Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kok Bisa? Sertifikat Resmi Terbit di Wilayah Laut Publik Tuntut Penjelasan | Mahfud MD

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|11:24 WIB
Bagikan:
Kok Bisa? Sertifikat Resmi Terbit di Wilayah Laut Publik Tuntut Penjelasan | Mahfud MD
Kok Bisa? Sertifikat Resmi Terbit di Wilayah Laut Publik Tuntut Penjelasan | Mahfud MD (Sumber Foto Youtube Mahfud MD)

PASUNDAN EKSPRES- Misteri pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di Kabupaten Tangerang terus menjadi sorotan publik. Dalam diskusi terbarunya, Mahfud MD, melalui kanal YouTube miliknya, kembali mengkritisi isu ini.

Ia menilai ada potensi penyimpangan terkait penerbitan sertifikat di wilayah perairan tersebut.

Mahfud MD mengungkapkan keheranannya atas penerbitan sertifikat resmi di wilayah laut, yang seharusnya menjadi area publik dan tidak bisa dimiliki secara pribadi.

"Yang mengeluarkan surat-surat izin itu mungkin secara ilegal dan bukan pemerintah yang mengeluarkan sertifikat atau izin semacamnya," ujar Mahfud MD.

Ia juga menambahkan bahwa kasus ini menunjukkan adanya pelanggaran serius terhadap aturan pengelolaan wilayah laut.

"Seharusnya ini di tanah, bukan di laut. Ada indikasi penyerobotan dan penerobosan terhadap laut secara ilegal," tambahnya.

Data Sertifikat yang Membingungkan
Dugaan penyimpangan ini semakin kuat dengan data yang menunjukkan adanya 263 bidang yang telah terdaftar sebagai Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Milik (SHM).

Daftar Pemilik Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Milik (SHM).

1. 234 bidang tercatat atas nama PT Intan Makmur
2. 20 bidang atas nama PT Cahaya Inti Sentosa
3. 17 bidang berstatus Hak Milik

Publik mempertanyakan, bagaimana mungkin sertifikat resmi bisa diterbitkan di wilayah laut?

Dalam diskusinya, Mahfud MD meminta pemerintah segera menyelesaikan masalah ini secara transparan dan tegas.

Menurutnya, langkah cepat diperlukan untuk menghindari potensi konflik yang lebih besar.

"Kita tinggal lihat bagaimana pemerintah menyelesaikan ini. Jangan sampai kasus ini dibiarkan begitu saja karena ini menyangkut hak rakyat dan kedaulatan wilayah kita," tegas Mahfud.

Apa Langkah Selanjutnya?

Kasus ini telah menarik perhatian masyarakat luas, termasuk aktivis lingkungan dan pemerhati kebijakan publik.

Apakah kasus ini akan terungkap dengan jelas, atau justru menjadi polemik berkepanjangan? Publik menunggu tindakan nyata dari pemerintah.

Berita Terbaru

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional46 menit lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional1 jam lalu
Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang1 jam lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional2 jam lalu
Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Bandung Barat2 jam lalu
Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Nasional2 jam lalu
Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional3 jam lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional3 jam lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta4 jam lalu