Gegara Puntung Rokok, Berawal dari Denda RM1.000

Nasional5 menit lalu
Total 26 Hari, Ini Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027 beserta Link SKB 3 Menteri

Total 26 Hari, Ini Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027 beserta Link SKB 3 Menteri

Nasional20 menit lalu
Keterwakilan Perempuan Duduk di DPRD Subang, Legislator Gerindra Dorong Pemberdayaan Tak Sekadar Formalitas

Keterwakilan Perempuan Duduk di DPRD Subang, Legislator Gerindra Dorong Pemberdayaan Tak Sekadar Formalitas

Subang45 menit lalu
Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Olahraga1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jawa Barat1 jam lalu
Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Subang1 jam lalu
Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Olahraga1 jam lalu
Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Nasional2 jam lalu
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

Nasional2 jam lalu
Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Subang2 jam lalu