Diperiksa Sebagai Saksi dalam Laporan Kasus Pencemaran Nama Baik, Reynaldy Penuhi Panggilan Penyidik

PASUNDANEKSPRES.ID - Orang nomor satu di Subang, Reynaldy menyambangi Polres, pada Kamis siang (27/11/2025) pukul 14.00 WIB. Kedatangannya, bukan untuk memenuhi undangan seremonial kegiatan kepolisian. Kali ini, Reynaldy datang memenuhi panggilan dari penyidik Satreskrim.
Sementara itu, Reynaldy baru keluar dari gedung Satreskrim Polres Subang sekitar pukul 20.00 WIB. Berjam-jam dia dimintai keterangan polisi. Dia dicecar 105 pertanyaan oleh penyidik.
Kedatangan Reynaldy ini berkaitan dengan laporan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disikbud) Heri Sopandi terhadap eks Kadinkes dr. Maxi.
Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, Reynaldy memberikan pernyataan singkat kepada wartawan. Ia menegaskan, kedatangannya kali ini bukan sebagai kepala daerah, melainkan sebagai warga negara yang ingin membantu proses hukum berjalan transparan dan objektif.
“Saya datang ke Polres untuk membantu pihak kepolisian. Hari ini saya datang sebagai warga negara Kabupaten Subang, bukan sebagai Bupati Subang,” ujarnya.
Reynaldy menekankan, dirinya ingin memberikan keterangan selengkap mungkin agar penyidik mendapatkan gambaran yang faktual dan menghindari berkembangnya spekulasi liar di masyarakat.
“Saya datang untuk memberikan keterangan agar dalam prosesnya Polres Subang bisa mendapatkan bukti-bukti, bisa mendapatkan klarifikasi yang seobjektif mungkin, sefaktual mungkin, agar tidak ada lagi isu-isu miring di luar tentang apa yang terjadi di Kabupaten Subang,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan komitmennya sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai hukum. “Jadi saya datang sebagai Reynaldy Putra yang taat hukum, sama di muka hukum,” kata Reynaldy.
Reynaldy: Pertanyaan Penyidik Dijawab Apa Adanya
Usai menjalani pemeriksaan panjang di Polres Subang, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mengungkapkan dirinya dicecar 105 pertanyaan oleh penyidik. “105 pertanyaan,” ujarnya kepada awak media seusai selesai diperiksa penyidik.
Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut mencakup berbagai hal yang selama ini menjadi bahan pemberitaan maupun spekulasi publik. “Ya jadi yang selama ini berkembang dan saya datang ke sini sebagai saksi dari pelaporan Pak Heri Sopandi,” jelasnya.
Menurutnya, seluruh pertanyaan yang diajukan penyidik dijawab secara detail dan apa adanya. “Ya tadi banyak pertanyaan ke kami, dan kami jelaskan semuanya secara terperinci sesuai dengan apa yang kami rasakan,” ungkapnya.
Reynaldy juga menyinggung pentingnya membedakan kritik dan fitnah dalam pemberitaan maupun opini publik. “Kalau memang saya secara pribadi menyampaikan juga bahwa hari ini saya datang ke sini sebagai saksi dan saya ingin menyampaikan bahwa produk jurnalis dan lain-lain bedakan mana yang namanya kritik, mana yang namanya fitnah,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa tuduhan yang selama ini diarahkan kepadanya tidak memiliki dasar apa pun. “Sehingga saya datang ke sini untuk menjelaskan bahwa selama ini apa yang dituduhkan ke saya pribadi itu sama sekali tidak ada, sama sekali tidak terbukti. Dan mungkin bisa dicek ke seluruh OPD apakah ada yang diperintahkan ini itu,” tuturnya.
Selain itu, Reynaldy juga menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat Kabupaten Subang agar tidak terpengaruh isu-isu yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan.
“Kepada masyarakat Kabupaten Subang saya mengimbau, saya menyampaikan, yuk bareng-bareng. Saya ini sedang membangun Kabupaten Subang,” kata Reynaldy.
Ia menyebut, polemik dan tuduhan yang tidak berdasar justru berpotensi menghambat tugas dan pelayanan pemerintah daerah. “Sehingga saya mohon doanya agar masyarakat juga mendukung, jangan sampai hal-hal seperti ini malah mengganggu roda pemerintahan Kabupaten Subang,” ucapnya.
Reynaldy juga memberikan peringatan tegas kepada pihak yang diduga terus menyebarkan fitnah. “Mohon jadi catatan, saya secara pribadi bukan sebagai bupati menyampaikan, bagi pihak yang masih menggoreng-goreng ini, membuat fitnah… ingat, kritik itu saya terbuka, kebijakan apa pun saya terbuka. Tapi ketika menyangkut fitnah, dalam waktu dekat tidak menutup kemungkinan saya akan mengambil langkah hukum,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa isu-isu tersebut sangat mengganggu aktivitasnya sebagai kepala daerah. “Secara pribadi saya ini sangat terganggu. Harusnya saya bisa mengontrol jalan-jalan, mengontrol sekolah-sekolah, penyerapan anggaran, dan lain-lain, terganggu dengan hal seperti ini,” ungkapnya.
Reynaldy meminta dukungan publik atas langkah yang sedang ia tempuh untuk memperbaiki dan meningkatkan tata kelola pemerintahan.
“Maka dari itu saya mohon doa ke masyarakat. Hari ini saya sedang berikhtiar, berjuang untuk memberantas masalah-masalah yang ada di Kabupaten Subang,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, dirinya mengetahui pihak-pihak yang memicu kegaduhan ini. “Kita sama-sama tahu yang membuat ini ramai siapa-siapa saja,” jelasya.
Dokter Maxi Sudah Dimintai Keterangan Lebih Dulu
Sebelumnya, Eks Kadinkes Subang dr. Maxi telah dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara yang dilaporkan oleh Heri Sopandi. Dia memenuhi panggilan penyidik dengan datang sendiri pada Senin (24/11/2025).
Dokter Maxi dimintai klarifikasi oleh polisi atas laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan oleh Kepala Disdikbud Subang Heri Sopandi.
Menurutnya, proses pemeriksaan berlangsung lancar. Ia mengapresiasi perlakuan penyidik yang dinilainya profesional dan humanis. “Saya tadi menjalani undangan ini dengan sangat baik, teman-teman penyidik juga sangat humanis. Hak saya dipenuhi, pada saat saya harus istirahat, makan, minum saya dijamin,” ucapnya.
Dokter Maxi menjelaskan, ia telah menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan penyidik, yang jumlahnya mencapai sekitar 50 pertanyaan.
“Semua keterangan sudah saya sampaikan ke penyidik, kurang lebih 50 pertanyaan,” jelas Maxi.
Ia juga menyatakan kepercayaan penuh terhadap Polres Subang untuk menangani perkara tersebut secara profesional.
“Saya percaya Polres Subang dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik, sangat profesional,” ungkapnya.
Terkait materi pemeriksaan, dr. Maxi menyerahkan sepenuhnya kepada kewenangan penyidik. “Infonya semua keterangan sudah saya sampaikan ke penyidik. Itu barangkali menjadi kewenangan penyidik,” terangnya.
Dokter Maxi menyebut, dirinya mulai diperiksa sekitar pukul 13.30 WIB. Kedatangannya yang mendadak membuatnya belum sempat menginformasikan kepada tim penasihat hukumnya.(cdp/ysp)
