Korban Meninggal Longsor Cisarua Terima Santunan Rp25 Juta, Dedi Mulyadi Rencanakan Relokasi dan Penghijauan

PASUNDANEKSRES.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa penanganan korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dilakukan secara bertahap sesuai prosedur.
Setelah penyaluran santunan dan proses evakuasi selesai, pemerintah akan memprioritaskan relokasi warga serta rehabilitasi wilayah yang terdampak bencana.
"Jadi, Cisarua kita terus ya, dan hari ini kami akan mulai menggeser ke arah analisis yang mungkin terjadi di luar Cisarua. Kalau yang musibah Cisarua sudah jelas konsepnya kan, yang meninggal kami akan santuni Rp 25 juta terhadap ahli waris," ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/1/2026).
Selain menyalurkan santunan, pemerintah turut menyiapkan program relokasi bagi warga yang rumahnya terdampak longsor. Sementara menunggu pelaksanaan relokasi, bantuan biaya hidup selama dua bulan telah diberikan kepada para korban.
"Rumah-rumahnya akan kami relokasi, biaya untuk hidup dua bulan sudah kami berikan, kemudian yang meninggal, yang terkubur terus dievakuasi, hari ini dicari," kata Dedi.
Dedi menyampaikan bahwa setelah proses evakuasi seluruh korban rampung, pemerintah akan segera melakukan penataan ulang kawasan terdampak.
Lokasi bekas longsor akan difungsikan kembali sebagai kawasan hijau guna meminimalkan risiko terjadinya bencana serupa di masa mendatang.
"Wilayah itu akan saya hutankan. Konsep untuk bangun rumahnya sesuai dengan lingkungan, tanahnya insya Allah kami penuhi," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak sebatas pada penanganan pascabencana semata. Pemerintah juga akan memperluas perhatian pada upaya pencegahan di wilayah lain yang memiliki potensi risiko serupa.
"Berikutnya adalah mencegah yang enggak boleh terjadi lagi di tempat lain," ucap Dedi.
Selain itu, Dedi turut menyoroti rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap sistem peringatan dini bencana. Ia menilai kebiasaan mengabaikan peringatan justru meningkatkan risiko ketika bencana terjadi.
Dedi Mulyadi mencontohkan kejadian di wilayah lain, seperti Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, yang sebenarnya telah menunjukkan tanda-tanda kerawanan namun tidak mendapat perhatian serius.
Ia berharap penanganan bencana di Cisarua dapat menjadi pelajaran agar masyarakat dan pemerintah lebih sigap dan waspada sebelum bencana terjadi.
"Lebih baik menurut saya ribut sebelum kejadian daripada ribut setelah kejadian," tutur Dedi.
