Serapan APBD Subang Baru 24,62 Persen dari Total Pagu Rp2,821 triliun

PASUNDANEKSPRES.ID - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Subang hingga pertengahan Mei 2026 tercatat serapan APBD Subang baru mencapai 24,62 persen. Dari total pagu anggaran sebesar Rp2,821 triliun, anggaran yang telah terealisasi mencapai Rp694,47 miliar.
Data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Subang menunjukkan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2,126 triliun yang belum terserap oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang.
Kepala Bidang Perbendaharaan BKAD Kabupaten Subang, Budhi Purnama menyampaikan, pimpinan daerah terus melakukan evaluasi rutin untuk mendorong percepatan pelaksanaan program dan penyerapan anggaran.
Sering Evaluasi Serapan APBD Subang
“Para pimpinan juga sering evaluasi serapan APBD Subang setiap hari Senin dan memerintahkan untuk segera direalisasikan,” ujar Budhi Purnama kepada Pasundan Ekspres, Senin (18/5/2026).
Budhi menjelaskan, evaluasi mingguan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat daerah dapat segera mengeksekusi kegiatan yang telah direncanakan, sehingga target pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami hambatan.
Berdasarkan data BKAD, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral menjadi OPD dengan persentase serapan anggaran tertinggi, yakni 37,98 persen. Dari total pagu Rp13,54 miliar, dinas tersebut telah merealisasikan Rp5,14 miliar.
Posisi kedua ditempati Kecamatan Legonkulon dengan realisasi 37,57 persen atau Rp860,07 juta dari pagu Rp2,28 miliar. Sementara Kecamatan Sagalaherang berada di posisi ketiga dengan serapan 37,42 persen atau Rp952,02 juta dari pagu Rp2,54 miliar.
Di sisi lain, terdapat sejumlah OPD dengan tingkat serapan anggaran yang masih rendah. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjadi perangkat daerah dengan realisasi terendah, yakni 6,10 persen. Dari total pagu Rp274,44 miliar, baru Rp16,75 miliar yang terserap.
Kemudian Dinas Kesehatan mencatat realisasi 16,54 persen atau Rp99,84 miliar dari pagu Rp603,48 miliar. Sedangkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) merealisasikan 17,33 persen atau Rp3,59 miliar dari total pagu Rp20,74 miliar.
Budhi optimistis penyerapan anggaran akan meningkat signifikan dalam beberapa bulan ke depan seiring percepatan pelaksanaan kegiatan di masing-masing OPD.
“Setiap OPD terus didorong agar segera melaksanakan program yang sudah direncanakan, sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat,” turur Budhi. (cdp/ysp)
