Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Operasi Pencarian Korban Longsor Cisarua Resmi Dihentikan: 101 Bodypack Dievakuasi, 20 Korban Belum Ditemukan

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|19:37 WIB
Bagikan:
Operasi Pencarian Korban Longsor Cisarua Resmi Dihentikan: 101 Bodypack Dievakuasi, 20 Korban Belum Ditemukan
Operasi Tim SAR gabungan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat resmi dihentikan pada Jumat (13/2/2026).

PASUNDANEKSPRES.ID - Operasi Tim SAR gabungan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat resmi dihentikan pada Jumat (13/2/2026).

Selama 22 hari operasi pencarian, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 101 Bodypack.

Penutupan secara resmi dilakukan pada Sabtu (14/2/2026). Suasana sedih terasa saat Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyatakan penutupan operasi SAR di hadapan tim relawan gabungan dan perwakilan keluarga korban. Mereka sudah berjibaku selama tiga pekan untuk mencari korban longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) itu. 

"Secara resmi operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, setelah berlangsung selama 22 hari ditutup. Penutupan ini adalah batas formal fase tanggap darurat pencarian. Namun komitmen kemanusiaan dan empati kami kepada keluarga korban tidak pernah berhenti," kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana di Desa Pasirlangu, Sabtu (14/2/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah seluruh upaya pencarian dan evaluasi teknis dilaksanakan secara maksimal oleh Tim SAR gabungan. Selama 22 hari pelaksanaan operasi, tim berhasil mengevakuasi 101 bodypack, dengan 83 korban telah berhasil diidentifikasi melalui proses Disaster Victim Identification (DVI).

Sementara itu hingga operasi resmi ditutup, masih terdapat 20 jiwa yang belum berhasil ditemukan.

"Seluruh proses pencarian dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap para korban. Ini adalah operasi kemanusiaan yang kami jalankan sepenuh hati," ujar Ade Dian.

Sejak hari pertama longsor pada Sabtu (24/1/2026), unsur SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, tim DVI, relawan, dan masyarakat setempat menghadapi tantangan yang tidak mudah. Medan longsoran yang labil, cuaca yang berubah-ubah, serta potensi longsor susulan menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan.

"Meski demikian, unsur SAR gabungan tetap bekerja tanpa henti. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam pelaksanaan operasi. Setiap proses evakuasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan standar operasional, guna memastikan keamanan personel sekaligus menjaga martabat para korban," kata Ade Dian.

Basarnas menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta permohonan maaf apabila selama pelaksanaan operasi terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan. "Kami memahami bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun kami memastikan bahwa setiap upaya telah dilakukan secara maksimal,” kata dia. 

Basarnas juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi selama 22 hari tersebut. Sinergi antara aparat TNI, Polri, relawan, organisasi kemanusiaan, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi cerminan solidaritas dalam menghadapi bencana.

"Di lokasi ini, kita melihat kemanusiaan melampaui sekat institusi dan seragam. Semua hadir dengan satu tujuan menyelamatkan dan memuliakan sesama manusia. Operasi SAR resmi dinyatakan ditutup dengan penghormatan kepada para korban dan doa bersama," kata Ade Dian.(jjr/ysp) 

Berita Terbaru

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Nasional8 jam lalu
Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Nasional9 jam lalu
Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Subang10 jam lalu
BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Subang10 jam lalu
13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

Lifestyle10 jam lalu
Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Subang10 jam lalu
Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Subang10 jam lalu
Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Nasional11 jam lalu
Kenapa Banyak yang Keracunan MBG tapi Belum Ada Tersangka? Ini Penjelasan Hukumnya

Kenapa Banyak yang Keracunan MBG tapi Belum Ada Tersangka? Ini Penjelasan Hukumnya

Nasional11 jam lalu