Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penderita TBC Melonjak, Kasus TBC di Subang Tembus 7.039 Sepanjang 2025

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|08:25 WIB
Bagikan:
Penderita TBC Melonjak, Kasus TBC di Subang Tembus 7.039 Sepanjang 2025
PENANGANAN: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Subang, dr. Noni (kiri) menjelaskan soal penanganan kasus TBC. Cindy Desita/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Kesehatan Subang mencatat total 7.039 kasus Tuberkulosis (TBC) dari Januari hingga November 2025, melonjak dibanding tahun 2024 yang berada pada angka 6.204 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Subang, dr. Noni mengungkapkan, tren kenaikan ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Selain kasus TBC biasa, Subang juga mencatat 57 kasus TB Resistan Obat (TB RO) sepanjang 2025.

“Tren kasus TBC meningkat dan ini menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dibenahi, mulai dari kesadaran masyarakat hingga dukungan lintas sektor,” ujar dr. Noni saat diwawancara Pasundan Ekspres, Kamis (11/12/2025).

Menurut Noni, salah satu faktor utama meningkatnya kasus adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang gejala TBC seperti batuk berkepanjangan, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, dan keringat malam tanpa aktivitas.

Akibatnya banyak warga tidak segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Pelacakan kontak dan skrining aktif juga masih kurang maksimal. Jika kontak erat tidak diperiksa, potensi penularan tetap tinggi,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, masih ditemukan pasien yang tidak disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas enam bulan, baik karena merasa sudah sembuh maupun karena merasakan efek samping obat.

Untuk penanggulangan TBC, Kabupaten Subang memiliki 160 tenaga kesehatan yang tersebar di 40 puskesmas, terdiri dari dokter, petugas program TBC, ATLM, dan apoteker. Selain itu, terdapat sekitar 150 kader yang membantu upaya penemuan kasus dan edukasi di lapangan.

Meski demikian, dr. Noni menilai bahwa keterlibatan multi sektor belum berjalan maksimal, ditambah keterbatasan alat diagnostik, bahan habis pakai, serta komitmen sebagian fasilitas layanan kesehatan dan klinisi dalam penatalaksanaan kasus TBC.

“Masih ada kasus TBC yang tidak terlaporkan. Selain itu, layanan TBC RO juga belum tersedia di RSUD Subang, sehingga penanganan kasus resistan obat belum optimal,” jelasnya.

Dia menyebut, Dinkes Subang saat ini telah membangun jejaring dengan RSUD dan 10 rumah sakit swasta, serta sejumlah klinik dan dokter praktik mandiri.

Seluruh rumah sakit telah menandatangani MoU dengan dinas kesehatan, sementara klinik berjejaring melalui puskesmas sebagai koordinator wilayah.

“Kami perlu meningkatkan pelaksanaan jejaring internal dan eksternal, termasuk penguatan monitoring dan evaluasi program TB secara berkesinambungan,” kata dr. Noni.

Di tingkat kecamatan dan desa, tenaga kesehatan dan kader telah bergerak, namun Subang belum memiliki Desa Siaga TBC yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Padahal, model ini dinilai penting untuk menekan penularan dan meningkatkan kesadaran warga.

Meski menghadapi berbagai kendala, dr. Noni menegaskan, Dinkes Subang berkomitmen meningkatkan penanganan TBC melalui deteksi dini, skrining aktif, pendampingan pengobatan, serta memperluas jejaring layanan.

“Kami berharap kerja sama seluruh sektor dapat diperkuat. TBC adalah penyakit menular yang dapat dikendalikan bila masyarakat, fasilitas kesehatan, dan pemangku kebijakan bergerak bersama,” tutupnya. (cdp/ysp)

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional10 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta11 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang11 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang11 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga12 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional12 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle13 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang13 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle13 jam lalu