Bupati Bandung Proyeksikan Pengiriman Sampah ke Legok Nangka 400-500 Ton per Hari

PASUNDANEKSPRES.ID - Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut dimulainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Legok Nangka di TPPAS Regional Legok Nangka. Menurutnya, proyek tersebut menjadi kabar baik bagi penyelesaian persoalan sampah di Bandung Raya yang telah lama dinantikan.
Dadang mengatakan proses pembangunan PSEL Legok Nangka telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu dan kini mulai terealisasi dengan pelaksanaan groundbreaking.
"Ini kan proses ini sudah lama kita lakukan dan pada saat Pak RK, Sumitomo kemarin kan hanya rencana, rencana, rencana. Alhamdulillah ternyata kemarin groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk PSEL di Legok Nangka. Ini salah satu kabar yang sangat membahagiakan," kata Dadang, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, apabila proyek tersebut berjalan sesuai rencana, persoalan pengelolaan sampah di wilayah Bandung Raya berpotensi terselesaikan.
"Kalau itu betul-betul bisa terwujud, termasuk rencana dari Mendagri juga bisa terlaksana, insyaallah urusan sampah di Bandung Raya ini bisa selesai," ujarnya.
Dadang mengungkapkan, sebagai daerah yang menjadi lokasi pembangunan PSEL Legok Nangka, Kabupaten Bandung tetap dikenakan skema tipping fee. Namun, besaran biaya yang harus ditanggung lebih rendah karena adanya mekanisme pengembalian.
"Ada tipping fee. Yang seharusnya Pemerintah Kabupaten Bandung membayar Rp350 ribu per ton, itu ada pengembalian. Jadi totalnya khusus untuk Kabupaten Bandung paling sekitar Rp160 ribuan per ton," jelasnya.
Ia berharap ke depan terdapat perubahan kebijakan sehingga beban tipping fee tersebut dapat dikurangi atau bahkan dihapuskan.
Selain itu, Dadang memperkirakan volume sampah dari Kabupaten Bandung yang akan dikirim ke PSEL Legok Nangka mencapai sekitar 400 hingga 500 ton per hari.
Namun jumlah tersebut masih dapat berubah apabila nantinya distribusi sampah juga dialihkan ke TPA Sarimukti maupun fasilitas pengolahan sampah yang direncanakan dibangun di Margaasih.
"Kalau kita berbicara di awal sih sekitar 400 sampai 500 ton per hari. Tapi kalau nanti dibagi ke Sarimukti dan juga yang direncanakan di Margaasih, saya kira ini bisa terbagi," katanya.
Menurut Dadang, kebutuhan pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk yang kini mendekati empat juta jiwa.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung menyatakan siap mendukung seluruh skema pengelolaan sampah yang tengah disiapkan pemerintah, baik melalui PSEL Legok Nangka, TPA Sarimukti, maupun fasilitas pengolahan sampah baru di Margaasih.
"Pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Bandung siap mendukung, baik yang di Legok Nangka, di Sarimukti, maupun yang direncanakan di Margaasih nanti," pungkasnya. (je/sep)
