Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Hidup Dalam Ancaman Banjir Rob, Masyarakat Desa Anggasari Minta Solusi Konkret Pemda Subang

M
Muhammad FaisalEditor: Yusup Suparman
|08:56 WIB
Bagikan:
Hidup Dalam Ancaman Banjir Rob, Masyarakat Desa Anggasari Minta Solusi Konkret Pemda Subang
PEDULI LINGKUNGAN: Salah satu warga Desa Anggasari Kecamatan Sukasari, Asep Aminudin atau biasa disapa Mang Pepe, sedang membersihkan sampah di sekitar tanaman mangrove. Muhammad Faishal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Masyarakat Desa Anggasari Kecamatan Sukasari harus menghadapi kenyataan banjir rob. Permasalahan ini sudah berlangsung lama. Mereka menanti solusi konkret dari pemda untuk mengatasi persoalan tersebut.

Berdasarkan data dari BPBD Subang tahun 2025, terdapat 489 KK dengan 1467 jiwa yang terdampak banjir rob.
Adapun jumlah rumah yang terdampak yakni sebanyak 413 rumah dengan kondisi 182 rusak berat dan 231 rusak sedang.
Selain itu, sebanyak 40 sawah dan 443 tambak juga terdampak banjir rob di Desa Anggasari.

Salah satu warga sekitar, Asep Aminudin atau biasa disapa Mang Pepe menyebutkan, meskipun tidak hujan, wilayahnya tersebut tetap berpotensi kebanjiran karena air laut yang meluap.

"Sekarang biasanya banjir dari hulu, sekarang dari hilir disebabkan pasang air rob yang tidak beraturan," ucapnya pada Pasundan Ekspres.
Berangkat dari sana, ia mengajak masyarakat sekitar pesisir untuk dapat menjaga lingkungan sekitar dengan berbagai upaya.
"Kami mengajak masyarakat sekitar untuk berbenah diri dengan melakukan pemungutan sampah, memberikan sampah edukasi agar tidak buang ke kali, serta penanaman mangrove," ucapnya.

Pepe menambahkan, pasca adanya kejadian banjir yang tidak menentu, warganya mencoba untuk membiasakan menanam mangrove sendiri, terutama kepada petani tambak.

"Hal ini karena hasil dari menanam mangrove bagus untuk kesejahteraan. Para petani tambak bisa mencari nafkah di tempat tersebut," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, warga Desa Anggasari telah meminta kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan solusi dari bencana alam ini.
"Kami meminta pihak pemerintah dapat melihat kondisi alam di area pesisir ini yang nyatanya sudah rusak," ucapnya.

Oleh sebab itu, ia berharap Pemkab subang dapat segera memberikan solusi pada masyarakat pesisir sehingga dapat hidup dengan aman.
"Semoga pemerintah daerah dapat segera meninjau tanggul-tanggul pesisir yang terendam air untuk dapat dibenahi," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Anggasari, Sukendi, mengungkapkan, permasalahan air laut juga telah menghambat produktivitas pertanian di desanya secara signifikan.

“Desa saya saat ini terbelenggu persoalan air asin seluas kurang lebih 326 hektare. Selama hampir lima tahun, warga tidak bisa menanam padi,” ujar Sukendi kepada Pasundan Ekspres.

Ia menjelaskan, dari total 562 hektare lahan sawah yang dimiliki desa, kini hanya sekitar 236 hektare yang masih bisa digarap. Kondisi itu disebabkan oleh tanggul yang rusak akibat abrasi air laut dan pasang surut yang terus terjadi setiap tahun.

Ia menambahkan, pihaknya telah beberapa kali berdialog dengan Bupati Subang agar permasalahan ini segera ditangani secara menyeluruh, mengingat dampaknya sangat besar terhadap ekonomi masyarakat pesisir.

“Saya sudah membicarakan langsung dengan Pak Bupati agar ada penanganan serius untuk persoalan ini,” ujarnya berharap.
Sukendi menegaskan, masyarakat Anggasari hanya menginginkan solusi nyata agar mereka bisa kembali menanam padi seperti dulu.
“Kami berharap permasalahan air asin ini segera diatasi. Masyarakat sudah terlalu lama kesusahan,” pungkasnya.(fsh/ysp)

Berita Terbaru

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Nasional3 menit lalu
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

Nasional6 menit lalu
Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Subang15 menit lalu
10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

Subang17 menit lalu
ADVERTISEMENT
Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Subang20 menit lalu
Tanam Jagung 1 Hektare di Subang, Kapolres Subang: Jangan Berhenti Seremonial

Tanam Jagung 1 Hektare di Subang, Kapolres Subang: Jangan Berhenti Seremonial

Subang24 menit lalu
DPRD Purwakarta Dukung DPMPTSP Tempuh Jalur Hukum Soal Dugaan Pemalsuan SLHS SPPG

DPRD Purwakarta Dukung DPMPTSP Tempuh Jalur Hukum Soal Dugaan Pemalsuan SLHS SPPG

Purwakarta26 menit lalu
Program Subang Leucir Ditargetkan Selesai pada 2027, DPRD Soroti Kebutuhan Anggaran

Program Subang Leucir Ditargetkan Selesai pada 2027, DPRD Soroti Kebutuhan Anggaran

Subang28 menit lalu
Debit Dua Sumber Mata Air PDAM Purwakarta Turun 60 Persen

Debit Dua Sumber Mata Air PDAM Purwakarta Turun 60 Persen

Purwakarta30 menit lalu
Sambang Warga, Kapolsek Plered Imbau Jaga Kamtibmas

Sambang Warga, Kapolsek Plered Imbau Jaga Kamtibmas

Purwakarta42 menit lalu