Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tuan Rumah Hajat Tewas Usai Dipukuli Sekelompok Pria, Pesta Pernikahan Berujung Maut

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|09:27 WIB
Bagikan:
Tuan Rumah Hajat Tewas Usai Dipukuli Sekelompok Pria, Pesta Pernikahan Berujung Maut
JATAH: Pesta Pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, berubah menjadi tragedi pada Sabtu (4/4/2026). ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PASUNDANEKSPRES.ID - Pesta Pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, berubah menjadi tragedi menyedihkan pada Sabtu (4/4/2026).

Tuan rumah hajat, Dadang, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok pria. Peristiwa nahas ini terjadi di tengah berlangsungnya acara pernikahan anak korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan bermula saat sekelompok pria datang dan meminta "jatah" sejumlah uang kepada tuan rumah hajat.

Akan tetapi, permintaan tersebut ditolak korban karena diduga untuk membeli minuman keras. Penolakan Dadang justru memicu emosi para pelaku.

Mereka malah membuat keributan yang dengan cepat memicu kepanikan di tengah tamu undangan. Situasi yang semula penuh kebahagiaan berubah mencekam.

Korban pun menjadi sasaran amukan. Ia dianiaya secara brutal menggunakan benda keras hingga tak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Jeritan histeris keluarga dan tamu undangan pun pecah, sementara sejumlah warga berusaha memberikan pertolongan seadanya.

Dalam beberapa rekaman video yang beredar, terlihat suasana kacau dengan warga berlarian. Korban tampak tergeletak tak berdaya di tengah kerumunan. Istri korban, Juju, bahkan tak kuasa menahan duka hingga pingsan di lokasi.

Kasihumas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut kejadian berawal dari keributan yang berujung pada aksi kekerasan.

"Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," kata Enjang kepada wartawan saat dikonfirmasi, Ahad (5/3/2026).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ia mengatakan, polisi menemukan benda berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala.

Korban, sambungnya, sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Hingga pukul 20.35 WIB, jenazah korban masih berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Terhadap korban dilakukan penanganan lebih lanjut, termasuk proses visum guna memastikan penyebab pasti kematian. Polisi juga bergerak cepat dengan mengamankan sejumlah terduga pelaku.

Saat ini, kata Enjang, terduga pelaku dan saksi-saksi masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Satreskrim Polres Purwakarta untuk mengungkap secara jelas kronologi dan motif kejadian.

"Pelaku sudah diamankan, dan kami masih melakukan pendalaman," kata Enjang.

Sementara itu, adik korban, Asep Wahyu, menceritakan detik-detik mencekam yang berujung tewasnya kakaknya itu.

"Awalnya cuma minta uang, sekali dikasih, mereka minta lagi sampai Rp500 ribu," ujar Asep.

Menurutnya, sekelompok pria yang diduga berjumlah sekitar 10 orang datang ke lokasi hajatan dan meminta uang kepada pihak keluarga.

"Pertama dikasih, terus minta lagi. Katanya Rp500 ribu. Kejadiannya terus begitu (pemukulan)," ucap Asep menambahkan.

Ia mengaku tidak mengenal para pelaku karena dirinya tinggal di Karawang, sementara sang kakak menetap di Purwakarta.

Akan tetapi, dari informasi yang ia terima, jumlah pelaku cukup banyak dan sempat membuat situasi tak terkendali.

"Ke kakak saya ada tiga orang, ke saya sekitar delapan orang. Tapi kabarnya, totalnya sekitar 10 orang," katanya.(add/ysp)

Berita Terbaru

Tidak Memenuhi Standar Higiene, BGN Tutup Sementara 1.276 SPPG

Tidak Memenuhi Standar Higiene, BGN Tutup Sementara 1.276 SPPG

Nasional7 menit lalu
Daftar Perusahaan Asing di Kawasan Industri Subang, Terbaru Ada BYD dan VinFast

Daftar Perusahaan Asing di Kawasan Industri Subang, Terbaru Ada BYD dan VinFast

Subang1 jam lalu
10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional12 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta12 jam lalu
ADVERTISEMENT
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang12 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang13 jam lalu
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang13 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga13 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional14 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle14 jam lalu