Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Pemuda soal Ikut Evakuasi Korban Longsor Cisarua

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|09:49 WIB
Bagikan:
Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Pemuda soal Ikut Evakuasi Korban Longsor Cisarua
Dedi Mulyadi saat Ikut Mengevakuasi Korban Longsor Cisarua

PASUNDANEKSPRES.ID - Hampir dua minggu pascakejadian, proses pencarian dan evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih terus berlangsung.

Sejak bencana terjadi pada Sabtu (24/1/2026), tim gabungan SAR yang terdiri dari TNI, Polri, serta para relawan langsung melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban.

Pemerintah daerah pun turut ambil bagian. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung ke lokasi bencana untuk membantu penanganan di lapangan.

Sosok yang akrab disapa KDM itu terlibat langsung dalam proses evakuasi korban.

Dalam salah satu momen, Dedi Mulyadi beberapa kali terdengar meminta linggis kepada petugas guna membantu mengevakuasi korban yang terjepit batu dan batang pohon.

Dengan bantuan petugas lainnya, korban tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dan segera dibawa menggunakan ambulans untuk proses identifikasi.

Namun, keterlibatan Dedi Mulyadi dalam evakuasi korban longsor Cisarua tersebut belakangan menuai perhatian publik.

Sejumlah pemuda mengkritik aksinya yang dinilai tidak perlu karena dianggap sudah menjadi tugas Tim SAR, BPBD, serta relawan yang berada di lokasi.

Menanggapi kritik tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada para pemuda yang melayangkan kritik.

“Saya ucapkan terima kasih ya kepada pemuda yang mengkritik saya bahwa gubernur gak usah ikut narik atau ngangkat korban longsor di Cisarua di Kabupaten Bandung Barat, karena itu bukan gubernur,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram pribadinya, Senin (2/2/2026).

Meski demikian, Dedi Mulyadi menjelaskan alasan dirinya turun langsung ke lokasi dan ikut membantu proses evakuasi korban.

Ia menegaskan bahwa tindakannya tersebut bukan bertujuan mencari perhatian, melainkan sebagai wujud kehadiran pemimpin untuk memberi semangat kepada petugas sekaligus menunjukkan empati kepada para korban.

“Terkadang kehadiran pemimpin di tengah mereka (korban dan petugas) membawa spirit. Mereka cukup bahagia, ketika saya hadir di sampingnya,” jelasnya.

Dedi Mulyadi juga mengungkapkan bahwa banyak situasi tak terduga yang ia temui saat berada di lapangan.

Salah satunya ketika ia memberikan bonus kepada para relawan sebagai bentuk penyemangat.

Menurut mantan Bupati Purwakarta tersebut, langkah kecil itu mampu menghadirkan kebahagiaan meski nilainya tidak besar.

“Bisa jadi mereka tidak punya ongkos untuk pulang,” ujarnya.

Selain mendapat sorotan terkait keterlibatannya dalam evakuasi korban longsor Cisarua, Dedi Mulyadi juga menuai kritik karena dinilai kurang memberi perhatian pada bencana lain, seperti banjir yang melanda Karawang dan Bekasi.

Ia pun didesak agar turut turun tangan serta mencari solusi atas persoalan banjir di kedua daerah tersebut.

Menanggapi kritik itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya tidak tinggal diam dan terus berupaya merumuskan langkah penanganan.

Dedi kemudian memaparkan sejumlah dugaan faktor penyebab banjir di Karawang, yang salah satunya berkaitan dengan perizinan pembangunan serta pembukaan lahan.

Atas dasar itu, ia mengambil langkah kebijakan dengan menerbitkan surat edaran untuk menghentikan seluruh pembangunan permukiman atau perumahan yang berdiri di kawasan terlarang.

Ia juga menekankan bahwa pihaknya telah mengajak pemerintah daerah setempat melakukan penataan ulang tata ruang.

Selain itu, Dedi Mulyadi menyebut telah menjalin koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum guna mempercepat pembangunan Cibeet sebagai solusi jangka panjang sekaligus upaya mitigasi bencana banjir.

“Itu juga solusi, dan baru akan selesai di tahun 2028,” ujarnya.

Selain pembangunan danau, Dedi Mulyadi juga melakukan normalisasi sungai dengan mendorong dinas terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), untuk memperkuat tanggul agar tidak mudah jebol.

Ia kembali menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan dan solusi atas persoalan banjir.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf jika kepemimpinannya masih dinilai belum memuaskan.

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline7 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat7 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta8 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang8 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle8 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang8 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta9 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta9 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang9 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang9 jam lalu