Dedi Mulyadi Temui Ayah Taufik Hidayat, Terungkap Riwayat Kelam Pelaku Penyekapan Kekasih Selama 3 Tahun

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menemui ayah Taufik Hidayat, pelaku kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya selama kurang lebih tiga tahun di Kabupaten Bandung.
Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi didampingi Kepala Desa Ciaro untuk menggali latar belakang keluarga dan kehidupan Taufik Hidayat yang kini menjadi sorotan publik setelah kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap korban berinisial YTR terungkap.
Kasus tersebut sebelumnya mengundang perhatian luas dan membuat Dedi Mulyadi bahkan sempat membuka sayembara bagi masyarakat yang dapat membantu menemukan pelaku.
Ayah Taufik Hidayat mengungkapkan bahwa anaknya memang kerap menunjukkan perilaku kasar sejak lama. Bahkan, ia mengaku pernah menjadi korban kemarahan putranya hanya karena tidak tersedia lauk saat Taufik hendak makan.
"Saya pernah dipukul sama dia gara-gara tidak ada lauk ketika dia mau makan," ungkap sang ayah di hadapan Dedi Mulyadi.
Ia juga menceritakan bahwa istrinya atau ibu dari Taufik Hidayat telah meninggal dunia akibat sakit beberapa waktu lalu. Sejak saat itu, kondisi keluarga semakin sulit dan hubungan antara anggota keluarga pun tidak berjalan harmonis.
Kepala Desa Ciaro yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa Taufik Hidayat dikenal sebagai sosok yang kerap membuat masalah di lingkungan sekitar. Menurutnya, Taufik memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman keras dan pernah beberapa kali terlibat kasus kriminal.
"Yang bersangkutan pernah terlibat penganiayaan dan penggelapan sepeda motor. Bahkan sempat menjalani hukuman penjara sekitar satu tahun empat bulan," ujar Kepala Desa Ciaro.
Selain itu, Taufik diketahui bekerja sebagai debt collector. Di lingkungan tempat tinggalnya, namanya cukup dikenal karena sering terlibat persoalan yang berujung pada konflik dengan warga maupun aparat.
Ayah Taufik juga menjelaskan bahwa dirinya memiliki empat orang anak, terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan. Namun, anak perempuannya telah meninggal dunia. Sementara ketiga anak laki-lakinya, termasuk Taufik Hidayat, dikenal memiliki perilaku yang sulit diatur dan sering terlibat kenakalan.
Mendengar berbagai keterangan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi keluarga yang dialami Taufik. Namun demikian, ia menegaskan bahwa apa pun latar belakang seseorang tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan kekerasan dan penyiksaan terhadap orang lain.
Kasus yang menjerat Taufik Hidayat sendiri menjadi perhatian publik karena korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan dalam waktu yang sangat lama hingga mengalami kondisi fisik yang memprihatinkan. Polisi telah menangkap Taufik Hidayat dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
