Usai Pemeriksaan Konfrontasi Dokter Maxi dan Heri Sopandi, Polres Subang Akan Panggil Lagi Beberapa Saksi

Proses Hukum Terus Berjalan
PASUNDANEKSPRES.ID - Polres Subang memastikan kasus pelaporan Heri Sopandi terhadap Dokter Maxi terus berjalan. Kepastian itu disampaikan Kasatreskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun.
AKP Bagus mengatakan, setelah sebelumnya agenda pemeriksaan konfrontasi antara dr. Maxi dan Heri Sopandi serta sejumlah saksi lainnya, pada Jum’at (28/11/2025), maka selanjutnya penyidikan terus berlangsung.
Kasatreskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun menegaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait materi pemeriksaan.
“Masih pendalaman dulu,” tegasnya saat dikonfirmasi Pasundan Ekspres, Senin (1/12/2025) siang.
Menurutnya, para saksi yang telah dimintai keterangan kemungkinan akan kembali dipanggil untuk melengkapi kebutuhan penyidikan.
“Dalam waktu dekat akan ada lagi,” kata Bagus.
Meski belum merinci jadwal maupun materi lanjutan yang akan didalami, AKP Bagus memastikan bahwa penyidik terus bekerja untuk menuntaskan perkara yang tengah menjadi perhatian publik tersebut.
Sebelumnya diberitakan, pada Jumat (28/11/2025), dr. Maxi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Heri Sopandi, menjalani agenda pemeriksaan konfrontasi di Satreskrim Polres Subang selama kurang lebih lima jam.
umat (28/11/2025), dr. Maxi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Heri Sopandi, menjalani agenda pemeriksaan konfrontasi di Satreskrim Polres Subang selama kurang lebih lima jam.
Dokter Maxi mengungkapkan, agenda saat itu merupakan tahapan konfrontasi antara dirinya dan pihak pelapor.
“Agenda hari ini kami diundang oleh Polres Subang untuk pemeriksaan konfrontasi namanya,” ungkapnya kepada awak media usai keluar dari ruang penyidik.
Jadi, kata dr. Maxi, dirinya berhadapan dengan penyidik di meja pemeriksaan dan menyampaikan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan kurang lebih 10 pertanyaan.
Terkait materi pemeriksaan, ia menegaskan hal tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik.
“Kalau materi dari pemeriksaan saya kira itu haknya penyidik,” terangnya.
Sementara itu, Kadisdik Subang, Heri Sopandi, yang juga menjalani pemeriksaan bersamaan, membenarkan bahwa telah menjalani pemeriksaan konfrontasi dari pertanyaan yang sebelumnya telah diajukan penyidik.
“Kita hari ini tadi pemeriksaan konfrontir. Apa yang telah dipertanyakan sebelumnya barusan dikonfrontir dengan Pak Maxi,” jelas Heri.
Meski demikian, ia menegaskan, belum ada kesimpulan yang disampaikan penyidik. “Kalau mengenai hasil belum ada hasil,” katanya.
Ia menambahkan, pemeriksaan melibatkan empat orang dengan pertanyaan yang sama. “Pertanyaannya kita berempat sama,” tuturnya.
Sebelumnya, Bupati Reynaldy Dimintai Keterangan Polisi
Sebelumnya, orang nomor satu di Subang, Reynaldy menyambangi Polres, pada Kamis siang (27/11/2025) pukul 14.00 WIB. Kedatangannya, bukan untuk memenuhi undangan seremonial kegiatan kepolisian. Kali ini, Reynaldy datang memenuhi panggilan dari penyidik Satreskrim.
Sementara itu, Reynaldy baru keluar dari gedung Satreskrim Polres Subang sekitar pukul 20.00 WIB. Berjam-jam dia dimintai keterangan polisi. Dia dicecar 105 pertanyaan oleh penyidik.
Kedatangan Reynaldy ini berkaitan dengan laporan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disikbud) Heri Sopandi terhadap eks Kadinkes dr. Maxi.
Usai menjalani pemeriksaan panjang di Polres Subang, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mengungkapkan dirinya dicecar 105 pertanyaan oleh penyidik. “105 pertanyaan,” ujarnya kepada awak media seusai selesai diperiksa penyidik.
Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut mencakup berbagai hal yang selama ini menjadi bahan pemberitaan maupun spekulasi publik.
“Ya jadi yang selama ini berkembang dan saya datang ke sini sebagai saksi dari pelaporan Pak Heri Sopandi,” jelasnya.
Menurutnya, seluruh pertanyaan yang diajukan penyidik dijawab secara detail dan apa adanya. “Ya tadi banyak pertanyaan ke kami, dan kami jelaskan semuanya secara terperinci sesuai dengan apa yang kami rasakan,” ungkapnya.
Reynaldy juga menyinggung pentingnya membedakan kritik dan fitnah dalam pemberitaan maupun opini publik.
“Kalau memang saya secara pribadi menyampaikan juga bahwa hari ini saya datang ke sini sebagai saksi dan saya ingin menyampaikan bahwa produk jurnalis dan lain-lain bedakan mana yang namanya kritik, mana yang namanya fitnah,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa tuduhan yang selama ini diarahkan kepadanya tidak memiliki dasar apa pun. “Sehingga saya datang ke sini untuk menjelaskan bahwa selama ini apa yang dituduhkan ke saya pribadi itu sama sekali tidak ada, sama sekali tidak terbukti. Dan mungkin bisa dicek ke seluruh OPD apakah ada yang diperintahkan ini itu,” tuturnya.
Selain itu, Reynaldy juga menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat Kabupaten Subang agar tidak terpengaruh isu-isu yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan.
“Kepada masyarakat Kabupaten Subang saya mengimbau, saya menyampaikan, yuk bareng-bareng. Saya ini sedang membangun Kabupaten Subang,” kata Reynaldy.
Ia menyebut, polemik dan tuduhan yang tidak berdasar justru berpotensi menghambat tugas dan pelayanan pemerintah daerah.
“Sehingga saya mohon doanya agar masyarakat juga mendukung, jangan sampai hal-hal seperti ini malah mengganggu roda pemerintahan Kabupaten Subang,” ucapnya.
Reynaldy juga memberikan peringatan tegas kepada pihak yang diduga terus menyebarkan fitnah. “Mohon jadi catatan, saya secara pribadi bukan sebagai bupati menyampaikan, bagi pihak yang masih menggoreng-goreng ini, membuat fitnah… ingat, kritik itu saya terbuka, kebijakan apa pun saya terbuka. Tapi ketika menyangkut fitnah, dalam waktu dekat tidak menutup kemungkinan saya akan mengambil langkah hukum,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa isu-isu tersebut sangat mengganggu aktivitasnya sebagai kepala daerah. “Secara pribadi saya ini sangat terganggu. Harusnya saya bisa mengontrol jalan-jalan, mengontrol sekolah-sekolah, penyerapan anggaran, dan lain-lain, terganggu dengan hal seperti ini,” ungkapnya.
Reynaldy meminta dukungan publik atas langkah yang sedang ia tempuh untuk memperbaiki dan meningkatkan tata kelola pemerintahan.
“Maka dari itu saya mohon doa ke masyarakat. Hari ini saya sedang berikhtiar, berjuang untuk memberantas masalah-masalah yang ada di Kabupaten Subang,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, dirinya mengetahui pihak-pihak yang memicu kegaduhan ini. “Kita sama-sama tahu yang membuat ini ramai siapa-siapa saja,” jelasnya.(cdp/ysp)
